Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
| 📡 LIVE

ACARA: Pengajian Akbar bersama KH. Lukman Syafi'i dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 2026 / 1 Muharram 1448 H. Disiarkan langsung dari Kediri, Jawa Timur. Dimeriahkan bintang tamu grup lawak Cak Percil Cs.

Polri Mutasi 1.121 Personel, Kapolda hingga Wakapolda Diganti dalam Rotasi Besar 2026

Polri mutasi 1.121 personel, Kapolda hingga Wakapolda diganti, rotasi jabatan, promosi, serta pembentukan Polres baru jadi sorotan di tubuh Polri 2026

Polri Mutasi 1.121 Personel, Kapolda hingga Wakapolda Diganti dalam Rotasi Besar 2026
Polri Mutasi 1.121 Personel, Kapolda hingga Wakapolda Diganti dalam Rotasi Besar 2026

PEWARTA.CO.ID — Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan perombakan besar di tubuh organisasinya. Sebanyak 1.121 personel perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) resmi masuk dalam daftar rotasi, mutasi, hingga promosi jabatan yang ditetapkan melalui tujuh Surat Telegram pada 25 Juni 2026.

Langkah ini menjadi salah satu kebijakan organisasi terbesar dalam periode tersebut, mencakup berbagai level jabatan strategis mulai dari pusat hingga kewilayahan, termasuk posisi Kapolda, Wakapolda, hingga Kapolres.

Mutasi besar 1.121 personel Polri

Mutasi ribuan personel Polri ini dituangkan dalam tujuh Surat Telegram berbeda, yakni ST/1335/VI/KEP./2026 hingga ST/1341/VI/KEP./2026, dengan total sebaran personel mulai dari puluhan hingga ratusan di setiap ST.

Rinciannya meliputi 74 personel, 359 personel, 65 personel, 174 personel, 150 personel, 104 personel, hingga 195 personel. Secara keseluruhan, kebijakan ini mencakup 1.121 personel di berbagai satuan kerja Polri.

Dari jumlah tersebut, 748 personel tercatat memperoleh promosi jabatan maupun perpindahan setara (flat), sebagai bagian dari penyegaran struktur organisasi.

Penjelasan Polri soal mutasi jabatan

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa mutasi merupakan hal yang wajar dalam institusi kepolisian sebagai bagian dari pembinaan karier.

“Mutasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme, kapasitas kepemimpinan, serta efektivitas pelaksanaan tugas Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat,” kata Trunoyudo di Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, kebijakan ini juga menjadi upaya memperkuat kinerja organisasi agar lebih adaptif terhadap tantangan tugas kepolisian yang terus berkembang.

Pergantian Kapolda hingga Wakapolda

Dalam rotasi Polri kali ini, sejumlah jabatan penting mengalami pergantian. Di antaranya Kapuslitbang Polri yang kini dijabat Brigjen Didi Hayamansyah.

Perubahan juga terjadi pada dua jabatan Kapolda, yakni Kapolda Aceh yang kini diisi Brigjen Ruddi Setiawan serta Kapolda Papua Barat Daya yang dijabat Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru.

Tidak hanya itu, tiga posisi Wakapolda juga turut berganti, meliputi Wakapolda Banten, Wakapolda Maluku, dan Wakapolda Papua Barat Daya, sebagai bagian dari penyegaran struktur kepemimpinan di wilayah.

Pembentukan Polres baru di IKN

Pada level kewilayahan, Polri juga melakukan promosi terhadap 190 jabatan Kapolres/Ta/Metro/Tabes. Selain itu, kebijakan strategis lainnya adalah pembentukan satu Polresta baru di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Tak hanya itu, Polri juga membentuk empat Polres Tipe D baru serta meningkatkan delapan Polres Tipe D menjadi Polresta di sejumlah wilayah Indonesia.

“Pembentukan dan peningkatan tipe satuan kewilayahan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pelayanan kepolisian kepada masyarakat, sekaligus menyesuaikan kebutuhan organisasi dengan perkembangan wilayah dan tantangan kamtibmas yang semakin dinamis,” ujar Trunoyudo.

Empat Polres Tipe D baru dibentuk di Padang Lawas Utara, Sumba Tengah, Konawe Kepulauan, dan Banggai Laut. Sementara delapan wilayah yang naik status menjadi Polresta meliputi Karawang, Batang, Klaten, Tuban, Sumenep, Gowa, Banggai, dan Lombok Tengah.

Promosi Polwan hingga penguatan SDM

Dalam kebijakan mutasi ini, Polri juga memberi ruang lebih luas bagi personel perempuan. Sebanyak 45 Polwan mendapatkan promosi jabatan, termasuk 17 di antaranya yang dipercaya menduduki posisi Kapolres setingkat IIIA2.

“Peningkatan peran Polwan dalam jabatan strategis menunjukkan komitmen Polri terhadap pengembangan sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan berbasis kompetensi tanpa membedakan gender,” ucap Trunoyudo.

Selain itu, mutasi juga mencakup pengukuhan delapan personel, penempatan 68 lulusan Dikbangti dan S3 STIK, serta pengiriman 37 personel untuk mengikuti pendidikan pengembangan dan manajemen tahun anggaran 2026.

Komitmen berbasis merit dan kinerja

Polri menegaskan bahwa seluruh proses rotasi dan promosi jabatan dilakukan berdasarkan sistem merit, kebutuhan organisasi, serta evaluasi kinerja berkelanjutan.

“Melalui mutasi ini, diharapkan seluruh personel yang mendapatkan amanah jabatan baru dapat segera beradaptasi, meningkatkan kinerja, dan memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi serta masyarakat,” ujarnya.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Redaksi Pewarta.co.id
Redaksi Pewarta.co.id
Portal berita Indonesia terkini 2026, viral terbaru dan terpopuler hari ini disajikan secara update. Bagian dari ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • Polri Mutasi 1.121 Personel, Kapolda hingga Wakapolda Diganti dalam Rotasi Besar 2026
  • Polri Mutasi 1.121 Personel, Kapolda hingga Wakapolda Diganti dalam Rotasi Besar 2026
  • Polri Mutasi 1.121 Personel, Kapolda hingga Wakapolda Diganti dalam Rotasi Besar 2026
  • Polri Mutasi 1.121 Personel, Kapolda hingga Wakapolda Diganti dalam Rotasi Besar 2026
  • Polri Mutasi 1.121 Personel, Kapolda hingga Wakapolda Diganti dalam Rotasi Besar 2026
  • Polri Mutasi 1.121 Personel, Kapolda hingga Wakapolda Diganti dalam Rotasi Besar 2026
Advertisement
Advertisement
Advertisement