BEI Perketat Pengawasan Pasar, Cegah Praktik Goreng Saham dan Manipulasi Transaksi
![]() |
| BEI Perketat Pengawasan Pasar, Cegah Praktik Goreng Saham dan Manipulasi Transaksi |
PEWARTA.CO.ID — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai memperkuat sistem pengawasan perdagangan saham guna mencegah berbagai potensi manipulasi transaksi, termasuk praktik yang dikenal sebagai goreng saham atau perdagangan terstruktur.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya otoritas bursa dalam menjaga kualitas pasar modal Indonesia agar tetap sehat, transparan, dan dipercaya oleh investor.
Direktur Utama terpilih BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, penguatan pengawasan dilakukan sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan pasar yang terus berkembang. Menurutnya, peningkatan sistem pengawasan menjadi hal penting untuk menjaga integritas perdagangan saham nasional.
Melalui pembaruan sistem dan penguatan mekanisme pemantauan, BEI berharap aktivitas perdagangan dapat berjalan lebih adil serta mampu memberikan rasa aman bagi investor domestik maupun internasional.
BEI Siapkan Penguatan Teknologi Pengawasan
BEI memastikan proses penyempurnaan sistem pengawasan transaksi terus berjalan. Otoritas bursa saat ini menyiapkan peningkatan teknologi agar aktivitas perdagangan yang berpotensi mencurigakan dapat terdeteksi lebih cepat.
Jeffrey menyebutkan, perbaikan tidak hanya dilakukan pada aspek teknologi, tetapi juga mencakup mekanisme pengawasan secara keseluruhan agar penanganan terhadap dugaan manipulasi pasar dapat lebih efektif.
"Perbaikan dari sisi pengawasan itu juga akan terus kita lakukan, sehingga ke depannya diharapkan pengawasan akan menjadi lebih efektif. Ya sehingga catatan terkait dengan manipulasi, orchestrated trading ya itu ke depan akan lebih baik lagi penanganannya," ujar Jeffrey saat berbincang dengan awak media di kantor BEI, Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Selain sistem pemantauan transaksi, BEI juga melakukan penguatan terhadap infrastruktur perdagangan serta memperbarui sejumlah aturan yang berkaitan dengan tata kelola pasar modal.
Reformasi Pasar Modal Tetap Berjalan
Di tengah upaya memperketat pengawasan, BEI menegaskan kebijakan tersebut tidak akan menghambat likuiditas perdagangan saham.
Aktivitas transaksi harian di pasar domestik tetap akan dijaga agar berjalan stabil. Bursa ingin menciptakan keseimbangan antara pengawasan yang ketat dengan kondisi perdagangan yang tetap aktif.
Peningkatan kualitas pasar modal ini juga menjadi bagian dari langkah BEI dalam memenuhi standar yang diperhatikan oleh lembaga pemeringkat internasional.
Jeffrey mengatakan, berbagai masukan dari pihak eksternal menjadi bahan evaluasi bagi BEI untuk memperbaiki aturan dan meningkatkan kualitas ekosistem pasar saham.
"Jadi catatan yang disampaikan oleh MSCI, kami sampaikan bahwa banyak hal-hal positif yang dipertahankan tetapi ada faktor-faktor yang diperlukan perbaikan itu yang memang sedang kita lakukan dalam rangkaian reformasi pasar modal ini," jelas Jeffrey.
Empat Fokus Utama Perbaikan BEI
Dalam proses reformasi pasar modal, BEI memiliki sejumlah agenda prioritas yang terus dikembangkan.
Beberapa fokus utama tersebut meliputi aturan keterbukaan informasi terkait kepemilikan saham di atas satu persen, penyediaan basis data investor yang lebih rinci, pengaturan batas saham beredar publik atau free float, serta pengawasan terhadap kepemilikan saham dengan tingkat konsentrasi tinggi.
Keempat aspek tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan pasar saham yang lebih terbuka dan memiliki tata kelola yang kuat.
Selain itu, BEI juga tetap melanjutkan pembenahan lain, seperti peningkatan infrastruktur sistem perdagangan, penyempurnaan regulasi teknis, hingga penguatan fungsi pengawasan internal.
"Kami akan terus bekerja melakukan reformasi, meningkatkan transparansi, meningkatkan tata kelola, ya kan. Selebihnya tentu itu adalah kegunaan dari pihak-pihak independen," kata Jeffrey.
Dengan berbagai langkah tersebut, BEI berharap kualitas pasar modal Indonesia semakin meningkat serta mampu menjaga kepercayaan investor dalam jangka panjang.
| LIVE