Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement

SUBSCRIBE channel YouTube Pewarta Network untuk mendapatkan update video berita terkini dan konten hiburan terbaru, serta terhubung dengan siaran langsung (live streaming) PEWARTA TV.

5 Fakta Harga BBM Pertamax Naik jadi Rp16.250 per Liter

5 Fakta harga BBM Pertamax naik jadi Rp16.250 per liter, simak alasan kenaikan, penjelasan Pertamina, dan respons DPR terkait perubahan harga BBM.

5 Fakta Harga BBM Pertamax Naik jadi Rp16.250 per Liter
5 Fakta Harga BBM Pertamax Naik jadi Rp16.250 per Liter

PEWARTA.CO.ID — Harga BBM nonsubsidi kembali menjadi sorotan setelah Pertamina melakukan penyesuaian harga sejumlah produk bahan bakar minyak.

Perubahan tarif tersebut membuat harga Pertamax naik hingga menyentuh Rp16.250 per liter, sementara beberapa jenis BBM lainnya masih berada di harga sebelumnya.

Kebijakan kenaikan harga BBM ini langsung mendapat perhatian publik, termasuk dari DPR RI. Komisi XII DPR RI berencana meminta penjelasan kepada Kementerian ESDM dan Pertamina terkait mekanisme serta dasar perhitungan penyesuaian harga tersebut.

Penyesuaian harga ini hanya berlaku untuk BBM nonsubsidi. Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap tidak mengalami perubahan.

Berikut rangkuman lima fakta penting terkait kenaikan harga BBM Pertamax yang menjadi perhatian masyarakat.

Harga Pertamax naik jadi Rp16.250 per liter

PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga menetapkan perubahan harga untuk sejumlah BBM nonsubsidi mulai Juni 2026.

Salah satu produk yang mengalami kenaikan adalah Pertamax. Berdasarkan informasi dari Pertamina, harga Pertamax berubah dari sebelumnya Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter.

Selain Pertamax, produk Pertamax Green juga mengalami penyesuaian harga. BBM dengan campuran bahan bakar ramah lingkungan tersebut naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.

Kenaikan tersebut membuat harga dua produk Pertamina ini menjadi perhatian karena mengalami perubahan cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Harga BBM Pertamina Lainnya Masih Tetap

Meski Pertamax dan Pertamax Green mengalami kenaikan, tidak seluruh produk BBM Pertamina ikut berubah.

Harga Pertamax Turbo masih berada di angka Rp20.760 per liter. Kemudian Dexlite tetap dijual Rp23.000 per liter, sedangkan Pertamina Dex berada di harga Rp24.800 per liter.

Untuk BBM yang masuk kategori subsidi, harga juga masih sama. Pertalite tetap berada di level Rp10.000 per liter, sementara Biosolar subsidi tetap Rp6.800 per liter.

Dengan demikian, penyesuaian harga kali ini hanya berdampak pada beberapa jenis BBM nonsubsidi.

Pertamina ungkap alasan penyesuaian harga BBM

Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa perubahan harga BBM nonsubsidi dilakukan berdasarkan aturan dan formula yang telah ditetapkan pemerintah.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyampaikan bahwa perubahan harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi.

“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (10/6/2026).

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari pengelolaan energi untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan usaha, pelayanan kepada masyarakat, serta memastikan ketersediaan energi.

Pertamina memastikan proses penyesuaian harga tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku.

DPR akan panggil ESDM dan Pertamina

Kenaikan harga BBM nonsubsidi turut mendapat perhatian dari DPR RI. Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Dony Maryadi Oekon, menyebut pihaknya akan meminta penjelasan langsung dari Kementerian ESDM dan Pertamina.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui alasan serta metode perhitungan yang digunakan dalam menentukan kenaikan harga BBM.

“Kita dalam waktu dekat akan memanggil pihak terkait, dalam hal ini Kementerian ESDM dan Pertamina, untuk meminta penjelasan mengenai dasar dan cara perhitungan mereka dalam menaikkan harga BBM,” ujar Dony, Kamis (11/06/2026).

Dony mengatakan masyarakat perlu memperoleh informasi yang jelas mengenai kebijakan tersebut. Menurutnya, transparansi menjadi hal penting agar publik memahami faktor yang melatarbelakangi perubahan harga BBM.

“Mudah-mudahan setelah pertemuan nanti kita mendapat jawaban yang konkret,” katanya.

Kenaikan BBM berkaitan dengan harga minyak dunia

Dony juga menjelaskan bahwa perubahan harga BBM nonsubsidi tidak bisa dipisahkan dari kondisi pasar minyak global.

Menurutnya, harga BBM non-PSO mengikuti mekanisme harga internasional sehingga pergerakannya dapat dipengaruhi oleh naik turunnya harga minyak dunia.

“BBM non-PSO ini sudah terikat dengan harga internasional. Jadi mengikuti naik turunnya harga minyak dunia,” ujarnya.

Faktor geopolitik global menjadi salah satu hal yang ikut memengaruhi pergerakan harga minyak dunia. Kondisi tersebut kemudian dapat berdampak terhadap harga BBM yang mengikuti mekanisme pasar.

Kenaikan BBM Pertamax hingga Rp16.250 per liter menjadi perhatian karena menyangkut kebutuhan energi masyarakat. Pemerintah, DPR, dan Pertamina kini menjadi pihak yang disorot untuk memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kebijakan harga BBM nonsubsidi tersebut.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Redaksi Pewarta.co.id
Redaksi Pewarta.co.id
Portal berita Indonesia terkini 2026, viral terbaru dan terpopuler hari ini disajikan secara update. Bagian dari ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • 5 Fakta Harga BBM Pertamax Naik jadi Rp16.250 per Liter
  • 5 Fakta Harga BBM Pertamax Naik jadi Rp16.250 per Liter
  • 5 Fakta Harga BBM Pertamax Naik jadi Rp16.250 per Liter
  • 5 Fakta Harga BBM Pertamax Naik jadi Rp16.250 per Liter
  • 5 Fakta Harga BBM Pertamax Naik jadi Rp16.250 per Liter
  • 5 Fakta Harga BBM Pertamax Naik jadi Rp16.250 per Liter
Advertisement
Advertisement
Advertisement