Kejagung Bentuk Tim Penyidik Khusus Usut Kasus Febrie, Didominasi Jaksa Eks KPK
![]() |
| Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Kejaksaan Agung (Kejagung) membentuk tim penyidik khusus untuk menangani tiga perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang pelimpahan penanganannya berasal dari Polri. Tim tersebut beranggotakan sembilan penyidik, dengan mayoritas berasal dari kalangan jaksa yang pernah bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pembentukan tim khusus itu dilakukan setelah Kejagung menerbitkan surat perintah penyidikan (Sprindik) baru. Langkah tersebut diambil karena karakter perkara yang dinilai memerlukan penanganan secara khusus.
Tim khusus dibentuk lewat Sprindik baru
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, menjelaskan bahwa tim penyidik tersebut dibentuk bersamaan dengan diterbitkannya Sprindik terbaru.
"Nah, inilah yang saya bilang. Di dalam Sprindik baru yang kami terbitkan, karena sifatnya khusus, maka kami bentuk tim khusus. Tim ini terdiri dari sembilan orang," ujar Anang saat ditemui di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2026).
Menurut Anang, sebagian besar anggota tim merupakan jaksa yang sebelumnya pernah menjalankan tugas di KPK.
"Yang jelas, sebagian besar penyidik ini merupakan mantan alumni KPK, jaksa-jaksa yang pernah bertugas di KPK," katanya.
Seluruh penyidik berasal dari luar Gedung Bundar
Anang juga menegaskan bahwa sembilan penyidik yang ditunjuk bukan berasal dari lingkungan Gedung Bundar Kejagung. Kebijakan tersebut diterapkan untuk meminimalkan potensi resistensi maupun konflik kepentingan dalam proses penanganan perkara yang melibatkan Febrie.
"Pokoknya dari luar, yang kita anggap tidak resisten," ujar Anang.
Dalam menjalankan proses penyidikan, Kejagung tetap akan menjalin koordinasi dengan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri. Selain itu, KPK akan dilibatkan untuk melakukan supervisi terhadap jalannya penyidikan.
"Dengan KPK untuk mensupervisi proses penyidikannya. Sesuai dengan yang disampaikan kemarin, mitra kami di Komisi III DPR juga akan ikut mengawasi pelaksanaan proses penyidikan yang telah diserahkan kepada penyidik Kejaksaan Agung," pungkasnya.
Daftar sembilan penyidik khusus
Berikut sembilan penyidik yang ditunjuk Kejagung untuk menangani perkara tersebut:
- Agus Salim
- Muhibuddin
- Katarina Gersang
- Riono
- Agus Sahat
- Irene Putri
- Renaldi
- Z. Tadong Alo
- Hari Wibowo
| 📡 LIVE