Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
| 📡 LIVE

ACARA: Pengajian Akbar bersama KH. Lukman Syafi'i dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 2026 / 1 Muharram 1448 H. Disiarkan langsung dari Kediri, Jawa Timur. Dimeriahkan bintang tamu grup lawak Cak Percil Cs.

Haji 2026 Sukses Digelar, Pemerintah Target Pangkas Masa Tunggu Haji di Bawah 26 Tahun

Haji 2026 sukses digelar dengan layanan lebih baik, pemerintah target pangkas masa tunggu haji di bawah 26 tahun untuk jemaah Indonesia.

Haji 2026 Sukses Digelar, Pemerintah Target Pangkas Masa Tunggu Haji di Bawah 26 Tahun
Haji 2026 Sukses Digelar, Pemerintah Target Pangkas Masa Tunggu Haji di Bawah 26 Tahun

PEWARTA.CO.ID — Penyelenggaraan ibadah haji 2026 menjadi sorotan setelah pemerintah memastikan seluruh rangkaian perjalanan jemaah Indonesia di Tanah Suci berjalan lancar. Keberhasilan tersebut menjadi pijakan baru untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperpendek masa tunggu keberangkatan haji bagi masyarakat.

Sebanyak 220.247 jemaah haji reguler Indonesia telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Para jemaah kini mulai kembali ke Tanah Air, dengan kepulangan kelompok terbang terakhir dijadwalkan tiba pada 1 Juli 2026.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menyebut keberhasilan pelaksanaan haji tahun ini tidak terlepas dari persiapan panjang serta berbagai inovasi yang dilakukan sebelum musim haji berlangsung.

"Alhamdulillah, amanah besar ini berhasil kita selenggarakan dengan sangat baik," kata Qodari seperti dikutip dari keterangan resmi Bakom RI, Senin (22/6/2026).

Perubahan besar dalam pengelolaan haji nasional

Pelaksanaan haji tahun ini juga menjadi catatan penting karena untuk pertama kalinya seluruh proses penyelenggaraan berada di bawah koordinasi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).

Lembaga tersebut merupakan institusi baru yang dibentuk pada 2025. Kehadiran Kemenhaj menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat tata kelola haji agar lebih terarah dan memberikan pelayanan yang semakin optimal kepada jemaah.

Berbagai peningkatan layanan mulai diterapkan sejak sebelum keberangkatan. Pemerintah melakukan percepatan proses administrasi, termasuk pengurusan visa serta distribusi Kartu Nusuk kepada para jemaah.

Kartu Nusuk berfungsi sebagai identitas digital yang membantu proses pengenalan jemaah, akses berbagai layanan, hingga pemantauan selama berada di Arab Saudi.

Selain itu, layanan fast track melalui skema Makkah Route juga semakin dimaksimalkan. Program tersebut bertujuan mempercepat proses pemeriksaan keimigrasian sehingga jemaah dapat langsung melanjutkan perjalanan tanpa harus menghadapi antrean panjang saat tiba di Bandara Jeddah maupun Madinah.

Peningkatan pelayanan juga dilakukan pada sektor tempat tinggal, konsumsi makanan, serta transportasi bagi jemaah selama menjalankan ibadah.

"Komitmen pemerintah sangat jelas, prioritas pemerintah adalah kenyamanan, ketertiban, dan kebahagiaan para jemaah selama beribadah," ujar Qodari dalam keterangan resmi Bakom RI.

Jemaah beri apresiasi atas pelayanan haji 2026

Kesuksesan pelaksanaan haji tahun ini juga mendapat tanggapan positif dari sejumlah jemaah yang telah kembali. Salah satunya M. Arsad, jemaah lansia berusia 75 tahun asal Jakarta yang harus menunggu selama 12 tahun sebelum mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci.

Bagi Arsad, perjalanan ibadah tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga dan sulit dilupakan.

"Alhamdulillah, satu kehormatan yang tak bisa dibayar," kata Arsad, jemaah dari KBIHU Ar-Risalah Jakarta.

Apresiasi serupa juga disampaikan Syaiful, jemaah asal Jakarta Timur. Ia menilai petugas di lapangan mampu memberikan pelayanan dengan cepat dan membantu jemaah selama proses ibadah berlangsung.

Tidak hanya pelayanan petugas, fasilitas konsumsi yang diberikan juga menjadi perhatian. Menurutnya, kebutuhan makanan jemaah tercukupi dengan baik, termasuk ketika berada di kawasan Mina.

"Makanan berlimpah ruah, apa saja ada. Termasuk di Mina ada es krim," ujar Syaiful dalam keterangan yang sama.

Masa tunggu haji berhasil dipangkas

Di balik keberhasilan penyelenggaraan haji 2026, pemerintah juga menyoroti pencapaian lain berupa pengurangan masa tunggu keberangkatan.

Sebelumnya, masa antrean haji di sejumlah wilayah Indonesia bisa mencapai 47 tahun. Kini, pemerintah berhasil memangkasnya menjadi 26 tahun secara lebih merata di seluruh daerah.

Meski begitu, pemerintah menegaskan upaya tersebut belum berhenti. Presiden Prabowo Subianto mendorong agar masa tunggu haji dapat terus dikurangi sehingga masyarakat bisa mendapatkan kesempatan berangkat lebih cepat.

"Presiden menginstruksikan kementerian/lembaga terkait untuk menyusun mekanisme dan mencari berbagai alternatif solusi agar masa tunggu haji dapat dipersingkat lebih lanjut," kata Qodari.

Pemerintah optimistis sistem penyelenggaraan haji Indonesia akan terus berkembang. Berbagai pembenahan yang dilakukan pada musim haji 2026 diharapkan menjadi dasar untuk menghadirkan pelayanan yang semakin baik pada tahun-tahun berikutnya.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Redaksi Pewarta.co.id
Redaksi Pewarta.co.id
Portal berita Indonesia terkini 2026, viral terbaru dan terpopuler hari ini disajikan secara update. Bagian dari ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • Haji 2026 Sukses Digelar, Pemerintah Target Pangkas Masa Tunggu Haji di Bawah 26 Tahun
  • Haji 2026 Sukses Digelar, Pemerintah Target Pangkas Masa Tunggu Haji di Bawah 26 Tahun
  • Haji 2026 Sukses Digelar, Pemerintah Target Pangkas Masa Tunggu Haji di Bawah 26 Tahun
  • Haji 2026 Sukses Digelar, Pemerintah Target Pangkas Masa Tunggu Haji di Bawah 26 Tahun
  • Haji 2026 Sukses Digelar, Pemerintah Target Pangkas Masa Tunggu Haji di Bawah 26 Tahun
  • Haji 2026 Sukses Digelar, Pemerintah Target Pangkas Masa Tunggu Haji di Bawah 26 Tahun
Advertisement
Advertisement
Advertisement