Feri Tua Terbalik di Lepas Pantai Guyana, 66 Orang Masih Hilang usai Dihantam Gelombang Besar
![]() |
| Feri Tua Terbalik di Lepas Pantai Guyana, 66 Orang Masih Hilang usai Dihantam Gelombang Besar |
PEWARTA.CO.ID — Feri tua yang mengangkut 133 orang mengalami kecelakaan laut setelah terbalik di lepas pantai Guyana. Hingga Minggu (19/7/2026), sebanyak 67 orang berhasil diselamatkan, sementara puluhan lainnya masih dalam pencarian oleh tim penyelamat.
Insiden tersebut menjadi salah satu musibah besar yang mengguncang Guyana, negara di pesisir timur laut Amerika Selatan yang berpenduduk sekitar satu juta jiwa.
Feri terbalik saat menuju Port Kaituma
Kapal MV Barima diketahui berangkat dari Georgetown pada Sabtu (18/7/2026) sore menuju Port Kaituma dengan membawa total 133 orang yang terdiri dari 116 penumpang dan 17 awak.
Rute pelayaran membawa kapal menyusuri pesisir Samudra Atlantik sebelum memasuki jalur sungai menuju Port Kaituma yang berada di wilayah Essequibo.
Berdasarkan indikasi awal, kecelakaan diduga terjadi setelah kapal diterjang gelombang besar hingga akhirnya terbalik.
Menteri Pekerjaan Umum Guyana, Juan Edghill, menyampaikan perkembangan operasi pencarian melalui akun Facebook miliknya.
"Pencarian dan Penyelamatan Maju. 67 orang, termasuk 15 anak-anak telah diselamatkan sejauh ini,"
Sebagaimana dilansir TRT, pihak berwenang hingga kini masih mencatat 66 orang berstatus hilang, bukan dinyatakan meninggal dunia.
Korban selamat bertahan berjam-jam di laut
Salah seorang korban selamat, Wayne Kitson yang berusia 18 tahun, mengungkapkan bahwa kecelakaan terjadi ketika sebagian besar penumpang sedang tertidur pada Sabtu malam.
Kepada media Guyana, Kiskadee Watch, ia mengaku khawatir istri dan putrinya menjadi korban dalam musibah tersebut.
Kitson sendiri mengalami luka ringan pada bagian lengan, kaki, dan leher. Ia mengatakan harus bertahan mengapung di laut selama sekitar enam jam sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat.
Operasi pencarian masih berlangsung
Proses pencarian korban terus dilakukan sepanjang Minggu dengan melibatkan kapal-kapal milik pemerintah maupun armada pribadi yang ikut membantu menyisir lokasi kecelakaan.
Menurut Edghill, kapal tersebut telah dilengkapi 250 jaket pelampung, dua sekoci penyelamat, serta enam rakit karet.
Ia juga menjelaskan bahwa kapal mulai berlayar pada pertengahan sore, sedangkan sinyal darurat baru diterima sekitar delapan jam setelah keberangkatan.
Berdasarkan data VesselFinder, MV Barima merupakan kapal yang dibangun pada tahun 1939.
Essequibo menjadi tujuan pelayaran
Port Kaituma berada di kawasan Essequibo, wilayah seluas sekitar 160 ribu kilometer persegi yang dikenal memiliki cadangan minyak melimpah.
Selain menjadi daerah kaya sumber daya alam, Essequibo juga merupakan wilayah yang masih menjadi sengketa teritorial antara Guyana dan Venezuela.
| 📡 LIVE