Riset Ungkap Baca 4 Buku Setahun Dapat Turunkan Risiko Stres dan Depresi
![]() |
| Riset Ungkap Baca 4 Buku Setahun Dapat Turunkan Risiko Stres dan Depresi |
PEWARTA.CO.ID — Membaca buku tidak hanya sekadar aktivitas menambah wawasan, tetapi juga terbukti memberi dampak positif bagi kesehatan mental.
Sebuah riset menunjukkan, kebiasaan membaca buku untuk kesenangan dapat membantu menurunkan tingkat stres hingga gejala kecemasan dan depresi.
Di tengah tekanan hidup yang semakin kompleks, aktivitas sederhana seperti membaca justru menjadi salah satu cara yang efektif untuk menjaga keseimbangan psikologis.
Temuan riset soal membaca dan kesehatan mental
Dokter sekaligus edukator kesehatan di platform X, Adam Prabata, mengungkapkan bahwa membaca buku rekreasional memiliki pengaruh besar terhadap kondisi mental seseorang. Bahkan, hanya dengan membaca empat buku dalam satu tahun, seseorang sudah bisa merasakan manfaat psikologis yang signifikan.
“Tahukah kalian bahwa hanya dengan membaca 4 buku rekreasional per tahun saja, risiko mengalami stres psikologis, kecemasan, dan gejala depresi bisa turun secara signifikan?” tulis Adam.
Penjelasan tersebut sejalan dengan hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of American College Health oleh Levine dan kolega pada 2022. Dalam penelitian itu disebutkan bahwa kebiasaan membaca untuk kesenangan berkaitan erat dengan penurunan tekanan psikologis.
Dampak positif membaca bagi kondisi psikologis
Lebih lanjut, manfaat membaca buku muncul karena aktivitas ini dapat membantu mengurangi frustrasi terhadap kebutuhan psikologis dasar seseorang. Tidak hanya menekan tingkat stres, kebiasaan membaca juga dikaitkan dengan penurunan risiko depresi dan gangguan kecemasan.
Adam menegaskan bahwa konsistensi membaca dapat memberi efek yang nyata pada ketenangan pikiran.
“Konsisten membaca berasosiasi dengan pikiran lebih tenang, kecemasan berkurang, dan keluhan depresi menurun,” jelas Adam.
Cara sederhana menjaga kesehatan mental
Menurut dr. Adam, membaca bisa menjadi salah satu langkah paling sederhana untuk menjaga kesehatan mental, terutama karena dapat dilakukan di sela kesibukan harian tanpa membutuhkan biaya besar.
Ia pun mendorong masyarakat untuk mulai membangun kebiasaan membaca secara rutin sebagai bentuk self-care yang mudah dijalankan namun memiliki manfaat jangka panjang.
“Coba deh ambil satu buku yang benar-benar kalian penasaran, baca 15–20 menit sehari,” jelasnya.
| LIVE