Evaluasi Haji 2026: Wamenhaj Soroti Delay Penerbangan Saat Kepulangan Jemaah Haji
![]() |
| Evaluasi Haji 2026: Wamenhaj Soroti Delay Penerbangan Saat Kepulangan Jemaah Haji |
PEWARTA.CO.ID — Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyoroti persoalan keterlambatan atau delay penerbangan yang terjadi saat proses pemulangan jemaah haji. Isu ini menjadi salah satu catatan penting dalam evaluasi penyelenggaraan Haji 2026 yang tengah dibahas pemerintah.
Sorotan utama: Delay penerbangan saat kepulangan
Dalam keterangannya kepada awak media usai konferensi pers di Gedung Kementerian Haji dan Umrah RI, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026), Dahnil menegaskan bahwa pengurangan delay time menjadi fokus utama evaluasi tahun ini.
"Salah satu catatan penting kita adalah bagaimana memastikan mengurangi delay time. Delay time jemaah haji kita yang pulang,"
Ia menekankan bahwa keterlambatan penerbangan saat kepulangan jemaah haji perlu mendapat perhatian serius karena berdampak langsung pada kenyamanan jamaah yang ingin segera kembali ke rumah dan berkumpul dengan keluarga.
Performa penerbangan saat keberangkatan vs kepulangan
Dahnil mengungkapkan bahwa pada fase keberangkatan, tingkat ketepatan waktu penerbangan justru sangat baik. Namun, kondisi berbeda terjadi ketika jemaah mulai dipulangkan ke Tanah Air.
"Garuda ketika keberangkatan itu tingkat ketepatan waktunya kira-kira 98 persen. Tapi kemudian yang pulangnya itu agak menurun performance-nya,"
Perbedaan performa ini menjadi salah satu alasan utama Kementerian Haji dan Umrah RI memasukkan aspek delay time sebagai bahan evaluasi penting untuk musim haji berikutnya.
Evaluasi untuk musim haji berikutnya
Pemerintah menilai perlunya perbaikan sistem agar keterlambatan penerbangan tidak kembali terjadi dalam jumlah tinggi pada fase kepulangan jemaah.
"Oleh sebab itu, catatan kita ke depan memang harus ada evaluasi delay time itu jangan persentasenya tinggi sekali ketika kepulangan. Kenapa? Karena kepulangan itu seringkali jemaah itu ingin cepat tiba di kediaman dan mereka ingin berkumpul dengan keluarga,"
Evaluasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus memberikan pengalaman yang lebih baik bagi jemaah haji Indonesia.
Imbauan terkait penyambutan jemaah di daerah
Selain persoalan penerbangan, Kemenhaj RI juga menyoroti pola penyambutan jemaah oleh pemerintah daerah yang dinilai perlu disederhanakan.
Dahnil bahkan telah menginstruksikan agar tidak ada rangkaian acara yang berlebihan di titik kedatangan jemaah.
"Jadi mohon pejabat-pejabat daerah begitu jangan banyak seremonial pidato-pidato panjang, sambut saja kemudian biarkan jemaah kita kembali ke kediaman masing-masing,"
Dengan imbauan tersebut, diharapkan proses kepulangan jemaah dapat berjalan lebih lancar, cepat, dan tetap berfokus pada kenyamanan para jamaah setelah menunaikan ibadah haji.
| 📡 LIVE