Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa Diduga Terkait Stok Batu Bara Menipis, Ini Penjelasan Pemerintah
![]() |
| Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa Diduga Terkait Stok Batu Bara Menipis |
PEWARTA.CO.ID — Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa dalam beberapa hari terakhir membuat masyarakat bertanya-tanya mengenai penyebab gangguan tersebut.
Laporan terkait listrik padam muncul dari berbagai daerah, terutama wilayah Jawa bagian barat, dengan durasi pemadaman yang berbeda-beda.
Sejumlah warga di Jakarta, Bekasi, hingga Depok mengaku mengalami pemadaman listrik secara bergantian setiap hari. Lama gangguan pun bervariasi, mulai dari sekitar 30 menit hingga beberapa jam.
Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian setelah padamnya listrik di wilayah Bekasi berdampak pada operasional fasilitas pompa air milik Perumda Tirta Patriot. Akibat gangguan itu, distribusi air kepada masyarakat sempat terganggu di empat kecamatan di Kota Bekasi.
Dugaan stok batu bara [embangkit menipis
Di tengah terjadinya pemadaman listrik bergilir, berbagai dugaan mulai bermunculan di masyarakat. Salah satu isu yang paling ramai dibicarakan adalah kemungkinan adanya keterbatasan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik, khususnya yang berada dalam sistem kelistrikan Jawa, Madura, dan Bali (Jamali).
Isu mengenai stok batu bara ini kemudian menjadi perhatian karena batu bara masih menjadi salah satu sumber utama energi bagi pembangkit listrik di Indonesia.
Kondisi serupa sebelumnya pernah terjadi pada 2022 ketika sektor kelistrikan menghadapi tekanan akibat krisis batu bara untuk pembangkit. Saat itu, harga batu bara dunia melonjak hingga berada di atas US$200 per ton, sedangkan harga batu bara dalam negeri ditetapkan pemerintah sebesar US$70 per ton.
Saat ini, harga batu bara disebut berada di kisaran US$150 per ton. Selain faktor harga, terdapat pula kondisi sejumlah perusahaan yang masih menunggu persetujuan Rencana Kerja Anggaran dan Biaya (RKAB).
Berdasarkan informasi yang diterima Dunia Energi dari sumber terkait, Hari Operasi Pembangkit (HOP) pembangkit listrik di wilayah Jawa saat ini berada dalam kategori merah. Kondisi tersebut berarti ketersediaan bahan bakar pembangkit berada pada rentang 5 hingga 10 hari operasi.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, Tri Winarno selaku Plt Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM belum memberikan tanggapan terkait kondisi HOP pembangkit listrik tersebut.
Kementerian ESDM bantah ada krisis batu bara
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa pihaknya belum menerima laporan mengenai adanya penurunan stok batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik.
Dwi Anggia, Juru Bicara Kementerian ESDM, menyebut informasi yang diterimanya justru berkaitan dengan adanya gangguan teknis pada fasilitas milik PLN.
“Tidak ada batu bara menipis. Memang ada beberapa gangguan terkait teknis. Kita sudah berkomunikasi dengan PLN untuk mengantisipasi agar peristiwa ini tidak berulang. Kalau ada isu-isu yang akan ada pemadaman itu tidak benar, dipastikan tidak benar,” jelas Anggia di Kementerian ESDM, Kamis (11/6/2026).
Menurut Anggia, kondisi tersebut bukan disebabkan persoalan kuota produksi batu bara yang mengganggu pasokan energi bagi PLN.
Ia menjelaskan pemerintah telah melakukan relaksasi terhadap aturan produksi batu bara secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan industri serta ketersediaan batu bara yang ada.
“Pak Menteri juga jelas menyampaikan terkait RKAB ini kan ada relaksasi bertahap ya, melihat bagaimana kebutuhan, tetap mempertimbangkan kebutuhan industri dengan kuota batu barang yang tersedia ke sana. Jadi tidak ada gangguan terkait dengan pasokan atau suplai energi untuk PLN,” jelas Anggia.
PLN masih dalami gangguan listrik
Sementara itu, PLN hingga kini belum memberikan penjelasan secara menyeluruh mengenai gangguan yang menyebabkan masyarakat mengalami pemadaman listrik bergilir.
Situasi tersebut menjadi perhatian karena gangguan listrik yang berlangsung berulang dapat berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat, termasuk layanan publik seperti distribusi air bersih.
Di tengah berbagai tekanan ekonomi dan kebijakan yang dirasakan masyarakat, gangguan listrik menjadi persoalan yang tidak bisa dibiarkan berlangsung dalam waktu lama.
Pemerintah bersama PLN diharapkan dapat segera memastikan penyebab utama gangguan sekaligus mengambil langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

