Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
| 📡 LIVE

ACARA: Pengajian Akbar bersama KH. Lukman Syafi'i dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 2026 / 1 Muharram 1448 H. Disiarkan langsung dari Kediri, Jawa Timur. Dimeriahkan bintang tamu grup lawak Cak Percil Cs.

Jakarta Perkuat Ketahanan Pesisir, Mangrove Jadi Benteng Hadapi Banjir Rob dan Perubahan Iklim

Jakarta perkuat ketahanan pesisir, mangrove jadi benteng hadapi banjir rob dan perubahan iklim melalui konservasi kawasan pesisir berkelanjutan.

Jakarta Perkuat Ketahanan Pesisir, Mangrove Jadi Benteng Hadapi Banjir Rob dan Perubahan Iklim
Jakarta Perkuat Ketahanan Pesisir, Mangrove Jadi Benteng Hadapi Banjir Rob dan Perubahan Iklim

PEWARTA.CO.ID — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat strategi menjaga kawasan pesisir dari berbagai ancaman lingkungan yang semakin meningkat. Risiko banjir rob, abrasi, hingga dampak perubahan iklim menjadi perhatian serius sehingga upaya konservasi kawasan pesisir terus dikembangkan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mempertahankan keberadaan kawasan mangrove di wilayah pesisir utara Jakarta. Ekosistem mangrove dinilai memiliki peran penting sebagai pelindung alami sekaligus bagian dari upaya membangun kota yang lebih berkelanjutan.

Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi Pendapatan Badan Pendapatan Daerah Jakarta, Morris Danny, keberadaan kawasan konservasi tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga mendukung keseimbangan pembangunan kota dalam jangka panjang.

"Retribusi daerah memiliki peran dalam membiayai berbagai kebutuhan, termasuk peningkatan kualitas infrastruktur, kebersihan, fasilitas umum, serta pengelolaan kawasan wisata dan konservasi," ujar Morris, Selasa (30/6/2026).

Hutan Lindung Mangrove Angke jadi penyangga pesisir Jakarta

Salah satu kawasan yang memiliki fungsi penting dalam menjaga ekosistem pesisir adalah Hutan Lindung Mangrove Angke yang berada di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara.

Kawasan konservasi tersebut memiliki luas sekitar 44,76 hektare dan menjadi salah satu area hijau yang berperan sebagai penyangga alami bagi wilayah pesisir ibu kota.

Selain menjadi ruang terbuka hijau, kawasan mangrove ini juga membantu mengurangi berbagai dampak lingkungan, mulai dari ancaman abrasi, erosi, hingga pencemaran laut.

Keberadaan mangrove juga dinilai mampu membantu menghadapi risiko kenaikan permukaan air laut yang menjadi salah satu tantangan besar akibat perubahan iklim.

Dengan kondisi geografis Jakarta yang berada di wilayah pesisir, keberadaan ekosistem seperti mangrove menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketahanan lingkungan.

Menjadi habitat beragam flora dan fauna

Tidak hanya berfungsi sebagai pelindung pesisir, kawasan Hutan Lindung Mangrove Angke juga menjadi tempat hidup berbagai jenis tumbuhan dan satwa.

Di area tersebut terdapat sedikitnya 15 jenis tanaman mangrove yang tumbuh dan berkembang. Kawasan ini juga menjadi habitat bagi sejumlah satwa pesisir seperti burung belibis, bangau abu, cekakak sungai, elang laut perut putih, elang tiram, biawak air, raja udang biru, serta berbagai jenis satwa lainnya.

Keanekaragaman hayati tersebut menunjukkan bahwa kawasan konservasi mangrove memiliki nilai ekologis yang besar bagi Jakarta.

Selain menjaga lingkungan, kawasan tersebut juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk mengenal pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

Retribusi kawasan konservasi mendukung pelestarian

Morris Danny menjelaskan bahwa keberadaan kawasan konservasi juga memberikan manfaat dari sisi ekonomi melalui penerimaan retribusi daerah.

Setiap tiket masuk yang dibayarkan oleh pengunjung menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dana tersebut nantinya dapat mendukung berbagai kebutuhan pembangunan serta pelayanan publik.

"Dalam konteks Hutan Lindung Mangrove Angke, retribusi yang terkumpul juga dapat mendukung pemeliharaan, rehabilitasi, dan pelestarian kawasan. Setiap kunjungan yang dilakukan secara bertanggung jawab menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan ekosistem mangrove di Jakarta," katanya.

Dengan adanya dukungan dari masyarakat melalui kunjungan yang tertib dan bertanggung jawab, kawasan konservasi diharapkan dapat terus terjaga.

Masyarakat diajak ikut menjaga lingkungan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mendorong masyarakat untuk ikut berperan dalam menjaga kawasan konservasi pesisir.

Peran tersebut dapat dilakukan melalui tindakan sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan lingkungan, menaati aturan kawasan, serta ikut mendukung berbagai program pelestarian.

Kesadaran masyarakat menjadi salah satu faktor penting agar fungsi kawasan mangrove tetap berjalan secara optimal.

Melalui penguatan kawasan konservasi, Jakarta berharap ketahanan pesisir dapat semakin meningkat di tengah ancaman banjir rob dan perubahan iklim yang terus menjadi tantangan.

Kawasan mangrove bukan hanya menjadi ruang hijau, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keseimbangan alam dan keberlanjutan wilayah pesisir Jakarta.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Redaksi Pewarta.co.id
Redaksi Pewarta.co.id
Portal berita Indonesia terkini 2026, viral terbaru dan terpopuler hari ini disajikan secara update. Bagian dari ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • Jakarta Perkuat Ketahanan Pesisir, Mangrove Jadi Benteng Hadapi Banjir Rob dan Perubahan Iklim
  • Jakarta Perkuat Ketahanan Pesisir, Mangrove Jadi Benteng Hadapi Banjir Rob dan Perubahan Iklim
  • Jakarta Perkuat Ketahanan Pesisir, Mangrove Jadi Benteng Hadapi Banjir Rob dan Perubahan Iklim
  • Jakarta Perkuat Ketahanan Pesisir, Mangrove Jadi Benteng Hadapi Banjir Rob dan Perubahan Iklim
  • Jakarta Perkuat Ketahanan Pesisir, Mangrove Jadi Benteng Hadapi Banjir Rob dan Perubahan Iklim
  • Jakarta Perkuat Ketahanan Pesisir, Mangrove Jadi Benteng Hadapi Banjir Rob dan Perubahan Iklim
Advertisement
Advertisement
Advertisement