Lebih dari 114 Ribu Jemaah Haji Indonesia Telah Pulang, Kemenhaj Apresiasi Kepatuhan di Masa Kepulangan
![]() |
| Lebih dari 114 Ribu Jemaah Haji Indonesia Telah Pulang, Kemenhaj Apresiasi Kepatuhan di Masa Kepulangan |
PEWARTA.CO.ID — Proses kepulangan jemaah haji Indonesia terus berjalan dengan lancar, aman, dan tertib. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat hingga hari ke-59 operasional haji dan hari ke-17 fase pemulangan, lebih dari 114 ribu jemaah serta petugas telah kembali ke Tanah Air.
Angka tersebut setara dengan sekitar 55 persen dari total jemaah haji Indonesia tahun ini yang telah menyelesaikan perjalanan ibadah di Tanah Suci.
Ribuan jemaah haji telah kembali ke Indonesia
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengungkapkan bahwa proses kepulangan berlangsung bertahap melalui dua bandara utama di Arab Saudi.
“Alhamdulillah hingga hari ini, sebanyak 267 kloter telah diberangkatkan melalui Bandara Jeddah dan 33 kloter melalui Bandara Madinah. Sementara itu, total yang telah tiba di Indonesia mencapai 114.236 jemaah dan petugas.”
Data tersebut menunjukkan bahwa ribuan jemaah terus kembali setiap harinya melalui sistem keberangkatan yang telah dijadwalkan secara teratur.
Pergerakan gelombang kedua dari Makkah ke Madinah
Selain kepulangan langsung ke Indonesia, Kemenhaj juga mencatat adanya pergerakan jemaah dalam gelombang kedua pemulangan.
Sebanyak 192 kloter atau sekitar 74.441 jemaah dan petugas telah diberangkatkan dari Makkah menuju Madinah sebelum kembali ke Tanah Air.
Langkah ini menjadi bagian dari pengaturan arus kepulangan agar proses berjalan lebih tertib dan tidak menumpuk di satu titik keberangkatan.
Kepatuhan jemaah jadi kunci kelancaran
Kemenhaj memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), pemerintah Arab Saudi, serta para jemaah yang dinilai disiplin dalam mengikuti aturan perjalanan.
Salah satu aturan yang ditekankan adalah larangan membawa air zamzam dalam koper bagasi maupun tas kabin. Kepatuhan terhadap aturan ini disebut sangat membantu proses pemeriksaan di bandara.
“Kepatuhan ini sangat membantu petugas dalam menjaga keamanan, keselamatan, dan kelancaran penerbangan,” ujar Maria.
Imbauan penting untuk jemaah
Kemenhaj juga mengingatkan jemaah agar tetap menjaga dokumen perjalanan seperti paspor, memastikan barang bawaan sesuai ketentuan, serta menjaga kondisi kesehatan selama proses kepulangan berlangsung.
Adapun air zamzam akan dibagikan secara resmi setibanya jemaah di debarkasi Indonesia, sehingga tidak perlu dibawa dari Tanah Suci.
Pesan penutup: menjaga kemabruran haji
Menutup keterangannya, Maria mengingatkan bahwa ibadah haji tidak berhenti ketika jemaah meninggalkan Tanah Suci. Nilai-nilai spiritual yang diperoleh diharapkan terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari.
“Haji tidak berakhir saat jemaah meninggalkan Tanah Suci. Nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, persaudaraan, dan kepedulian sosial hendaknya terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
| LIVE