Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
| LIVE

Siaran langsung pengajian akbar dalam rangka memperingati 1 Muharram 1448 Hijriah (H) atau Tahun Baru Islam. Digelar di Ngadiluwih, Kediri, Jawa Timur, pada Senin, 12 Juni 2026.

AS dan Iran Capai Kesepakatan Awal Akhiri Perang, Selat Hormuz Segera Dibuka

AS dan Iran capai kesepakatan awal akhiri perang, buka Selat Hormuz, hentikan blokade, dan bahas program nuklir Iran dalam perundingan.

AS dan Iran Capai Kesepakatan Awal Akhiri Perang, Selat Hormuz Segera Dibuka
AS dan Iran Capai Kesepakatan Awal Akhiri Perang, Selat Hormuz Segera Dibuka

PEWARTA.CO.ID — Perkembangan terbaru konflik Timur Tengah membawa kabar besar setelah Amerika Serikat dan Iran disebut mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama beberapa waktu. Kesepakatan tersebut mencakup penghentian operasi militer, pencabutan blokade, hingga rencana pembukaan kembali jalur pelayaran penting dunia, Selat Hormuz.

Pejabat dari kedua negara pada Minggu (14/6/2026) menyampaikan bahwa kedua pihak telah menyetujui kerangka awal menuju penghentian konflik. Meski begitu, pembahasan terkait program nuklir Iran masih akan menjadi bagian penting dalam tahap negosiasi berikutnya.

Kesepakatan awal itu langsung mendapat perhatian global karena berpotensi berdampak besar terhadap pasar energi dunia. Harga minyak internasional bergerak turun setelah kabar tersebut diumumkan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui unggahan di platform Truth Social menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran telah selesai dirancang.

“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah rampung,” tulis Presiden AS Donald Trump di platform Truth Social sekitar pukul 17.30 waktu setempat di Washington pada Minggu.

Pernyataan Trump muncul tidak lama setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan tercapainya kesepakatan tersebut. Pakistan diketahui berperan sebagai pihak yang membantu proses komunikasi antara kedua negara.

Nota kesepahaman itu direncanakan akan ditandatangani secara resmi pada Jumat (19/6) di Swiss.

Kesepakatan hentikan operasi militer di berbagai front

Hingga kini, rincian lengkap mengenai isi kesepakatan AS dan Iran belum seluruhnya dipublikasikan. Namun, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyebut bahwa perjanjian tersebut memuat seruan penghentian operasi militer secara menyeluruh.

Dalam unggahan di platform X, Sharif menyatakan pakta itu menyerukan “penghentian segera dan permanen operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon”.

Lebanon menjadi salah satu wilayah yang menjadi sorotan dalam proses negosiasi. Sebelumnya, Israel dan kelompok Hizbullah tetap melanjutkan serangan meski muncul berbagai seruan agar konflik dihentikan.

Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran juga menyatakan bahwa aktivitas perang serta operasi militer di seluruh wilayah konflik, termasuk Lebanon, akan dihentikan secara permanen mulai Senin malam.

Sementara itu, Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait perkembangan tersebut. Sebelumnya, pemerintah Israel menyatakan tidak terlibat langsung dalam pembicaraan antara Washington dan Teheran.

Selat Hormuz akan dibuka kembali

Salah satu poin penting dari kesepakatan tersebut adalah rencana pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur laut strategis yang menjadi salah satu rute utama pengiriman energi dunia.

Trump menyampaikan bahwa jalur tersebut akan kembali dibuka pada Jumat. Ia juga mengatakan telah memerintahkan penghentian blokade Amerika Serikat terhadap sejumlah pelabuhan Iran.

“Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!” tulis Trump.

Pengumuman itu langsung memberikan respons dari pasar global. Harga minyak mengalami penurunan pada perdagangan awal pekan. Kontrak minyak Brent turun sekitar 4 persen, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melemah lebih dari 4,6 persen.

Pasar saham di kawasan Asia juga bergerak menguat setelah muncul harapan bahwa konflik tersebut akan mereda.

Mantan juru bicara Departemen Luar Negeri AS pada era Presiden Joe Biden, Matthew Miller, menilai Trump telah memberikan sejumlah konsesi penting kepada Iran demi mengembalikan kondisi sebelum perang.

“Kita tidak memiliki jaminan bahwa program nuklir Iran akan benar-benar ditangani, tetapi Iran telah menunjukkan kepada dunia bahwa mereka dapat menyandera ekonomi global dan memperoleh sesuatu dari AS sebagai imbalannya,” tutur Miller.

Program nuklir Iran masih jadi pembahasan

Meski kesepakatan awal telah tercapai, isu mengenai program nuklir Iran masih menjadi persoalan utama yang belum selesai.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan pembahasan lebih luas akan dilakukan selama masa gencatan senjata selama 60 hari. Salah satu agenda utama adalah kemungkinan pelonggaran sanksi terhadap Iran.

Nasib program nuklir Iran juga diperkirakan menjadi salah satu bagian paling rumit dalam perundingan lanjutan.

