Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
| LIVE

ACARA: Pertunjukan bakat seni siswa/i PAUD Cahaya Pertama Abadi (CPA) Kota Batu, Jawa Timur. Kegiatan seremonial dalam rangka Hari Kartini 2026 di sekolah milik Yuni Shara.

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Pertamina Ungkap Baru 50 Persen dari Harga Keekonomian

Penyesuaian harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter, namun Pertamina menyebut baru 50 persen dari harga keekonomian.

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Pertamina Ungkap Baru 50 Persen dari Harga Keekonomian
Ilustrasi: SPBU Pertamina. (Dok. Canva)

PEWARTA.CO.ID — PT Pertamina Patra Niaga akhirnya memberikan penjelasan terkait penyesuaian harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax yang resmi naik menjadi Rp16.250 per liter sejak 10 Juni 2026. Meski mengalami kenaikan, perusahaan menegaskan bahwa harga tersebut masih berada di bawah harga keekonomian yang seharusnya.

Penyesuaian mengikuti mekanisme pasar

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyebut bahwa penyesuaian harga yang dilakukan saat ini masih berada pada level 50 persen dari selisih harga pasar yang berlaku.

"Penyesuaian harga Pertamax yang dilakukan saat ini adalah 50% dari selisih harga pasar," kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun di Jakarta.

Ia menambahkan bahwa jika dibandingkan dengan negara-negara di kawasan ASEAN, harga Pertamax masih tergolong lebih kompetitif sehingga tetap mendukung daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi.

Masih kompetitif di kawasan ASEAN

Pertamina menegaskan bahwa meskipun ada kenaikan harga, posisi BBM nonsubsidi Indonesia masih relatif terjaga dibandingkan negara tetangga. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan dalam menjaga keseimbangan antara kondisi pasar dan kemampuan masyarakat.

Mengacu formula pemerintah

Kenaikan harga Pertamax dari sebelumnya Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter disebut sudah mengikuti mekanisme harga pasar yang ditetapkan pemerintah melalui formula yang berlaku.

Roberth menegaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan ketentuan yang menyebutkan bahwa Pertamax series merupakan BBM nonsubsidi yang harganya mengikuti perkembangan parameter ekonomi.

“BBM nonsubsidi seperti Pertamax series merupakan produk yang harga jualnya disesuaikan dengan perkembangan kondisi pasar dan faktor-faktor ekonomi yang memengaruhi biaya pengadaan energi," ujar Roberth.

Ia juga menjelaskan bahwa evaluasi harga dilakukan secara berkala sesuai dinamika ekonomi yang terjadi di pasar.

“Pada prinsipnya, harga BBM non subsidi dilakukan evaluasi secara berkala setiap bulan sesuai perkembangan parameter keekonomian. Namun demikian, implementasinya tetap memperhatikan kebijakan yang ditetapkan pemerintah,” tambahnya.

Dampak kondisi global dan komitmen Pertamina

Di tengah fluktuasi harga minyak dunia yang dipengaruhi dinamika geopolitik global, pemerintah tetap berupaya menjaga agar harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax series tidak mengalami lonjakan yang terlalu tinggi.

Penyesuaian pada Juni ini disebut mempertimbangkan kondisi pasar internasional, namun tetap memperhatikan daya beli masyarakat di dalam negeri.

“Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen menjalankan penugasan pemerintah sekaligus menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat," katanya.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Redaksi Pewarta.co.id
Redaksi Pewarta.co.id
Portal berita Indonesia terkini 2026, viral terbaru dan terpopuler hari ini disajikan secara update. Bagian dari ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Pertamina Ungkap Baru 50 Persen dari Harga Keekonomian
  • Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Pertamina Ungkap Baru 50 Persen dari Harga Keekonomian
  • Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Pertamina Ungkap Baru 50 Persen dari Harga Keekonomian
  • Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Pertamina Ungkap Baru 50 Persen dari Harga Keekonomian
  • Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Pertamina Ungkap Baru 50 Persen dari Harga Keekonomian
  • Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Pertamina Ungkap Baru 50 Persen dari Harga Keekonomian
Advertisement
Advertisement
Advertisement