Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
| 📡 LIVE

BREAKING NEWS: Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX DPR RI dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN ), Nanik S. Deyang membahas terkait laporan keuangan BGN Tahun Anggaran 2025, Jumat (17/7/2026).

Jangan FOMO Lari Jarak Jauh Tanpa Latihan, dr. Bobby Ingatkan Risiko Serius bagi Jantung

Jangan FOMO lari jarak jauh tanpa latihan. Dokter mengingatkan risiko jantung, pentingnya latihan bertahap, dan medical check-up sebelum olahraga.

Jangan FOMO Lari Jarak Jauh Tanpa Latihan, dr. Bobby Ingatkan Risiko Serius bagi Jantung
Jangan FOMO Lari Jarak Jauh Tanpa Latihan, dr. Bobby Ingatkan Risiko Serius bagi Jantung. (Ilustrasi/Canva)

PEWARTA.CO.ID — Tren hidup sehat melalui olahraga semakin diminati masyarakat. Namun, di tengah meningkatnya popularitas olahraga lari, muncul fenomena sebagian orang yang langsung mencoba lari jarak jauh tanpa persiapan fisik memadai hanya karena ikut tren atau FOMO (fear of missing out).

Kebiasaan tersebut ternyata tidak bisa dianggap sepele. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Bobby Arfhan Anwar mengingatkan bahwa memaksakan tubuh melakukan olahraga berintensitas tinggi tanpa latihan rutin sebelumnya dapat membahayakan kesehatan jantung.

Dalam podcast yang diunggah di kanal YouTube Raditya Dika, dr. Bobby menyoroti tren masyarakat yang langsung mencoba lari 5 kilometer, 10 kilometer, bahkan maraton tanpa proses adaptasi.

“Karena banyak yang fomo sekarang, ada yang langsung lari 5 kilometer, 10 kilometer, bahkan maraton. Padahal itu bahaya,” kata dr. Bobby, dikutip Minggu (18/7/2026).

Jantung perlu beradaptasi dengan latihan

Menurut dr. Bobby, jantung bukan organ yang dapat langsung dipaksa bekerja pada intensitas tinggi. Organ tersebut membutuhkan proses pembiasaan agar mampu menyesuaikan diri terhadap beban aktivitas fisik yang meningkat.

Karena itu, siapa pun yang baru memulai gaya hidup sehat dianjurkan untuk meningkatkan intensitas olahraga secara perlahan. Konsistensi dinilai jauh lebih penting dibanding langsung mengejar target berat dalam waktu singkat.

“Enggak boleh, karena jantung itu sifatnya pembiasaan. Jadi buat teman-teman yang mulai gaya ingin hidup sehat, start slow aja, tapi konsisten,” ucapnya.

Mulai dari jalan kaki sebelum lari

Sebagai langkah awal, dr. Bobby menyarankan masyarakat membiasakan diri berjalan kaki selama sekitar 30 menit dengan kecepatan santai, terutama bagi mereka yang sebelumnya tidak pernah rutin berolahraga.

Setelah tubuh terbiasa selama dua hingga tiga bulan, intensitas dapat ditingkatkan menjadi jalan cepat. Bila sudah konsisten selama sekitar enam bulan, barulah seseorang bisa mulai mencoba olahraga kardiovaskular yang lebih berat, seperti jogging atau lari.

“Kalau enggak biasa jalan kaki, kita mulai jalan kaki rutin aja 30 menit dengan kecepatan yang santai. Belum ada target apa-apa kalau memang belum pernah. Kalau sudah biasa mungkin dua sampai bulan, diubah menjadi jalan cepat. Setelah mungkin enam bulan rutin jalan cepat, baru mulai kardio yang agak lebih intens, seperti jogging atau lari,” ucap dr. Bobby.

Usia 35 tahun ke atas sebaiknya medical check-up lebih dulu

Selain menekankan pentingnya latihan bertahap, dr. Bobby juga mengingatkan agar masyarakat tidak langsung menjalani olahraga berat tanpa persiapan, terutama bagi mereka yang telah berusia 35 tahun ke atas.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan atau medical check-up menjadi langkah penting sebelum memulai aktivitas fisik dengan intensitas tinggi demi menjaga keamanan dan kesehatan jantung.

“Untuk kesehatan dan keamanan jantung, saya tidak menyarankan teman-teman yang baru mulai olahraga langsung intensitas berat seperti lari. Apalagi kalau di usia 35 ke atas, 40-an jangan coba-coba sebelum medical check-up,” katanya.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Redaksi Pewarta.co.id
Redaksi Pewarta.co.id
Portal berita Indonesia terkini 2026, viral terbaru dan terpopuler hari ini disajikan secara update. Bagian dari ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • Jangan FOMO Lari Jarak Jauh Tanpa Latihan, dr. Bobby Ingatkan Risiko Serius bagi Jantung
  • Jangan FOMO Lari Jarak Jauh Tanpa Latihan, dr. Bobby Ingatkan Risiko Serius bagi Jantung
  • Jangan FOMO Lari Jarak Jauh Tanpa Latihan, dr. Bobby Ingatkan Risiko Serius bagi Jantung
  • Jangan FOMO Lari Jarak Jauh Tanpa Latihan, dr. Bobby Ingatkan Risiko Serius bagi Jantung
  • Jangan FOMO Lari Jarak Jauh Tanpa Latihan, dr. Bobby Ingatkan Risiko Serius bagi Jantung
  • Jangan FOMO Lari Jarak Jauh Tanpa Latihan, dr. Bobby Ingatkan Risiko Serius bagi Jantung
Advertisement
Advertisement
Advertisement