Bulog Serap 3,4 Juta Ton Beras hingga 14 Juli 2026, Jawa Timur Jadi Penyumbang Terbesar
![]() |
| Bulog Serap 3,4 Juta Ton Beras hingga 14 Juli 2026, Jawa Timur Jadi Penyumbang Terbesar |
PEWARTA.CO.ID — Perum Bulog telah merealisasikan penyerapan sebanyak 3,4 juta ton setara beras dari hasil produksi dalam negeri hingga 14 Juli 2026. Capaian tersebut setara sekitar 85 persen dari target pengadaan nasional yang dipatok sebesar 4 juta ton.
Realisasi tersebut menunjukkan kemajuan signifikan dalam upaya memperkuat cadangan pangan nasional sekaligus menjaga kepastian pasar bagi hasil panen petani di berbagai daerah.
Lima wilayah lampaui target pengadaan
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan, terdapat lima wilayah kerja Bulog yang telah melampaui target pengadaan hingga lebih dari 100 persen. Kelima wilayah tersebut meliputi Jawa Timur, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Bengkulu, dan Bali.
Di antara seluruh daerah, Jawa Timur menjadi penyumbang terbesar secara nasional dengan realisasi pengadaan mencapai sekitar 887 ribu ton setara beras.
"Ini menunjukkan bahwa negara hadir memberikan kepastian pasar bagi hasil panen petani sekaligus memperkuat stok pangan nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jakarta, Selasa (14/6/2026).
Penyerapan hasil panen masih terus berlangsung
Walaupun sejumlah wilayah telah berhasil memenuhi bahkan melampaui target, Bulog memastikan proses penyerapan gabah maupun beras dari petani masih terus berjalan di berbagai sentra produksi.
Rizal mengatakan, perusahaan akan terus mengoptimalkan jaringan pengadaan, meningkatkan kesiapan gudang, memaksimalkan sarana pengolahan, serta memperkuat kerja sama dengan berbagai mitra agar target nasional dapat tercapai sesuai rencana.
“Capaian ini bukan garis akhir. Seluruh jajaran Bulog akan terus bergerak memaksimalkan penyerapan hasil panen petani di seluruh Indonesia. Setiap ton beras yang kami serap merupakan investasi bagi ketahanan pangan nasional dan jaminan kesejahteraan petani,” tegasnya.
Perkuat stok pangan nasional
Menurut Rizal, peningkatan stok melalui penyerapan produksi beras dalam negeri memberikan ruang yang lebih besar bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan pangan.
Selain itu, langkah tersebut juga dinilai penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat terhadap beras tetap terpenuhi di seluruh wilayah Indonesia.
Ia menambahkan bahwa seluruh proses pengadaan dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel dengan tetap mengutamakan standar kualitas komoditas yang diserap.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen Bulog untuk menjaga kepercayaan petani sekaligus memperkuat Cadangan Beras Pemerintah.
“Bulog di seluruh Indonesia akan terus bergerak hingga target nasional tercapai. Pengadaan ini bukan sekadar memenuhi angka, tetapi merupakan wujud nyata komitmen negara dalam melindungi petani, memperkuat cadangan pangan nasional, dan memastikan swasembada pangan Indonesia terus berkelanjutan,” pungkasnya.
| 📡 LIVE