Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
| LIVE

ACARA: Pengajian Akbar bersama KH. Lukman Syafi'i dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 2026 / 1 Muharram 1448 H. Disiarkan langsung dari Kediri, Jawa Timur. Dimeriahkan bintang tamu grup lawak Cak Percil Cs.

PP Persis Nilai Haji 2026 Berjalan Sukses, Ini Evaluasi Penting untuk Musim Haji 2027

PP Persis nilai haji 2026 berjalan sukses dengan evaluasi penting untuk musim haji 2027, termasuk manasik, tanazul, dan kesehatan jamaah.

PP Persis Nilai Haji 2026 Berjalan Sukses, Ini Evaluasi Penting untuk Musim Haji 2027
PP Persis Nilai Haji 2026 Berjalan Sukses, Ini Evaluasi Penting untuk Musim Haji 2027

PEWARTA.CO.ID — Pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriyah atau tahun 2026 mendapat apresiasi dari Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis). Organisasi tersebut menilai rangkaian penyelenggaraan haji tahun ini berlangsung lebih baik, terutama dalam aspek pengaturan perjalanan jemaah di wilayah puncak ibadah haji, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Sekretaris Umum PP Persis, KH Haris Muslim, menyampaikan bahwa sejumlah pembenahan yang dilakukan oleh Pemerintah Arab Saudi bersama pihak penyelenggara haji memberikan dampak positif terhadap kualitas pelayanan jemaah.

Menurutnya, salah satu indikator keberhasilan paling terlihat adalah proses mobilisasi jemaah yang berjalan lebih tertata dibandingkan pelaksanaan haji pada tahun-tahun sebelumnya.

Mobilisasi jemaah haji 2026 di Armuzna dinilai lebih baik

KH Haris Muslim yang juga bertugas sebagai Musyrif Dini dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menjelaskan bahwa perjalanan jemaah sejak menuju Arafah hingga Mina menjadi salah satu catatan penting dalam pelaksanaan haji tahun ini.

"Secara umum pelaksanaan haji tahun 1447 Hijriyah berjalan lancar dan sukses. Mobilisasi atau pengaturan jemaah, khususnya di Armuzna, bisa dikatakan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya," ujar KH Haris dalam siaran pers yang diterima Media Center Haji (MCH), Kamis (18/6/2026).

Ia menyebutkan, seluruh jemaah reguler telah berada di Arafah pada malam 9 Zulhijjah. Sementara itu, jemaah yang mengikuti skema Tarwiyah juga sudah tiba sebelum waktu Zuhur.

Situasi tersebut membuat pelaksanaan wukuf sebagai bagian utama dalam ibadah haji dapat berjalan dengan baik bagi seluruh jemaah.

Kelancaran juga terlihat ketika jemaah bergerak dari Arafah menuju Muzdalifah hingga Mina. Menurut Haris, proses mabit dan murur di Muzdalifah tahun ini menjadi salah satu pelaksanaan yang paling tertata.

"Pada pukul 07.00 pagi tanggal 10 Zulhijjah, seluruh jemaah sudah bergerak menuju Mina. Muzdalifah sudah clear sejak pagi hari. Ini merupakan capaian yang jarang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya," katanya.

Sistem dam melalui Adahi dinilai lebih teratur

Selain pengaturan pergerakan jemaah, PP Persis turut memberikan apresiasi terhadap pengelolaan dam atau hadyu pada musim haji 2026.

Haris menilai sistem resmi Adahi yang dikelola Pemerintah Arab Saudi membuat proses pembayaran dan penyembelihan dam menjadi lebih terkendali serta sesuai dengan aturan syariat.

Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 150 ribu jemaah Indonesia menjalankan pembayaran dan penyembelihan dam melalui sistem tersebut.

"Melalui Adahi, penyembelihan dam menjadi lebih tertib, lebih terkontrol, dan memberikan kepastian bahwa pelaksanaannya dilakukan sesuai syariat pada waktu yang telah ditentukan," ungkapnya.

Ada catatan untuk persiapan haji 2027

Meski memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan haji 2026, KH Haris Muslim mengingatkan masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki untuk menghadapi musim haji berikutnya.

Salah satu perhatian utama adalah penguatan pemahaman manasik dan aspek ritual haji, baik bagi jemaah maupun petugas yang mendampingi selama pelaksanaan ibadah.

