Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
| 📡 LIVE

ACARA: Pengajian Akbar bersama KH. Lukman Syafi'i dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 2026 / 1 Muharram 1448 H. Disiarkan langsung dari Kediri, Jawa Timur. Dimeriahkan bintang tamu grup lawak Cak Percil Cs.

Nilai Tukar Rupiah 29 Juni 2026 Hari Ini Menguat ke Rp17.840 per Dolar AS, Sentimen Domestik Jadi Pendorong Utama

Rupiah hari ini menguat ke Rp17.840 per dolar AS didorong sentimen domestik, efisiensi MBG, restrukturisasi BUMN, dan penolakan IMF. Simak analisanya.

Nilai Tukar Rupiah 29 Juni 2026 Hari Ini Menguat ke Rp17.840 per Dolar AS, Sentimen Domestik Jadi Pendorong Utama
Nilai Tukar Rupiah 29 Juni 2026 Hari Ini Menguat ke Rp17.840 per Dolar AS, Sentimen Domestik Jadi Pendorong Utama

PEWARTA.CO.ID — Nilai tukar rupiah hari ini membuka perdagangan awal pekan, Senin (29/6/2026), dengan penguatan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda tampil solid di tengah tekanan global yang masih bergejolak.

Berdasarkan data pasar spot, rupiah dibuka menguat 0,32 persen ke posisi Rp17.865 per dolar AS, lebih baik dibanding penutupan akhir pekan sebelumnya di level Rp17.922 per dolar AS. Tak berhenti di situ, penguatan terus berlanjut hingga menembus sekitar Rp17.840 per dolar AS pada sesi pagi.

Tekanan global tak menghalangi rupiah

Meski kondisi eksternal tidak sepenuhnya kondusif, rupiah justru mampu bergerak naik. Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pergerakan ini cukup menarik karena terjadi di tengah berbagai sentimen negatif global.

Ia menyebut pasar keuangan dunia sedang diwarnai ketegangan geopolitik yang meningkat.

"Pasar keuangan global sendiri sebenarnya sedang dihentak oleh pecahnya eskalasi pertempuran militer di Timur Tengah yang melibatkan ketegangan langsung antara kekuatan militer Amerika Serikat dan Iran, ditambah dengan kembali memanasnya tensi perang dagang internasional," kata Ibrahim dalam risetnya.

Tiga faktor domestik penopang rupiah

Menurut Ibrahim, penguatan rupiah kali ini justru lebih banyak ditopang faktor dalam negeri. Setidaknya ada tiga sentimen utama yang menjaga laju mata uang rupiah tetap perkasa di awal pekan.

Faktor pertama datang dari kebijakan efisiensi anggaran, terutama pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengalami penyesuaian besar.

"Pertama, tentang program unggulan MBG. Ini juga disunat anggarannya, dipotong anggarannya, itu dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun. Artinya apa? Ada pemotongan sebesar Rp50 triliun, tujuannya apa? Untuk memperkuat kondisi keuangan negara. Karena kita lihat bahwa deposit anggaran sudah di atas 6,2,68 persen," jelas Ibrahim.

Langkah tersebut dipandang pasar sebagai upaya memperkuat kesehatan fiskal di tengah tekanan defisit anggaran.

Restrukturisasi BUMN ikut dorong sentimen positif

Faktor kedua datang dari kebijakan besar pemerintah dalam melakukan perombakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Prabowo Subianto disebut mendorong konsolidasi besar-besaran terhadap struktur BUMN yang selama ini dinilai terlalu gemuk.

Dari hampir seribu perusahaan negara, rencananya akan dirampingkan menjadi sekitar 250 entitas inti. Kebijakan ini dinilai dapat menekan biaya operasional dan mengurangi potensi kebocoran anggaran.

"Artinya apa? Pemangkasan ini tujuannya adalah untuk mengurangi biaya anggaran yang cukup besar tiap PBN. Sehingga ini pun juga salah satu yang akan mempengaruhi deposit anggaran mendekati di Rp2,68. Artinya apa? Bahwa pemerintah ini benar-benar serius bahwa deposit APBN itu harus mendekati Rp2,68 atau di Rp2,7," jelas Ibrahim.

Penolakan pinjaman IMF jadi sinyal percaya diri

Sentimen ketiga yang memperkuat rupiah adalah keputusan pemerintah menolak tawaran bantuan dana darurat dari International Monetary Fund senilai 30 miliar dolar AS.

Langkah ini dipandang pasar sebagai sinyal kuatnya kepercayaan diri terhadap kondisi ekonomi domestik, yang masih mencatat pertumbuhan solid di level 5,61 persen pada kuartal pertama.

"Kalau kita fokuskan di Rp17.900. Artinya apa? Bahwa pemerintah menolak IMF ini pun juga merupakan sentimen positif bagi Rupiah yang menguat cukup tajam saat ini. Sehingga tiga faktor inilah yang membuat Rupiah menguat walaupun indeks harga saham gabungan pada saat pembukaan dibuka melemah," pungkas Ibrahim.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Redaksi Pewarta.co.id
Redaksi Pewarta.co.id
Portal berita Indonesia terkini 2026, viral terbaru dan terpopuler hari ini disajikan secara update. Bagian dari ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • Nilai Tukar Rupiah 29 Juni 2026 Hari Ini Menguat ke Rp17.840 per Dolar AS, Sentimen Domestik Jadi Pendorong Utama
  • Nilai Tukar Rupiah 29 Juni 2026 Hari Ini Menguat ke Rp17.840 per Dolar AS, Sentimen Domestik Jadi Pendorong Utama
  • Nilai Tukar Rupiah 29 Juni 2026 Hari Ini Menguat ke Rp17.840 per Dolar AS, Sentimen Domestik Jadi Pendorong Utama
  • Nilai Tukar Rupiah 29 Juni 2026 Hari Ini Menguat ke Rp17.840 per Dolar AS, Sentimen Domestik Jadi Pendorong Utama
  • Nilai Tukar Rupiah 29 Juni 2026 Hari Ini Menguat ke Rp17.840 per Dolar AS, Sentimen Domestik Jadi Pendorong Utama
  • Nilai Tukar Rupiah 29 Juni 2026 Hari Ini Menguat ke Rp17.840 per Dolar AS, Sentimen Domestik Jadi Pendorong Utama
Advertisement
Advertisement
Advertisement