Pengusaha Travel Umrah Puji Pelayanan Haji 2026, Nilai Layanan Tembus Rp100 Juta
![]() |
| Pengusaha Travel Umrah Puji Pelayanan Haji 2026, Nilai Layanan Tembus Rp100 Juta |
PEWARTA.CO.ID — Penyelenggaraan ibadah Haji Reguler 2026 mendapat apresiasi dari kalangan yang tak biasa. Kali ini, pujian datang dari seorang pelaku usaha travel umrah dan haji yang sekaligus menjadi jemaah pada musim haji tahun ini.
Adalah Eros Lany Torina, pimpinan PT Moazzam Buana Wisata yang juga berstatus Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) resmi. Ia mengaku terkesan dengan kualitas layanan haji reguler yang ia jalani langsung sebagai jemaah Kloter SOC 73 asal Kabupaten Banyumas.
Menurutnya, standar pelayanan yang diberikan pemerintah tahun ini melampaui ekspektasi, bahkan dinilai sangat sepadan dengan biaya yang dikeluarkan jemaah.
"Ini haji kedua saya. Haji pertama melalui jalur nonreguler, sedangkan tahun ini mengikuti haji reguler. Menurut saya, pelayanan haji reguler 2026 benar-benar luar biasa," ujar Eros saat ditemui di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, Jumat (26/6/2026).
Menaksir nilai layanan Haji Reguler 2026
Sebagai pelaku industri perjalanan, Eros menilai setiap fasilitas yang ia terima selama sekitar 40 hari di Tanah Suci memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Mulai dari akomodasi hotel, konsumsi harian, transportasi, hingga pelayanan petugas di lapangan, semuanya dinilai meningkat signifikan.
Ia menyebut pengalaman tersebut terasa sangat berbeda dibandingkan penyelenggaraan haji pada periode sebelumnya yang pernah ia ikuti.
"Hotel nyaman, makanan berlimpah, petugas sigap membantu jemaah, termasuk pelayanan selama di Armuzna juga sangat baik," puji Eros.
Berdasarkan perhitungannya sebagai praktisi travel, biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebesar Rp87,4 juta yang ditopang nilai manfaat dana haji Rp33,2 juta dianggap memberikan nilai lebih besar jika dibandingkan layanan komersial.
"Dengan biaya haji reguler yang dibayarkan jemaah, menurut saya ini sangat worth it. Kalau dihitung sebagai pelaku travel, nilai layanan yang diterima jemaah seharusnya hampir Rp100 juta per orang," ungkap Eros kagum.
Ibadah dan studi banding
Bagi Eros, kesempatan berhaji tahun ini bukan hanya ibadah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran. Dengan latar belakangnya sebagai pemilik izin PIHK sejak November 2024 dan telah memberangkatkan hampir 200 jemaah, ia memanfaatkan momen ini sebagai studi banding langsung di lapangan.
Ia juga tidak sendiri dalam perjalanan spiritual ini. Eros berangkat bersama sang ibu, Rusmiati, setelah menunggu antrean cukup lama. Eros menanti sekitar 10 tahun, sementara ibunya menunggu hingga 14 tahun untuk bisa berangkat ke Tanah Suci.
Kesan jemaah Banyumas dan Wonosobo
Apresiasi terhadap layanan Haji 2026 juga datang dari jemaah lain di Kloter SOC 73, yakni keluarga Darmiyati asal Banyumas. Ia mengaku sangat bersyukur karena dapat kembali ke Tanah Suci bersama anak-anaknya, sebuah doa yang pernah ia panjatkan di depan Ka’bah pada tahun 2011.
Darmiyati menilai pelayanan haji tahun ini jauh lebih baik dibanding pengalaman berhaji di masa lalu, terutama dari sisi akomodasi, konsumsi, hingga pelayanan petugas.
Sementara itu, kesan positif juga disampaikan oleh Eviana Damayanti, jemaah Kloter YIA 22 asal Wonosobo yang juga merupakan perawat RSUD KRT Setjonegoro. Ia menyoroti keramahan petugas, terutama dalam mendampingi jemaah lanjut usia.
"Untuk pelayanan haji tahun 2026 ini bagus. Petugasnya ramah-ramah, layanan lansia juga bagus, petugas bisa membantu orang lain yang kesusahan. Konsumsi satu hari tiga kali itu sudah cukup, menunya juga enak-enak, Alhamdulillah cocok untuk orang Indonesia," ucap Eviana sebelum jadwal kepulangannya dari Madinah.
| 📡 LIVE