Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
| 📡 LIVE

BREAKING NEWS: Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri India Narendra Modi meresmikan proyek konservasi dan restorasi Candi Prambanan di Yogyakarta pada Rabu (8/7/2026).

Parlemen Eropa Desak Investigasi Gianni Infantino Usai Banyak Keanehan di Piala Dunia 2026

Parlemen Eropa desak investigasi Gianni Infantino terkait Piala Dunia 2026, kontroversi FIFA, keputusan Balogun, dan dugaan intervensi politik.

Parlemen Eropa Desak Investigasi Gianni Infantino Usai Banyak Keanehan di Piala Dunia 2026
Parlemen Eropa Desak Investigasi Gianni Infantino Usai Banyak Keanehan di Piala Dunia 2026

PEWARTA.CO.ID — Piala Dunia 2026 kembali menjadi sorotan setelah muncul kontroversi yang menyeret nama Presiden FIFA Gianni Infantino. Kali ini, sejumlah anggota Parlemen Eropa meminta adanya penyelidikan terkait keputusan FIFA yang dinilai mencederai prinsip keadilan dalam sepak bola.

Kontroversi tersebut bermula dari keputusan FIFA yang membatalkan hukuman larangan bermain terhadap penyerang Timnas Amerika Serikat (AS), Folarin Balogun. Keputusan itu membuat Balogun tetap bisa tampil saat menghadapi Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Langkah tersebut memicu kritik karena dianggap sebagai keputusan yang tidak biasa, terlebih setelah sebelumnya hubungan dekat Infantino dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menjadi perhatian publik.

Keputusan FIFA soal Balogun picu kritik

Balogun sebelumnya mendapatkan kartu merah langsung ketika Amerika Serikat menghadapi Bosnia dan Herzegovina pada babak 32 besar. Hukuman tersebut seharusnya membuat pemain berusia 25 tahun itu absen dalam pertandingan berikutnya.

Namun, FIFA secara mengejutkan menangguhkan hukuman larangan bermain selama satu tahun terhadap Balogun. Keputusan itu membuat sang pemain dapat kembali memperkuat AS dalam laga penting melawan Belgia.

Perubahan keputusan di tengah turnamen tersebut kemudian menuai reaksi keras dari sejumlah anggota Parlemen Eropa. Barry Andrews, Lara Wolters, dan Niels Fuglsang menjadi tiga legislator yang mendorong dilakukannya penyelidikan terhadap dugaan penyalahgunaan kewenangan oleh Infantino.

Mereka menilai keputusan FIFA tersebut menunjukkan adanya tekanan politik yang dapat memengaruhi independensi organisasi sepak bola dunia.

"Mengubah aturan skorsing kartu merah di tengah-tengah turnamen adalah sebuah aib dan penyimpangan keadilan," bunyi pernyataan resmi bersama para legislator Eropa tersebut, dilansir dari ESPN, Kamis (9/7/2026).

Legislator Eropa soroti netralitas FIFA

Desakan penyelidikan itu kemudian mendapatkan dukungan dari sejumlah anggota parlemen lainnya. Para legislator meminta asosiasi sepak bola di negara-negara Uni Eropa untuk mendorong Komite Etik FIFA melakukan pemeriksaan terhadap Infantino.

Fokus utama yang ingin diselidiki adalah dugaan pelanggaran prinsip netralitas politik FIFA. Selain keputusan terkait Balogun, mereka juga menyoroti pemberian penghargaan perdamaian kepada Donald Trump yang sebelumnya dilakukan Infantino.

Surat desakan tersebut diketahui telah memperoleh dukungan dari 35 anggota parlemen. Mereka menilai sepak bola harus tetap berdiri di atas aturan yang adil, transparan, dan bebas dari pengaruh politik.

Menurut mereka, campur tangan politik dapat merusak nilai dasar olahraga yang selama ini menjadi pedoman kompetisi internasional.

Trump akui hubungi FIFA soal hukuman Balogun

Di tengah polemik tersebut, Donald Trump mengakui bahwa dirinya memang telah melakukan komunikasi dengan FIFA terkait hukuman kartu merah Balogun.

Trump menyebut dirinya menelepon FIFA sebanyak tiga kali untuk meminta peninjauan ulang terhadap keputusan tersebut. Namun, ia membantah bahwa Infantino mengambil keputusan secara pribadi.

Trump menyatakan keputusan akhir tetap berada di tangan komite disiplin independen FIFA.

Sementara itu, FIFA juga menegaskan bahwa pemulihan status bermain Balogun merupakan keputusan dari komite disiplin dan bukan hasil intervensi langsung pihak tertentu.

Meski demikian, isu tersebut tetap menjadi perhatian karena FIFA selama ini dikenal memiliki aturan ketat terkait larangan campur tangan politik. Organisasi tersebut bahkan pernah menjatuhkan sanksi larangan bertanding kepada 10 negara akibat persoalan intervensi politik.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Redaksi Pewarta.co.id
Redaksi Pewarta.co.id
Portal berita Indonesia terkini 2026, viral terbaru dan terpopuler hari ini disajikan secara update. Bagian dari ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • Parlemen Eropa Desak Investigasi Gianni Infantino Usai Banyak Keanehan di Piala Dunia 2026
  • Parlemen Eropa Desak Investigasi Gianni Infantino Usai Banyak Keanehan di Piala Dunia 2026
  • Parlemen Eropa Desak Investigasi Gianni Infantino Usai Banyak Keanehan di Piala Dunia 2026
  • Parlemen Eropa Desak Investigasi Gianni Infantino Usai Banyak Keanehan di Piala Dunia 2026
  • Parlemen Eropa Desak Investigasi Gianni Infantino Usai Banyak Keanehan di Piala Dunia 2026
  • Parlemen Eropa Desak Investigasi Gianni Infantino Usai Banyak Keanehan di Piala Dunia 2026
Advertisement
Advertisement
Advertisement