Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
| 📡 LIVE

BREAKING NEWS: Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX DPR RI dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN ), Nanik S. Deyang membahas terkait laporan keuangan BGN Tahun Anggaran 2025, Jumat (17/7/2026).

5 Fakta Antrean BBM di SPBU Medan, Distribusi Mulai Normal hingga Prajurit TNI Jadi Sopir Tangki Pertamina

Antrean BBM di SPBU Medan mulai normal. Simak 5 fakta distribusi BBM, SPBU Medan, Pertamina, dan prajurit TNI yang ikut dukung percepatan penyaluran.

5 Fakta Antrean BBM di SPBU Medan, Distribusi Mulai Normal hingga Prajurit TNI Jadi Sopir Tangki Pertamina
Antrean BBM di salah satu SPBU di Medan, Sumatera Utara. (Dok. Istimewa)

PEWARTA.CO.ID — Kondisi antrean kendaraan di sejumlah SPBU Kota Medan dan wilayah sekitarnya mulai berangsur membaik setelah berbagai langkah percepatan distribusi BBM dilakukan oleh Pertamina bersama pemerintah dan sejumlah pemangku kepentingan.

Sebelumnya, antrean panjang sempat terjadi di berbagai SPBU dan membuat masyarakat harus menunggu hingga berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar. Kondisi tersebut bukan dipicu kelangkaan stok BBM, melainkan meningkatnya konsumsi serta pergeseran penggunaan dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.

Berikut lima fakta penting terkait antrean BBM di SPBU Medan hingga pelibatan prajurit TNI dalam distribusi BBM.

1. Antrean di SPBU Medan mulai berangsur normal

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyampaikan bahwa penyaluran BBM di Medan terus menunjukkan perkembangan positif. Berbagai langkah percepatan distribusi yang dilakukan dalam beberapa hari terakhir mulai memberikan dampak terhadap kelancaran pelayanan di SPBU.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan kondisi distribusi terus dipulihkan agar pelayanan kepada masyarakat kembali normal.

"Kondisi penyaluran BBM di Kota Medan terus menunjukkan perkembangan yang positif. Antrean di sejumlah SPBU mulai kembali normal sebagai hasil dari berbagai upaya percepatan distribusi yang kami lakukan bersama seluruh pemangku kepentingan. Kami akan terus mengoptimalkan operasional hingga pelayanan kepada masyarakat kembali normal sepenuhnya," ujar Fahrougi, Sabtu (18/7/2026).

Untuk mempercepat pemulihan, Pertamina mengoperasikan Integrated Terminal Medan Group selama 24 jam. Perusahaan juga menambah armada mobil tangki melalui skema spot charter, memperkuat Awak Mobil Tangki (AMT), serta mengoptimalkan pasokan dari Fuel Terminal Kisaran, Fuel Terminal Siantar, dan Integrated Terminal Lhokseumawe.

Distribusi tersebut turut didukung sinergi bersama BPH Migas, TNI, Polri, pemerintah daerah, Hiswana Migas, pengusaha SPBU, hingga mitra transportasi.

Selain itu, pemantauan stok dan penyaluran di seluruh SPBU terus dilakukan. Jika terjadi lonjakan kebutuhan di wilayah tertentu, pasokan segera disesuaikan melalui skema Reguler Alternatif Emergency (RAE).

2. BPH Migas ikut mengawal percepatan distribusi

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) turut mengawasi langkah percepatan distribusi yang dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut.

Peningkatan kapasitas armada mobil tangki beserta AMT sekitar 35 persen, pengalihan suplai dari beberapa terminal BBM, serta optimalisasi Terminal BBM Medan Group di Labuhan Deli membuat penyaluran BBM ke SPBU meningkat hingga 120–125 persen dibanding kondisi normal.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas memastikan stok BBM di Sumatera Utara berada dalam kondisi aman. Pasokan juga diperkuat setelah dua kapal menyelesaikan proses bongkar muat Solar dan Pertalite.

“Sehingga dengan rutinitas masyarakat sehari-hari, insyaallah sudah dapat mengurai antrean di SPBU yang tersebar di wilayah Sumatera Utara ini,” ujar Wahyudi.

Ia juga menegaskan peningkatan suplai menjadi 120–125 persen merupakan bagian dari langkah percepatan normalisasi pelayanan.

“Ini menambah peningkatan suplai kepada SPBU hingga 120 sampai 125%. Kita terus meminta agar peningkatan suplai disegerakan, dari kondisi sebelumnya sebesar 112% menjadi 120-125%. Ini merupakan upaya terbaik untuk mengurai antrean di SPBU yang menjadi perhatian masyarakat,” tegasnya.

3. Penyebab antrean BBM di SPBU

Pertamina menjelaskan kenaikan konsumsi BBM dipicu meningkatnya aktivitas masyarakat, termasuk dimulainya kembali kegiatan sekolah dan perkantoran sehingga mobilitas ikut bertambah.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyebut kebutuhan BBM di Medan naik sekitar 5 hingga 10 persen dibanding rata-rata harian.

"Seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, kebutuhan BBM di Medan juga mengalami kenaikan sekitar 5–10 persen dibandingkan rata-rata harian. Kami segera meningkatkan kapasitas distribusi melalui penambahan armada mobil tangki, penguatan personel distribusi, serta optimalisasi operasional sehingga layanan di SPBU kini telah kembali berjalan normal," ujar Kitty, Rabu (15/7/2026).

Sementara itu, Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya mengatakan salah satu penyebab antrean adalah perubahan pola konsumsi masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.

"Dijelaskan bahwa terkait dengan antrean tersebut mungkin disebabkan antara lain, karena pertama adanya shifting daripada masyarakat yang tadinya menggunakan produk-produk BBM spek tinggi, non-subsidi, beralih kepada BBM subsidi," lanjutnya.

4. Pertamina beri sanksi bagi sopir mobil tangki yang melanggar

Viral sopir truk tangki Pertamina merokok sambil mengemudi
Viral sopir truk tangki Pertamina merokok sambil mengemudi. (Dok. Ist)

Pertamina Patra Niaga menegaskan akan menindak tegas sopir mobil tangki yang terbukti melakukan pelanggaran dalam proses distribusi BBM.

Menurut Kitty Andhora, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keamanan, keselamatan, serta keandalan distribusi energi kepada masyarakat.

"Kami tidak memberikan toleransi terhadap setiap pelanggaran yang dapat mengganggu keandalan distribusi BBM. Seluruh proses dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal," ujar Kitty.

Pertamina juga memastikan penegakan disiplin tersebut tidak mengganggu operasional distribusi. Saat ini, penyaluran BBM ke SPBU di Medan disebut telah kembali berjalan normal dengan kondisi stok yang aman.

5. Prajurit TNI ikut menjadi sopir truk tangki BBM

Viral pelibatan personel TNI di truk tangki Pertamina
Viral pelibatan personel TNI di truk tangki Pertamina. (Dok. Ist)

Di tengah upaya percepatan distribusi, Elnusa Petrofin bersama Bekang TNI memperkuat jumlah Awak Mobil Tangki guna mendukung kelancaran operasional penyaluran BBM.

Direktur Optimasi Hilir & Distribusi Pertamina Patra Niaga Hari Purnomo mengatakan berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari operasional terminal selama 24 jam, penambahan armada mobil tangki, penguatan personel AMT, hingga pengoperasian SPBU selama 24 jam.

"Kami memastikan seluruh infrastruktur distribusi di wilayah Sumatera Utara bekerja secara maksimal. Operasional terminal selama 24 jam, penambahan armada mobil tangki, penguatan personel Awak Mobil Tangki, hingga pengoperasian SPBU selama 24 jam merupakan langkah percepatan yang kami lakukan agar distribusi BBM dapat kembali normal secepat mungkin. Kami juga terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar proses distribusi berjalan lancar,” kata Direktur Optimasi Hilir & Distribusi Pertamina Patra Niaga Hari Purnomo, Kamis (16/7/2026).

Hari juga memastikan tidak ada aksi mogok kerja dari Awak Mobil Tangki.

“Kami tidak memberikan toleransi terhadap setiap pelanggaran yang dapat mengganggu keandalan distribusi maupun pelayanan kepada masyarakat. Apabila terdapat personel yang terbukti tidak menjalankan prosedur operasional sesuai ketentuan, perusahaan akan mengambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan keterlibatan prajurit TNI sebagai sopir truk tangki bertujuan menjaga kelancaran distribusi BBM agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

"Bukan masalah TNI-nya, tapi bagaimana memastikan seluruh proses distribusi tidak boleh ada gangguan sedikitpun," ujar Prasetyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Prasetyo menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan tanpa hambatan.

"Untuk memastikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat semua terpenuhi," katanya.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Redaksi Pewarta.co.id
Redaksi Pewarta.co.id
Portal berita Indonesia terkini 2026, viral terbaru dan terpopuler hari ini disajikan secara update. Bagian dari ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • 5 Fakta Antrean BBM di SPBU Medan, Distribusi Mulai Normal hingga Prajurit TNI Jadi Sopir Tangki Pertamina
  • 5 Fakta Antrean BBM di SPBU Medan, Distribusi Mulai Normal hingga Prajurit TNI Jadi Sopir Tangki Pertamina
  • 5 Fakta Antrean BBM di SPBU Medan, Distribusi Mulai Normal hingga Prajurit TNI Jadi Sopir Tangki Pertamina
  • 5 Fakta Antrean BBM di SPBU Medan, Distribusi Mulai Normal hingga Prajurit TNI Jadi Sopir Tangki Pertamina
  • 5 Fakta Antrean BBM di SPBU Medan, Distribusi Mulai Normal hingga Prajurit TNI Jadi Sopir Tangki Pertamina
  • 5 Fakta Antrean BBM di SPBU Medan, Distribusi Mulai Normal hingga Prajurit TNI Jadi Sopir Tangki Pertamina
Advertisement
Advertisement
Advertisement