Pendaftar Haji Tembus 203 Ribu Per Mei 2026, BPKH Ungkap Capaian Melampaui Target
![]() |
| Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelolaan Keuangan Haji, Fadlul Imansyah. (Dok. CNBC) |
PEWARTA.CO.ID — Jumlah pendaftar haji hingga Mei 2026 tercatat mencapai 203.452 orang. Capaian ini tidak hanya menunjukkan tingginya minat masyarakat, tetapi juga melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya hingga 118,61 persen.
Data tersebut disampaikan oleh Ketua Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VIII DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Pendaftar haji lampaui target
Fadlul menegaskan bahwa tingginya angka pendaftaran haji menjadi sinyal positif bagi pengelolaan penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia.
"Capaian ini menjadi salah satu indikator positif bahwa minat masyarakat untuk mendaftar haji masih tinggi," kata Ketua BPKH Fadlul Imansyah dalam RDP dengan Komisi VIII di gedung DPR RI Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Angka tersebut sekaligus menegaskan bahwa animo masyarakat terhadap ibadah haji masih sangat kuat meskipun daftar tunggu terus menjadi perhatian.
Kinerja keuangan BPKH
Selain data pendaftar, BPKH juga memaparkan capaian kinerja keuangan hingga Mei 2026. Nilai manfaat yang berhasil direalisasikan mencapai Rp 4,934 triliun atau setara 82,73 persen dari target yang ditentukan.
Sementara itu, total dana kelolaan tercatat berada di angka Rp 181,731 triliun atau 97,47 persen dari target. Adapun tingkat imbal hasil berada di posisi 6,57 persen, masih di bawah target RKAT sebesar 7,9 persen.
Efisiensi biaya operasional
Dari sisi pengeluaran, BPKH juga menekankan adanya pengendalian biaya yang tetap dijaga secara ketat. Realisasi biaya operasional hingga Mei 2026 tercatat sebesar Rp 182,84 miliar atau 81,32 persen dari target.
Fadlul menilai kondisi tersebut menunjukkan efisiensi yang tetap terjaga.
"Dengan demikian, realisasi biaya operasional masih proporsional terhadap capaian nilai manfaat dan tetap mencerminkan pengelolaan yang prudent," imbuhnya.
Program kemaslahatan tetap berjalan
Selain aspek keuangan, program kemaslahatan juga menjadi perhatian. Hingga Mei 2026, realisasi program tersebut telah mencapai Rp 99,99 miliar atau 95,99 persen dari target yang ditetapkan.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa pengelolaan dana haji tidak hanya berfokus pada aspek finansial, tetapi juga memberikan dampak sosial bagi masyarakat.
Fadlul menutup pemaparannya dengan menekankan bahwa secara umum kinerja BPKH berada dalam kondisi baik, meskipun tetap ada sejumlah risiko yang perlu terus diantisipasi.
"Dengan demikian, dapat kami sampaikan bahwa capaian BPKH sampai dengan Mei 2026 menunjukkan kinerja yang baik, namun tetap terdapat sejumlah risiko yang perlu kita jaga bersama," tutupnya.
| 📡 LIVE