Danantara Bakal Rampingkan 300 BUMN, Ini Langkah Besar Pemerintah Perkuat Ekonomi Nasional
![]() |
| Danantara Bakal Rampingkan 300 BUMN, Ini Langkah Besar Pemerintah Perkuat Ekonomi Nasional |
PEWARTA.CO.ID — Rencana besar pemerintah untuk membenahi struktur badan usaha milik negara (BUMN) mulai memasuki tahap lanjutan. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara kini mempercepat proses restrukturisasi dengan target merampingkan ratusan entitas BUMN agar lebih efisien dan memiliki daya saing yang lebih kuat.
Langkah transformasi tersebut menjadi perhatian utama setelah jajaran Danantara melaporkan perkembangan proses konsolidasi kepada Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah ingin memastikan penguatan sektor usaha negara berjalan sesuai arah dan jadwal yang telah ditetapkan.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Roeslani menyampaikan bahwa pertemuan dengan Presiden menjadi bagian dari pembahasan percepatan perubahan struktur BUMN serta pengembangan sektor baru yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Saya diterima bapak Presiden Prabowo Subianto di kediamannya untuk membahas percepatan transformasi BUMN dan penguatan sektor-sektor baru penggerak pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Roeslani dalam pertemuannya dengan Prabowo di Kertanegara, dikutip dalam keterangannya, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Danantara dorong konsolidasi struktur BUMN
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menyatukan langkah dalam melakukan penataan besar-besaran terhadap perusahaan negara. Struktur BUMN yang dinilai terlalu banyak lapisan akan disederhanakan agar pengelolaan bisnis menjadi lebih efektif.
Melalui peran Danantara sebagai pengelola investasi negara, pemerintah ingin mengoptimalkan aset dan portofolio BUMN agar memiliki nilai ekonomi yang lebih besar. Konsolidasi ini juga diarahkan untuk mengurangi tumpang tindih bisnis antarperusahaan pelat merah.
Salah satu strategi yang disiapkan adalah menggabungkan sejumlah entitas usaha melalui skema merger dan restrukturisasi. Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap holding BUMN menjadi lebih fleksibel dalam menghadapi persaingan ekonomi global.
Rosan menjelaskan bahwa jumlah entitas BUMN saat ini masih cukup besar sehingga diperlukan penyederhanaan agar tata kelola perusahaan lebih kuat.
"Dari total 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 entitas telah berhasil dikonsolidasikan dan sekitar 300 entitas lainnya segera menyusul. Konsolidasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, dan memperbesar daya saing," jelas Rosan.
Ratusan entitas BUMN masuk tahap penataan
Program perampingan ini tidak hanya berfokus pada pengurangan jumlah perusahaan, tetapi juga bertujuan memperbaiki kualitas pengelolaan bisnis. Pemerintah menilai struktur usaha yang lebih sederhana dapat membantu BUMN bergerak lebih cepat dalam mengambil keputusan.
Selain itu, penggabungan sejumlah entitas juga diharapkan mampu menciptakan perusahaan negara yang lebih sehat secara finansial. Dengan pengelolaan yang terintegrasi, BUMN diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian.
Danantara akan berperan sebagai pusat koordinasi dalam pengelolaan investasi dan pengembangan bisnis strategis. Lembaga tersebut diharapkan mampu mengarahkan aset negara agar menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih optimal.
Fokus pengembangan sektor baru
Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo, pembahasan tidak hanya berkaitan dengan restrukturisasi BUMN. Danantara juga membicarakan peluang investasi di sejumlah sektor baru yang dianggap memiliki potensi pertumbuhan tinggi.
Beberapa sektor yang menjadi perhatian antara lain pariwisata, penyelenggaraan acara olahraga internasional, serta industri kreatif. Ketiga bidang tersebut dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi baru dengan dampak besar terhadap penciptaan lapangan kerja.
Rosan menyebut dukungan pendanaan terhadap sektor-sektor tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas sumber pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kami juga membahas peluang pengembangan sektor yang dapat didukung Danantara, pariwisata, event olahraga, dan industri kreatif, untuk menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan dan meningkatkan perputaran perekonomian nasional," kata Rosan.
Melalui transformasi BUMN dan pengembangan sektor baru, pemerintah berharap perekonomian nasional dapat tumbuh lebih kuat. Konsolidasi yang dilakukan Danantara menjadi salah satu langkah untuk membangun perusahaan negara yang lebih kompetitif dan siap menghadapi tantangan ekonomi ke depan.
| LIVE