AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Pertemuan Darurat di Qatar Bahas Konflik Selat Hormuz
![]() |
| AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Pertemuan Darurat di Qatar Bahas Konflik Selat Hormuz |
PEWARTA.CO.ID — Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan telah menyepakati penghentian sementara aksi permusuhan terbaru di antara keduanya. Kedua negara juga dijadwalkan menggelar pertemuan darurat di Qatar pada Selasa (30/6/2026) untuk membahas ketegangan yang kembali memanas di kawasan strategis Selat Hormuz.
Kesepakatan ini muncul setelah sebelumnya kedua negara kembali terlibat aksi saling serang, yang menjadi insiden pertama sejak tercapainya nota kesepahaman penghentian konflik pada 17 Juni lalu.
Ketegangan dipicu perbedaan tafsir kesepakatan
Mengutip laporan Axios, konflik terbaru ini dipicu oleh perbedaan penafsiran terhadap nota kesepahaman (MOU) yang sebelumnya disepakati untuk mengakhiri perang, khususnya terkait aturan di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia.
Seorang pejabat senior AS kepada Axios menegaskan bahwa kedua pihak kini sepakat menghentikan eskalasi militer.
"Kami memutuskan untuk menghentikan semua aktivitas kinetik," kata pejabat tersebut, menggunakan istilah militer untuk menggambarkan penghentian serangan.
Kesepakatan awal dan isu jalur pelayaran
Sebelumnya, berdasarkan laporan TRT, dalam MOU tersebut Iran berkomitmen untuk memastikan keamanan jalur kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Sementara itu, Amerika Serikat sepakat mencabut blokade terhadap sejumlah pelabuhan di Iran.
Dalam pertemuan di Swiss pekan lalu, Wakil Presiden AS JD Vance bersama delegasi Iran juga sempat menyepakati pembentukan jalur komunikasi langsung antara militer AS dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Tujuannya untuk mengatur lalu lintas pelayaran di wilayah tersebut.
Namun hingga Sabtu (27/6/2026), jalur komunikasi yang disepakati itu dilaporkan belum berfungsi, meski Iran tetap menegaskan bahwa kapal-kapal harus melakukan koordinasi perjalanan.
Lokasi pertemuan berubah ke Qatar
Pertemuan yang awalnya direncanakan berlangsung di Swiss untuk membahas program nuklir Iran, akhirnya dipindahkan ke Doha, Qatar. Fokus pembahasan juga ikut bergeser, dari isu nuklir menjadi konflik dan keamanan di Selat Hormuz.
Perubahan ini terjadi seiring meningkatnya eskalasi terbaru yang kembali memicu ketegangan antara kedua negara.
Serangan balasan dan situasi yang belum stabil
Sebelumnya, pada Minggu (28/6/2026), The Wall Street Journal melaporkan bahwa pembicaraan antara AS dan Iran sempat terhenti akibat kembali pecahnya aksi saling serang.
Teheran mengklaim telah melancarkan serangan ke instalasi militer AS sebagai respons atas serangan Amerika terhadap fasilitas di wilayah Iran.
Namun, pihak AS menyebut bahwa serangan balasan Iran berupa drone dan rudal pada Sabtu malam tidak mencapai target yang dituju.
Pertukaran serangan akhir pekan tersebut sekaligus menguji kesepakatan awal yang dirancang untuk menghentikan permusuhan selama 60 hari pembicaraan teknis.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari kedua pihak yang secara terbuka mengindikasikan adanya de-eskalasi penuh atas situasi yang berkembang tersebut.
| 📡 LIVE