"Sisi utama dari pelaksanaan haji adalah ibadah dan ritualnya. Karena itu, pemahaman manasik dan teknis pelaksanaan ibadah haji perlu terus diperkuat kepada jemaah maupun petugas," katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya penerapan konsep fikih taisir atau fikih kemudahan agar tetap sesuai dengan alasan syariat, bukan berubah menjadi kemudahan yang tidak memiliki dasar kuat.

Menurutnya, keringanan dalam ibadah haji harus diberikan berdasarkan kondisi nyata yang dihadapi jemaah, seperti faktor kesehatan, usia, maupun keadaan di lapangan.

Evaluasi skema tanazul dan istithaah kesehatan

Dalam evaluasi lainnya, KH Haris turut membahas penerapan tanazul, yaitu kebijakan yang memungkinkan sebagian jemaah menginap di hotel saat hari tasyrik untuk mengurangi kepadatan di tenda Mina.

Ia menilai konsep tersebut memiliki tujuan baik, tetapi pelaksanaannya masih perlu dikaji lebih lanjut karena jemaah tetap harus menuju Mina untuk menjalankan aktivitas ibadah.

"Perlu ada evaluasi lebih lanjut terkait tanazul karena dalam praktiknya tidak sesederhana yang dibayangkan. jemaah tetap menghadapi sejumlah tantangan di lapangan," ujarnya.

Selain itu, penerapan istithaah kesehatan juga menjadi perhatian. Walaupun pemeriksaan kesehatan tahun ini dianggap lebih ketat, Haris melihat masih terdapat jemaah dengan risiko tinggi yang tetap dapat berangkat.

Kondisi tersebut kemudian berpengaruh terhadap meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan selama proses penyelenggaraan haji berlangsung.

"Ke depan, proses istithaah kesehatan perlu lebih teliti dan lebih cermat agar risiko di lapangan dapat diminimalisasi," katanya.

Petugas haji perlu dibekali pemahaman lebih lengkap

Menghadapi penyelenggaraan haji 2027, KH Haris mengapresiasi langkah pemerintah yang mulai melakukan persiapan sejak lebih awal, termasuk proses seleksi calon petugas haji.

Ia berharap para petugas tidak hanya memiliki kemampuan dalam pelayanan teknis dan administrasi, tetapi juga memahami fikih haji, manasik, serta kondisi nyata di Makkah, Madinah, dan kawasan Armuzna.

"Petugas haji tahun ini sudah bekerja dengan baik. Namun, ke depan, mereka perlu dibekali wawasan manasik yang lebih kuat, pemahaman kondisi lapangan yang lebih matang, serta kemampuan kerja sama tim yang lebih baik," ujarnya.

Menurut Haris, petugas haji memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam membantu jemaah. Karena itu, pemahaman mereka perlu mencakup sisi pelayanan sekaligus aspek ibadah.

Ia menilai pembekalan tentang situasi lapangan, terutama saat puncak pelaksanaan haji di Armuzna, harus menjadi bagian utama dalam pelatihan petugas.

Dengan persiapan lebih awal, pembinaan yang matang, serta peningkatan koordinasi, PP Persis optimistis kualitas pelayanan haji Indonesia dapat terus berkembang.

"Sehingga mampu mendukung penyelenggaraan ibadah haji yang lebih baik pada masa mendatang," katanya.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Redaksi Pewarta.co.id
Redaksi Pewarta.co.id
Portal berita Indonesia terkini 2026, viral terbaru dan terpopuler hari ini disajikan secara update. Bagian dari ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • PP Persis Nilai Haji 2026 Berjalan Sukses, Ini Evaluasi Penting untuk Musim Haji 2027
  • PP Persis Nilai Haji 2026 Berjalan Sukses, Ini Evaluasi Penting untuk Musim Haji 2027
  • PP Persis Nilai Haji 2026 Berjalan Sukses, Ini Evaluasi Penting untuk Musim Haji 2027
  • PP Persis Nilai Haji 2026 Berjalan Sukses, Ini Evaluasi Penting untuk Musim Haji 2027
  • PP Persis Nilai Haji 2026 Berjalan Sukses, Ini Evaluasi Penting untuk Musim Haji 2027
  • PP Persis Nilai Haji 2026 Berjalan Sukses, Ini Evaluasi Penting untuk Musim Haji 2027
Advertisement
Advertisement
Advertisement