Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
| LIVE

ACARA: Pengajian Akbar bersama KH. Lukman Syafi'i dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 2026 / 1 Muharram 1448 H. Disiarkan langsung dari Kediri, Jawa Timur. Dimeriahkan bintang tamu grup lawak Cak Percil Cs.

Kemarau Picu Kekeringan di 3 Provinsi, BNPB Salurkan Ribuan Liter Air Bersih

Kemarau picu kekeringan di 3 provinsi, BNPB salurkan air bersih untuk warga terdampak di Jawa Barat, NTB, dan Jawa Tengah.

Kemarau Picu Kekeringan di 3 Provinsi, BNPB Salurkan Ribuan Liter Air Bersih
Kemarau Picu Kekeringan di 3 Provinsi, BNPB Salurkan Ribuan Liter Air Bersih

PEWARTA.CO.ID — Musim kemarau yang mulai berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia berdampak pada ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya kekeringan yang melanda tiga provinsi hingga Minggu (21/6/2026).

Wilayah yang terdampak kekeringan tersebut berada di Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Jawa Tengah. Kondisi ini membuat pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan pendistribusian air bersih untuk membantu warga yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.

Kekeringan melanda Kabupaten Bekasi

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa kekeringan mulai terjadi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sejak awal Juni 2026.

Beberapa wilayah yang terdampak antara lain Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, serta Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah.

Sebagai bentuk penanganan awal, BPBD Kabupaten Bekasi telah mengirimkan bantuan air bersih kepada warga di dua desa terdampak dengan total distribusi mencapai 10.000 liter.

"Wilayah terdampak antara lain Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, dan Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah. Merespons hal itu, BPBD Kabupaten Bekasi mendistribusikan air bersih sebanyak 10.000 liter ke dua desa terdampak," ungkap Aam, sapaan akrab Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya, Minggu.

Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi kekeringan berlangsung.

Warga Kabupaten Bima juga kesulitan air bersih

Selain Jawa Barat, dampak musim kemarau juga dirasakan masyarakat Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

BPBD Kabupaten Bima menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 10.000 liter kepada warga Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, pada Sabtu (20/6/2026).

Distribusi air dilakukan sebagai upaya mengurangi dampak kekeringan yang menyebabkan warga mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih.

"Hal ini dilakukan untuk mengurangi dampak kekeringan dan kesulitan air bersih yang dialami warga," katanya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kebutuhan air bersih menjadi semakin penting ketika sumber air mulai berkurang akibat musim kemarau.

Banjarnegara distribusikan empat tangki air

Kekeringan juga terjadi di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. BPBD setempat melakukan pendistribusian air bersih kepada warga Desa Serang, Kecamatan Bawang.

Pada Sabtu (20/6/2026), BPBD Kabupaten Banjarnegara menyalurkan empat tangki air dengan kapasitas masing-masing mencapai 5.000 liter.

Bantuan tersebut diberikan setelah masyarakat mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih sejak memasuki musim kemarau pada awal Juni 2026.

"Pendistribusian ini dilakukan karena warga Desa Serang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Hal ini terjadi setelah masuknya musim kemarau sejak awal Juni 2026," ujar Aam.

BNPB imbau warga hemat penggunaan air

Melihat sejumlah wilayah mulai terdampak kekeringan, BNPB mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan air bersih.

Abdul Muhari menyebut warga perlu menghemat pemakaian air serta memprioritaskan kebutuhan utama. Masyarakat juga disarankan menyiapkan tempat penampungan air hujan sebagai langkah antisipasi ketika ketersediaan air mulai menurun.

Selain masyarakat, pemerintah daerah juga diminta mengambil langkah pencegahan agar dampak kekeringan dapat diminimalkan.

"Kemudian, bagi pemerintah daerah agar melakukan pencegahan dan penanganan kekeringan dengan cara membuat embung atau tempat penampungan air berskala besar sebagai cadangan air bagi warga," imbaunya.

Dengan adanya distribusi air bersih dan langkah antisipasi tersebut, penanganan kekeringan akibat musim kemarau di sejumlah wilayah diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan membantu masyarakat yang terdampak.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Redaksi Pewarta.co.id
Redaksi Pewarta.co.id
Portal berita Indonesia terkini 2026, viral terbaru dan terpopuler hari ini disajikan secara update. Bagian dari ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • Kemarau Picu Kekeringan di 3 Provinsi, BNPB Salurkan Ribuan Liter Air Bersih
  • Kemarau Picu Kekeringan di 3 Provinsi, BNPB Salurkan Ribuan Liter Air Bersih
  • Kemarau Picu Kekeringan di 3 Provinsi, BNPB Salurkan Ribuan Liter Air Bersih
  • Kemarau Picu Kekeringan di 3 Provinsi, BNPB Salurkan Ribuan Liter Air Bersih
  • Kemarau Picu Kekeringan di 3 Provinsi, BNPB Salurkan Ribuan Liter Air Bersih
  • Kemarau Picu Kekeringan di 3 Provinsi, BNPB Salurkan Ribuan Liter Air Bersih
Advertisement
Advertisement
Advertisement