Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
| LIVE

Siaran langsung pengajian akbar dalam rangka memperingati 1 Muharram 1448 Hijriah (H) atau Tahun Baru Islam. Digelar di Ngadiluwih, Kediri, Jawa Timur, pada Senin, 12 Juni 2026.

Ratusan Warga Bekasi Kesulitan Air Bersih Usai Sebulan Tak Hujan

Ratusan warga Bekasi kesulitan air bersih usai sebulan tak hujan. Simak kondisi kekeringan Bekasi dan upaya penanganan bagi warga terdampak.

Ratusan Warga Bekasi Kesulitan Air Bersih Usai Sebulan Tak Hujan
Ilustrasi. Kekeringan melanda sejumlah daerah imbas hujan tak turun kurang lebih sebulan terakhir. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Kekeringan mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, setelah hujan tidak turun selama kurang lebih satu bulan terakhir. Kondisi tersebut membuat ratusan warga kesulitan mendapatkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa kekeringan di Kabupaten Bekasi masih berlangsung hingga Senin (15/6/2026). Salah satu wilayah yang paling terdampak berada di Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah.

Akibat kondisi tersebut, sebanyak 296 kepala keluarga (KK) atau sekitar 800 jiwa terdampak dan membutuhkan bantuan air bersih.

"Wilayah yang paling merasakan dampaknya adalah Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah. Akibatnya, sebanyak 296 kepala keluarga (KK) atau sekitar 800 jiwa kesulitan mendapatkan air bersih," ujarnya kepada wartawan, Selasa (16/6/2026).

BPBD salurkan bantuan air bersih untuk warga terdampak

Menghadapi kondisi kekeringan yang terjadi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi telah bergerak melakukan distribusi air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menurut BNPB, bantuan tersebut secara bertahap mulai memenuhi kebutuhan warga terdampak. Penyaluran air bersih akan terus dilakukan agar masyarakat di seluruh wilayah yang mengalami kesulitan bisa mendapatkan akses air.

Kekeringan di Bekasi menjadi salah satu catatan kejadian bencana dalam rangkuman pemantauan BNPB pada periode 15 Juni 2026 pukul 07.00 WIB hingga 16 Juni 2026 pukul 07.00 WIB.

Dalam periode tersebut, sejumlah bencana yang terjadi di berbagai daerah masih didominasi oleh bencana hidrometeorologi, baik kategori basah maupun kering. Kejadian yang tercatat meliputi banjir, kekeringan, hingga kebakaran hutan dan lahan.

Klaten juga alami krisis air bersih

Selain Bekasi, wilayah lain yang turut mengalami dampak kekeringan adalah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kondisi tersebut telah berlangsung selama Juni dan masih terjadi hingga Senin (15/6/2026).

Beberapa wilayah yang mengalami kekurangan air bersih berada di tiga desa, yakni Kendalsari, Tegalmulyo, dan Tlogowatu di Kecamatan Kemalang.

"Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, selama bulan Juni dan masih berlangsung hingga kemarin, Senin (15/6). Wilayah yang terdampak kekeringan ini meliputi tiga desa, yakni Kendalsari, Tegalmulyo, dan Tlogowatu di Kecamatan Kemalang," tuturnya.

BNPB mencatat sebanyak 393 KK atau sekitar 1.445 jiwa mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat kekeringan tersebut.

BPBD setempat telah melakukan koordinasi bersama pemerintah desa serta menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak.

Banjir melanda sejumlah wilayah Kalimantan Tengah

Di tengah laporan kekeringan, bencana lain juga terjadi di wilayah Indonesia. Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, dilaporkan mengalami banjir pada Senin (15/6).

Banjir tersebut berdampak pada 44 KK atau sekitar 278 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 36 jiwa dilaporkan harus mengungsi akibat kondisi yang terjadi.

Wilayah terdampak mencakup Desa Kalasin di Kecamatan Uut Murung, Kelurahan Beriwit dan Desa Bahitom di Kecamatan Murung, Desa Muara Joloi II di Kecamatan Seribu Riam, serta Kelurahan Tumbang Lahung di Kecamatan Permata Intan.

"Pendataan dan penanganan banjir masih terus dilakukan oleh BPBD setempat bersama instansi terkait di lapangan. Kondisi banjir dilaporkan berangsur surut," paparnya.

Karhutla terjadi di Labuan Bajo

Selain kekeringan dan banjir, BNPB juga melaporkan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Kebakaran terjadi di kawasan Bukit Silvia, Labuan Bajo, pada Kamis (11/6) sekitar pukul 12.14 WITA. Berdasarkan informasi awal, api diduga muncul akibat kondisi cuaca panas yang disertai rumput kering sehingga membuat kobaran api cepat menyebar.

Tim gabungan langsung melakukan upaya pemadaman setelah menerima laporan kejadian tersebut.

"Setelah menerima laporan kejadian, tim gabungan segera melakukan upaya pemadaman dan pengendalian api di lokasi terdampak. Berkat sinergi dan koordinasi yang baik antara unsur terkait di lapangan, kobaran api berhasil dikendalikan pukul 15.03 WITA sehingga tidak meluas ke area lainnya," katanya.

Dari pendataan sementara, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 19 hektare.

Melihat rangkaian bencana yang terjadi akibat faktor cuaca, BNPB mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Setiap wilayah diminta memperhatikan potensi bencana sesuai karakteristik daerah masing-masing, terutama menghadapi perubahan kondisi cuaca yang dapat memicu kejadian hidrometeorologi.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Redaksi Pewarta.co.id
Redaksi Pewarta.co.id
Portal berita Indonesia terkini 2026, viral terbaru dan terpopuler hari ini disajikan secara update. Bagian dari ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • Ratusan Warga Bekasi Kesulitan Air Bersih Usai Sebulan Tak Hujan
  • Ratusan Warga Bekasi Kesulitan Air Bersih Usai Sebulan Tak Hujan
  • Ratusan Warga Bekasi Kesulitan Air Bersih Usai Sebulan Tak Hujan
  • Ratusan Warga Bekasi Kesulitan Air Bersih Usai Sebulan Tak Hujan
  • Ratusan Warga Bekasi Kesulitan Air Bersih Usai Sebulan Tak Hujan
  • Ratusan Warga Bekasi Kesulitan Air Bersih Usai Sebulan Tak Hujan
Advertisement
Advertisement
Advertisement