Kepulangan Jemaah Haji Indonesia dari Madinah Berjalan Lancar, Kemenhaj Ungkap Kendala di Bandara
![]() |
| Kepulangan Jemaah Haji Indonesia dari Madinah Berjalan Lancar, Kemenhaj Ungkap Kendala di Bandara |
PEWARTA.CO.ID — Proses kepulangan jemaah haji Indonesia melalui Bandara Madinah, Arab Saudi, berjalan tertib dan terkendali. Kementerian Haji (Kemenhaj) menyebut seluruh rangkaian pemulangan berlangsung dengan baik, meskipun masih terdapat sejumlah kendala yang harus menjadi perhatian jemaah.
Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaf menyampaikan bahwa jadwal kepulangan jemaah haji Indonesia dari Bandara Madinah hari ini mencakup 21 kelompok terbang (kloter). Total terdapat sekitar 8.132 jemaah beserta petugas yang diberangkatkan menuju Tanah Air.
“Saat ini proses kepulangan jemaah haji kita Alhamdulillah berjalan selamat, lancar, tertib, dan cukup terkendali. Pada hari ini, ada 21 kloter yang akan diberangkatkan menuju Tanah Air dengan jumlah sekitar 8.132 jemaah dan petugas dari Bandara Madinah,” kata Maria Assegaf di Bandara Madinah.
Mayoritas Jemaah Sudah Patuhi Aturan Kepulangan
Maria menjelaskan, sebagian besar jemaah haji Indonesia telah mengikuti berbagai ketentuan yang diberlakukan selama proses keberangkatan pulang.
Kepatuhan tersebut terlihat dari pengelolaan barang bawaan, aturan terkait air zamzam, hingga penyimpanan dokumen perjalanan seperti paspor. Hal ini dinilai membantu memperlancar pemeriksaan dan proses keberangkatan di bandara.
Namun, pihak Kemenhaj masih menemukan beberapa kendala yang cukup sering terjadi. Permasalahan tersebut umumnya berkaitan dengan barang bawaan yang melebihi ketentuan serta dokumen penting yang tidak tersimpan dengan baik.
“Masih ada beberapa kendala yang biasa terjadi di bandara, seperti barang bawaan yang berlebihan dan paspor yang terselip, tertinggal, atau tidak berada dalam jangkauan jemaah,” ujarnya.
Jemaah Diminta Tidak Membawa Air Zamzam Dalam Bagasi
Salah satu hal yang kembali menjadi perhatian Kemenhaj adalah aturan membawa air zamzam. Maria mengingatkan jemaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi karena distribusi air zamzam telah disiapkan oleh pihak penyelenggara.
Setiap jemaah nantinya akan menerima air zamzam ketika tiba di debarkasi masing-masing di Indonesia. Dengan demikian, jemaah tidak perlu membawa tambahan air zamzam di dalam koper yang berpotensi menghambat proses pemeriksaan.
“Kami mengimbau jemaah untuk tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi. Jangan khawatir, karena setiap jemaah akan mendapatkan lima liter air zamzam saat tiba di debarkasi masing-masing di Tanah Air,” katanya.
Selain aturan barang bawaan, Kemenhaj juga mengingatkan jemaah agar selalu menyimpan paspor dan dokumen penting lainnya secara pribadi. Dokumen tersebut harus berada di tempat yang mudah dijangkau ketika diperlukan selama proses pemeriksaan.
“Pastikan paspor berada di tas yang mudah dijangkau dan jangan sampai dititipkan kepada orang lain. Ada kasus di mana paspor dititipkan kepada saudara atau keluarga yang sudah lebih dahulu masuk sehingga menimbulkan kendala saat pemeriksaan,” ujar Maria.
Tingkat Kepatuhan Jemaah Haji Indonesia Meningkat
Di sisi lain, Maria mengapresiasi peningkatan kedisiplinan jemaah haji Indonesia dalam mengikuti aturan kepulangan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, sosialisasi yang dilakukan pemerintah dengan dukungan berbagai pihak, termasuk media, memberikan dampak positif terhadap pemahaman jemaah mengenai prosedur kepulangan.
“Berdasarkan pantauan kami, tingkat kepatuhan jemaah Alhamdulillah semakin meningkat. Pelanggaran, termasuk terkait membawa air zamzam di dalam koper, sudah mulai menurun karena edukasi dan imbauan yang terus dilakukan sejak awal,” katanya.
Ia berharap kesadaran jemaah terus terjaga agar seluruh rangkaian pemulangan dapat berjalan aman, nyaman, dan tanpa hambatan berarti.
Maria juga menyampaikan apresiasi kepada para jemaah yang telah mengikuti aturan selama proses kepulangan berlangsung.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jemaah yang sudah tertib dan patuh terhadap aturan kepulangan, sehingga seluruh proses dapat berjalan dengan lebih lancar dan teratur,” katanya.
| LIVE