Konflik sebelumnya menyebabkan ribuan orang, terutama di Iran dan Lebanon, meninggal dunia sejak serangan awal Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Iran kemudian melakukan serangan balasan terhadap Israel serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat. Situasi tersebut turut menyebabkan gangguan terhadap Selat Hormuz dan berdampak pada kenaikan harga energi global.

Sebagai respons, Amerika Serikat melakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Tekanan politik terhadap Trump

Konflik dengan Iran juga memberikan tekanan politik bagi Donald Trump dan Partai Republik menjelang pemilu sela November. Sejumlah survei menunjukkan meningkatnya kekhawatiran masyarakat Amerika Serikat akibat kenaikan harga bahan bakar.

Di sisi lain, Trump juga menghadapi tekanan dari sebagian anggota partainya yang menginginkan agar program nuklir Iran dihentikan secara menyeluruh.

Senator Partai Republik Lindsey Graham, yang dikenal memiliki pandangan keras terhadap Iran, menyambut kesepakatan tersebut. Namun, ia mengatakan akan tetap mengawasi perkembangan negosiasi terkait isu nuklir.

“Berdasarkan hukum kami, setiap kesepakatan nuklir dengan Iran harus diajukan ke Kongres untuk ditinjau dan diputuskan melalui pemungutan suara,” katanya. “Selamat kepada semua pihak yang telah membawa kita sampai pada tahap ini.”

Pada periode pertama pemerintahannya, Trump sebelumnya menarik Amerika Serikat keluar dari perjanjian nuklir Iran 2015 yang disusun pada masa pemerintahan Presiden Barack Obama.

Perjanjian tersebut sebelumnya memberikan keringanan sanksi kepada Teheran dengan imbalan pembatasan aktivitas nuklir serta inspeksi internasional.

Setelah Amerika Serikat keluar dari kesepakatan itu, Iran meningkatkan aktivitas pengayaan uranium. Jumlah material uranium yang dimiliki Iran juga menjadi salah satu persoalan utama dalam pembicaraan mendatang.

Trump soroti sikap Netanyahu

Kesepakatan antara AS dan Iran tercapai meski sebelumnya terjadi perbedaan pandangan antara Washington dan Israel.

Israel melakukan serangan ke Lebanon pada Minggu, langkah yang mendapat kritik dari Iran maupun Trump. Pemerintah Israel menyatakan tetap mempertahankan kebebasan melakukan operasi militer di Lebanon.

Sementara itu, Iran menjadikan penghentian konflik di Lebanon sebagai salah satu tuntutan penting dalam pembicaraan.

Menurut laporan media Israel N12 yang mengutip pejabat senior, Trump telah memberikan informasi terbaru kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai perkembangan menuju kesepakatan damai melalui percakapan telepon.

Dalam wawancara dengan The New York Times, Trump menyebut Netanyahu sebagai “sosok yang sangat sulit” dan menilai pemimpin Israel tersebut seharusnya berterima kasih karena Amerika Serikat telah membantu mencegah ancaman nuklir Iran.

Negara Eropa sambut kesepakatan

Sejumlah negara dunia menyambut perkembangan terbaru antara AS dan Iran.

Inggris, Jerman, Prancis, dan Italia menyatakan kesiapan untuk mencabut sanksi terhadap Iran apabila Teheran mengambil langkah nyata dan dapat diverifikasi terkait pembatasan program nuklirnya.

“Kami menegaskan bahwa kebebasan navigasi tanpa pungutan biaya harus segera dipulihkan di Selat Hormuz,” kata Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. “Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.”

Sebelum pengumuman resmi, pejabat Iran menyebut rancangan kesepakatan tersebut memungkinkan pencairan aset Iran yang sebelumnya dibekukan senilai 25 miliar dolar AS.

Sementara itu, pejabat Amerika Serikat mengatakan kesepakatan tersebut pada akhirnya dapat mengarah pada penghentian program nuklir Iran, termasuk penghancuran dan pemindahan stok uranium yang telah diperkaya tinggi.

Namun, pihak Iran menyatakan mereka tetap menolak tuduhan bahwa negaranya memiliki tujuan membuat senjata nuklir. Mereka menyebut rancangan kesepakatan memungkinkan pengenceran uranium yang telah diperkaya di dalam negeri.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Redaksi Pewarta.co.id
Redaksi Pewarta.co.id
Portal berita Indonesia terkini 2026, viral terbaru dan terpopuler hari ini disajikan secara update. Bagian dari ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • AS dan Iran Capai Kesepakatan Awal Akhiri Perang, Selat Hormuz Segera Dibuka
  • AS dan Iran Capai Kesepakatan Awal Akhiri Perang, Selat Hormuz Segera Dibuka
  • AS dan Iran Capai Kesepakatan Awal Akhiri Perang, Selat Hormuz Segera Dibuka
  • AS dan Iran Capai Kesepakatan Awal Akhiri Perang, Selat Hormuz Segera Dibuka
  • AS dan Iran Capai Kesepakatan Awal Akhiri Perang, Selat Hormuz Segera Dibuka
  • AS dan Iran Capai Kesepakatan Awal Akhiri Perang, Selat Hormuz Segera Dibuka
Advertisement
Advertisement