Awkarin Ungkap Kerja Sama dengan Hanania Travel Group, Ngaku Sistem Barter
![]() |
| Awkarin Ungkap Kerja Sama dengan Hanania Travel Group, Ngaku Sistem Barter |
PEWARTA.CO.ID — Kerja sama antara selebgram Karin Novilda atau yang dikenal sebagai Awkarin dengan Hanania Group akhirnya menjadi sorotan setelah terungkap bahwa hubungan keduanya tidak melibatkan pembayaran uang tunai. Kolaborasi tersebut disebut berlangsung dengan skema pertukaran jasa atau barter.
Kabar mengenai keterlibatan Awkarin dengan agen perjalanan tersebut muncul setelah adanya laporan dari sejumlah jemaah yang mengalami kendala keberangkatan umrah. Awkarin kemudian memberikan klarifikasi terkait bentuk kerja sama yang pernah dijalankan bersama Hanania Group.
Melalui kuasa hukumnya, Artahsasta, Awkarin menjelaskan bahwa promosi yang dilakukan bukan merupakan kerja sama berbayar seperti endorsement pada umumnya. Imbalan yang diterima berupa fasilitas perjalanan umrah.
Kerja sama Awkarin dan Hanania Group berupa barter jasa
Artahsasta menerangkan bahwa hubungan profesional antara kliennya dengan Hanania Group dilakukan dalam bentuk natura atau pemberian fasilitas sebagai kompensasi.
"Hubungan hukum atau kerja sama itu murni natura atau imbalan jasa nontunai, atau sederhananya barter. Hanania Group memberikan fasilitas umrah, lalu prestasinya Ibu Karin melakukan posting daily story," kata Artahsasta usai mendampingi kliennya di Polda Metro Jaya belum lama ini.
Dalam kerja sama tersebut, Awkarin diketahui membuat sejumlah konten promosi melalui akun Instagram miliknya. Konten yang dibuat terdiri dari unggahan foto maupun video pendek.
Total terdapat 12 konten yang dipublikasikan Awkarin selama masa kerja sama berlangsung. Rinciannya berupa 9 unggahan foto dan 3 video reels yang berkaitan dengan perjalanan umrah.
Kolaborasi tersebut terjadi ketika Awkarin menjalani perjalanan pada periode akhir Juli hingga awal Agustus 2024.
Awkarin prihatin dengan nasib para jemaah
Awkarin menyebut dirinya baru mengetahui adanya persoalan setelah muncul laporan dari masyarakat yang merasa dirugikan. Ia mengaku prihatin terhadap para jemaah yang mengalami kegagalan berangkat ke tanah suci.
Ia kemudian mendatangi Polda Metro Jaya untuk memberikan klarifikasi sekaligus membantu proses penanganan kasus yang tengah berjalan.
"Aku mau ngucapin turut prihatin dan berduka buat para korban yang sekarang kehilangan hak mereka. Di sini aku datang karena mau meluruskan dan bekerja sama dengan kepolisian agar korban dapat haknya kembali," ujar Awkarin.
Menurutnya, persoalan tersebut menjadi perhatian karena menyangkut banyak orang yang telah menantikan keberangkatan umrah.
Awkarin siap mendukung proses hukum
Selain memberikan penjelasan terkait keterlibatannya, Awkarin juga menyatakan dukungan terhadap para korban yang terdampak.
Ia menegaskan bahwa dirinya berada di pihak jemaah yang mengalami kerugian dan menyerahkan proses penyelesaian kepada pihak berwenang.
"Kita di sini ada di pihak korban, dan kita juga siap untuk mengawal ini. Kita percayakan ke pihak kepolisian untuk mencari keadilan bagi para korban," tuturnya.
Klarifikasi Awkarin tersebut menjadi penjelasan atas kerja samanya dengan Hanania Travel Group, sekaligus memperjelas bahwa hubungan yang terjalin sebelumnya merupakan bentuk kolaborasi dengan sistem barter jasa, bukan transaksi promosi berbayar.
| 📡 LIVE