Striker Timnas Pantai Gading Elye Wahi Diduga Terseret Kasus Pengaturan Skor Jelang Piala Dunia 2026
![]() |
| Striker Timnas Pantai Gading Elye Wahi Diduga Terseret Kasus Pengaturan Skor Jelang Piala Dunia 2026 |
PEWARTA.CO.ID — Kabar mengejutkan datang dari sepak bola internasional jelang bergulirnya Piala Dunia 2026. Striker Timnas Pantai Gading, Elye Wahi, dikabarkan sempat berurusan dengan kepolisian Prancis akibat dugaan kasus pengaturan pertandingan di kompetisi Ligue 1.
Pemain yang kini memperkuat OGC Nice itu disebut telah ditangkap sebelum akhirnya dilepas kembali. Dugaan tersebut berkaitan dengan aktivitas taruhan tidak wajar dalam pertandingan Liga Prancis yang melibatkan Wahi.
Kasus ini menjadi perhatian karena terjadi dalam waktu yang cukup dekat dengan ajang Piala Dunia 2026, di mana Wahi menjadi salah satu pemain yang dipanggil untuk membela Timnas Pantai Gading.
Elye Wahi ditangkap terkait dugaan pengaturan pertandingan
Menurut laporan ABC News, Elye Wahi ditahan oleh aparat Prancis karena dugaan keterlibatan dalam pengaturan skor di Marseille beberapa pekan sebelum Piala Dunia 2026 dimulai.
Setelah menjalani pemeriksaan, Wahi kemudian dibebaskan. Penanganan kasus tersebut kini berada di bawah penyelidikan jaksa Marseille.
Penyelenggara Liga Prancis sebelumnya mengungkap adanya aktivitas taruhan yang dianggap tidak biasa pada pertandingan Ligue 1 antara Nice melawan Metz yang berlangsung pada 17 Mei 2026.
Laga tersebut berakhir dengan skor imbang 0-0. Dalam pertandingan itu, Wahi mendapat kartu kuning yang kemudian menjadi perhatian karena adanya dugaan pola taruhan mencurigakan.
Liga Sepak Bola Profesional Prancis (LFP) menyebut peringatan tersebut datang dari pihak yang memantau aktivitas pasar taruhan internasional.
"Peringatan ini berkaitan dengan jumlah taruhan yang tidak biasa yang ditempatkan pada peringatan [kartu kuning] yang diberikan kepada pemain Elye Wahi," kata Liga Sepak Bola Profesional (LFP) Prancis.
LFP serahkan kasus ke polisi dan otoritas perjudian
Setelah menerima laporan mengenai dugaan aktivitas taruhan mencurigakan, LFP langsung meneruskan informasi tersebut kepada pihak kepolisian, regulator perjudian, serta Federasi Sepak Bola Prancis.
Selain itu, LFP juga mengambil langkah hukum dengan membuat laporan pidana atas dugaan tindak korupsi olahraga dan penipuan yang dilakukan secara terorganisir.
"Sebuah pengaduan pidana terhadap orang-orang yang tidak dikenal telah diajukan atas dugaan tindakan yang berpotensi menjadi korupsi olahraga dan penipuan terorganisir," kata LFP, tanpa menyebut nama Wahi.
Hingga laporan tersebut muncul, pihak perwakilan Elye Wahi belum memberikan tanggapan terkait tuduhan yang menyeret namanya.
Performa Wahi tetap menjadi sorotan
Di tengah munculnya isu hukum tersebut, Wahi tetap menjadi bagian penting bagi Nice dalam perjuangan mereka di Ligue 1.
Kurang dari dua pekan setelah pertandingan yang diperiksa, pemain berusia 23 tahun itu tampil gemilang dengan mencetak dua gol saat Nice menang 4-1 atas Saint-Etienne pada leg kedua play-off promosi-degradasi.
Kontribusi tersebut membantu Nice dalam upaya mempertahankan posisi mereka di kasta tertinggi sepak bola Prancis.
Wahi bergabung dengan Nice dengan status pinjaman dari klub Jerman Eintracht Frankfurt pada Januari 2026. Selama membela klub tersebut, ia berhasil mencatatkan sembilan gol dari 18 pertandingan di seluruh kompetisi.
Ia juga turut membantu Nice mencapai final Piala Prancis.
Perjalanan karier Elye Wahi
Sebelum tersandung dugaan kasus pengaturan pertandingan, Elye Wahi dikenal sebagai salah satu penyerang muda yang memiliki prospek besar di Eropa.
Nilai transfernya bahkan mencapai hampir 90 juta euro dari beberapa perpindahan klub sepanjang karier profesionalnya.
Tiga tahun lalu, Wahi pindah dari Montpellier HSC ke RC Lens dengan biaya sekitar 35 juta euro setelah mencetak 19 gol di kompetisi liga.
Saat itu, Wahi sempat menolak peluang bergabung dengan klub Chelsea FC.
Setelah satu musim bersama Lens, ia kemudian dijual ke Olympique de Marseille dengan nilai transfer sekitar 25 juta euro.
Namun, kebersamaannya dengan Marseille tidak berlangsung lama. Setelah hanya tampil dalam 13 pertandingan liga, Wahi kembali berpindah klub dan bergabung dengan Frankfurt melalui kontrak berdurasi lima setengah tahun.
Frankfurt disebut mengeluarkan dana sekitar 26 juta euro untuk mendapatkan jasanya. Selama berada di klub Jerman tersebut, Wahi mencatat satu gol dari 25 pertandingan.
Wahi tetap tampil bersama Timnas Pantai Gading
Meski tengah menjadi sorotan akibat dugaan kasus tersebut, Elye Wahi tetap dipercaya memperkuat Timnas Pantai Gading di Piala Dunia 2026.
Dalam pertandingan melawan Ekuador pada Senin lalu, Wahi dimainkan sebagai starter. Ia sempat menciptakan peluang ketika tendangannya membentur tiang gawang lawan.
Namun, penyerang berusia 23 tahun itu tidak bermain penuh dan akhirnya digantikan pada menit ke-56.
Kasus dugaan pengaturan skor ini kini masih dalam proses penyelidikan. Sementara itu, kiprah Wahi bersama Timnas Pantai Gading di Piala Dunia 2026 tetap menjadi perhatian publik.
| LIVE