Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
| LIVE

Siaran langsung pengajian akbar dalam rangka memperingati 1 Muharram 1448 Hijriah (H) atau Tahun Baru Islam. Digelar di Ngadiluwih, Kediri, Jawa Timur, pada Senin, 12 Juni 2026.

4 Kasus Penyelundupan Narkoba di Lapas Jakarta Digagalkan, Modus Sembunyikan Barang di Bagian Tubuh

4 kasus penyelundupan narkoba di Lapas Jakarta digagalkan petugas dengan berbagai modus, termasuk organ intim, botol obat batuk, dan kunciran rambut.

4 Kasus Penyelundupan Narkoba di Lapas Jakarta Digagalkan, Modus Sembunyikan Barang di Bagian Tubuh
4 Kasus Penyelundupan Narkoba di Lapas Jakarta Digagalkan, Modus Sembunyikan Barang di Bagian Tubuh

PEWARTA.CO.ID — Upaya memasukkan narkoba ke dalam lingkungan lembaga pemasyarakatan kembali berhasil digagalkan petugas. Dalam satu hari, petugas Lapas Narkotika Jakarta dan Rutan Kelas I Jakarta Pusat atau Salemba berhasil mengungkap empat percobaan penyelundupan dengan cara yang berbeda-beda.

Kasus tersebut terjadi pada Senin (15/6/2026). Petugas menemukan berbagai modus yang digunakan untuk mengelabui pemeriksaan keamanan, mulai dari menyembunyikan paket narkotika di bagian tubuh tertentu hingga memasukkan barang terlarang ke dalam benda yang tampak biasa.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan DKI Jakarta, Wachid Wibowo, menyampaikan bahwa pengungkapan ini terjadi berkat pemeriksaan ketat yang dilakukan petugas di area pengamanan utama lapas dan rutan.

Dua Upaya Penyelundupan Terbongkar di Lapas Narkotika Jakarta

Dua dari empat kasus yang berhasil diungkap terjadi di Lapas Narkotika Jakarta. Petugas mencurigai gerak-gerik pengunjung saat menjalani pemeriksaan di Pintu Pengamanan Utama (P2U).

Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan dua paket yang diduga berisi narkotika dengan berat keseluruhan mencapai 8,72 gram.

Tidak berhenti di situ, dalam waktu yang berdekatan, petugas kembali menemukan dua paket lain yang diduga merupakan narkotika dengan berat total 20,30 gram.

Wachid menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, kedua pelaku memakai pola yang serupa untuk menyamarkan barang bawaan mereka.

"Dari hasil pemeriksaan awal, kedua pelaku menggunakan modus yang sama, yakni menyembunyikan paket diduga narkotika di bagian organ intim untuk mengelabui petugas," ujar Wachid dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).

Cara tersebut diduga digunakan agar barang terlarang dapat lolos dari pemeriksaan awal. Namun, ketelitian petugas dalam melakukan pengawasan membuat upaya tersebut berhasil dihentikan.

Modus Berbeda Terungkap di Rutan Salemba

Selain pengungkapan di Lapas Narkotika Jakarta, petugas Rutan Kelas I Jakarta Pusat juga menemukan dua kasus lain dengan metode penyelundupan narkoba yang berbeda.

Kasus pertama melibatkan seorang perempuan berinisial NA (42). Petugas menemukan adanya dugaan penyelundupan cairan etomidate yang dimasukkan ke dalam sebuah botol obat batuk.

Kecurigaan muncul ketika petugas memeriksa isi botol tersebut dan menemukan adanya perbedaan antara wadah dengan cairan di dalamnya.

"Kecurigaan petugas muncul setelah menemukan isi botol tidak sesuai dan mengeluarkan aroma yang tidak wajar," lanjut Wachid.

Tidak lama berselang, petugas kembali menemukan upaya penyelundupan lainnya yang dilakukan oleh perempuan berinisial MU (39).

Dalam pemeriksaan, petugas mendapati dugaan sabu dengan berat 40,1 gram yang disembunyikan di dalam kunciran rambut.

Modus tersebut juga tidak berhasil melewati pemeriksaan karena petugas melakukan deteksi secara menyeluruh terhadap barang maupun benda yang dibawa masuk.

Pelaku dan Barang Bukti Diserahkan ke Polisi

Setelah seluruh upaya penyelundupan berhasil digagalkan, para pelaku bersama barang bukti langsung diamankan untuk proses lebih lanjut.

Wachid mengatakan seluruh pelaku telah diserahkan kepada pihak kepolisian guna menjalani proses hukum sekaligus pengembangan penyelidikan.

"Seluruh pelaku beserta barang bukti telah diamankan dan diserahkan kepada aparat kepolisian untuk proses hukum serta pengembangan lebih lanjut," lanjut dia.

Pengungkapan empat kasus dalam waktu yang hampir bersamaan ini menjadi perhatian karena menunjukkan masih adanya upaya memasukkan narkoba ke lingkungan pemasyarakatan dengan berbagai cara.

Pengamanan Lapas dan Rutan Terus Diperketat

Wachid menegaskan bahwa keberhasilan petugas dalam menggagalkan penyelundupan narkoba tersebut menjadi bukti bahwa sistem pengawasan di lingkungan pemasyarakatan terus berjalan.

Menurutnya, deteksi dini serta pemeriksaan berlapis menjadi bagian penting dalam mencegah peredaran narkoba di dalam lapas maupun rutan.

"Keberhasilan petugas menggagalkan empat upaya penyelundupan narkoba dalam waktu yang hampir bersamaan merupakan bukti bahwa sistem pengamanan, deteksi dini, dan pengawasan di seluruh UPT Pemasyarakatan DKI Jakarta berjalan dengan baik. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petugas yang tetap siaga, profesional, dan berintegritas dalam menjalankan tugas," ujar Wachid.

Dengan kejadian tersebut, jajaran pemasyarakatan DKI Jakarta kembali menunjukkan upaya menjaga lingkungan lapas dan rutan agar tetap aman serta terbebas dari peredaran narkoba.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Redaksi Pewarta.co.id
Redaksi Pewarta.co.id
Portal berita Indonesia terkini 2026, viral terbaru dan terpopuler hari ini disajikan secara update. Bagian dari ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • 4 Kasus Penyelundupan Narkoba di Lapas Jakarta Digagalkan, Modus Sembunyikan Barang di Bagian Tubuh
  • 4 Kasus Penyelundupan Narkoba di Lapas Jakarta Digagalkan, Modus Sembunyikan Barang di Bagian Tubuh
  • 4 Kasus Penyelundupan Narkoba di Lapas Jakarta Digagalkan, Modus Sembunyikan Barang di Bagian Tubuh
  • 4 Kasus Penyelundupan Narkoba di Lapas Jakarta Digagalkan, Modus Sembunyikan Barang di Bagian Tubuh
  • 4 Kasus Penyelundupan Narkoba di Lapas Jakarta Digagalkan, Modus Sembunyikan Barang di Bagian Tubuh
  • 4 Kasus Penyelundupan Narkoba di Lapas Jakarta Digagalkan, Modus Sembunyikan Barang di Bagian Tubuh
Advertisement
Advertisement
Advertisement