Bibit Siklon Tropis 96W Muncul, Waspada Gelombang Tinggi hingga 4 Meter Terjang Sejumlah Perairan
![]() |
| Ilustrasi. Gelombang tinggi |
PEWARTA.CO.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang dapat mencapai 4 meter di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada periode 3 hingga 6 Juli 2026. Kondisi tersebut dipicu oleh keberadaan Bibit Siklon Tropis 96W yang terpantau berada di Laut Cina Selatan.
Fenomena cuaca tersebut diperkirakan memengaruhi pola dan kecepatan angin di sejumlah kawasan, sehingga meningkatkan potensi terbentuknya gelombang tinggi yang perlu diwaspadai, terutama oleh masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas pelayaran.
Bibit Siklon Tropis 96W memengaruhi pola angin
Dalam keterangan resminya pada Jumat (3/7/2026), BMKG menjelaskan bahwa Bibit Siklon Tropis 96W berada di koordinat 17.9°LU dan 111.7°BT di wilayah Laut Cina Selatan.
“Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan 6–25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan 8–30 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Sumatra hingga selatan Jawa, dan Laut Natuna Utara,” tulis BMKG dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/7/2026).
Daftar wilayah yang berpotensi mengalami gelombang 1,25–2,5 meter
BMKG menyebutkan, kondisi angin tersebut berpotensi memicu gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan.
Daerah yang diperkirakan terdampak meliputi Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Selat Karimata bagian selatan, serta Laut Jawa bagian barat, tengah, dan timur.
Selain itu, potensi serupa juga diperkirakan terjadi di Selat Makassar bagian selatan dan tengah, Laut Sumbawa, Laut Flores, Laut Arafuru bagian barat, tengah, timur, dan utara, Laut Seram, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Samudra Pasifik utara Papua Barat, hingga Samudra Pasifik utara Papua.
Gelombang hingga 4 meter berpotensi terjadi di selatan Jawa hingga NTB
Sementara itu, gelombang yang lebih tinggi, yakni berkisar antara 2,5 hingga 4 meter, berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Samudra Hindia.
Wilayah tersebut meliputi Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan Bali, serta Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat (NTB).
BMKG ingatkan risiko terhadap keselamatan pelayaran
BMKG menegaskan bahwa potensi gelombang tinggi tersebut dapat membahayakan aktivitas pelayaran apabila tidak diantisipasi dengan baik.
Nelayan yang menggunakan perahu nelayan diminta meningkatkan kewaspadaan ketika kecepatan angin melebihi 15 knot dengan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.
Peringatan serupa juga berlaku bagi kapal tongkang saat kecepatan angin melampaui 16 knot dan gelombang lebih dari 1,5 meter, kapal ferry ketika angin mencapai lebih dari 21 knot dengan gelombang di atas 2,5 meter, hingga kapal berukuran besar seperti kapal kargo maupun kapal pesiar apabila kecepatan angin melebihi 27 knot dan tinggi gelombang melampaui 4 meter.
Sebagai langkah antisipasi, BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir agar terus memantau perkembangan cuaca dan meningkatkan kewaspadaan selama periode peringatan berlangsung.
“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” imbaunya.
| 📡 LIVE