Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
| 📡 LIVE

BREAKING NEWS: Presiden Prabowo Subianto menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 di Jakarta, pada Minggu (12/7/2026).

Prabowo Ungkap Asal Mula Punya Ide Bentuk Koperasi Merah Putih

Prabowo mengungkap asal mula ide Koperasi Merah Putih yang berawal dari pengalaman di desa. Kopdes Merah Putih disiapkan untuk memperkuat ekonomi desa

Prabowo Ungkap Asal Mula Punya Ide Bentuk Koperasi Merah Putih
Pidato Presiden Prabowo di puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026, pada Minggu (12/6). (Dok. Setneg)

PEWARTA.CO.ID — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa gagasan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah lama menjadi pemikirannya. Menurutnya, ide tersebut bukan muncul setelah menjabat sebagai kepala negara, melainkan berangkat dari pengalaman yang telah ia alami sejak puluhan tahun silam ketika bertugas di berbagai wilayah pedesaan.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026, sebagaimana dikutip pada Senin (13/7/2026).

Pengalaman di desa menjadi titik awal

Prabowo mengenang masa ketika masih menjadi prajurit TNI dan bertugas di sejumlah daerah terpencil. Dalam penugasannya itu, ia menyaksikan secara langsung kondisi masyarakat yang hidup dengan berbagai keterbatasan.

Ia melihat masih banyak warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan. Bahkan, pengalaman menyaksikan adanya masyarakat yang meninggal dunia akibat kelaparan menjadi salah satu peristiwa yang membekas dalam ingatannya.

Pengalaman tersebut, kata Prabowo, menumbuhkan tekad untuk mencari cara meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama mereka yang tinggal di pedesaan. Ia meyakini koperasi dapat menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat desa.

"Dari situ, saya lihat kita harus menjaga, kita harus memelihara kemampuan kita di desa-desa. Indonesia merdeka, perang kemerdekaan kita, kekuatan kita, ada di desa-desa," jelas Prabowo dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026, dikutip Senin (13/7/2026).

Prihatin masyarakat terjebak utang

Selain persoalan kemiskinan, Prabowo juga menyoroti kondisi masyarakat yang kesulitan keluar dari jeratan utang. Menurutnya, kelompok rentan umumnya memiliki penghasilan yang rendah sekaligus tidak menentu.

Situasi tersebut membuat sebagian masyarakat terpaksa mencari pinjaman demi memenuhi kebutuhan pokok maupun keperluan mendesak, seperti biaya sekolah atau pengobatan anggota keluarga.

Di sisi lain, keterbatasan literasi keuangan menyebabkan tidak sedikit warga memilih meminjam uang kepada lintah darat dengan bunga yang sangat tinggi. Kondisi itu dinilai semakin memperberat beban ekonomi masyarakat.

Prabowo juga menilai terdapat ketimpangan dalam akses pembiayaan. Ia menyebut pelaku usaha dapat memperoleh restrukturisasi maupun penghapusan utang dari perbankan, sementara masyarakat kecil belum memiliki kesempatan yang sama.

Koperasi simpan pinjam dinilai menjadi solusi

Berangkat dari kondisi tersebut, Prabowo menilai masyarakat membutuhkan akses pembiayaan yang mudah dengan bunga yang terjangkau. Menurutnya, keberadaan koperasi simpan pinjam di setiap desa dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan warga terhadap pinjaman berbunga tinggi.

"Tidak ada jalan. Rakyat kita harus bisa mendapat kesempatan pinjam uang dengan bunga yang murah. Jawabannya adalah harus ada koperasi simpan pinjam di setiap desa di seluruh Republik Indonesia," ujar Prabowo.

Ia menjelaskan, berbagai pengalaman yang dialaminya selama bertahun-tahun akhirnya diwujudkan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih setelah dipercaya memimpin pemerintahan.

Prabowo berharap program tersebut mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan secara mandiri sekaligus mengurangi praktik pinjaman dari lintah darat.

Penyaluran subsidi diharapkan lebih tepat sasaran

Selain memperkuat akses pembiayaan, Prabowo juga berharap Koperasi Merah Putih dapat berfungsi sebagai jalur distribusi berbagai barang bersubsidi sehingga penyalurannya lebih tepat sasaran.

Menurutnya, mekanisme tersebut diharapkan mampu mengurangi potensi penyalahgunaan barang subsidi yang seharusnya diterima masyarakat.

"Hampir semua barang-barang subsidi bisa kita salurkan melalui kooperasi supaya tidak diselewengkan. Karena banyak barang subsidi diselewengkan tidak sampai ke rakyat," jelas Prabowo.

Prabowo menambahkan, latar belakang itulah yang membuat pemerintah mempercepat pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ia menilai persoalan yang dihadapi masyarakat tidak dapat diselesaikan dengan langkah yang berjalan seperti biasa sehingga diperlukan tindakan yang lebih cepat.

"itu latar belakang Koperasi Merah Putih. Kemudian kita mulai rapat, kita mulai susun, kita mulai merencanakan. Kita bisa laksanakan dengan cara-cara biasa, tapi rakyat yang susah, tidak dalam keadaan biasa. Mereka memerlukan tindakan cepat dan tidak bisa kita lakukan dengan cara-cara biasa," tutup dia.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Redaksi Pewarta.co.id
Redaksi Pewarta.co.id
Portal berita Indonesia terkini 2026, viral terbaru dan terpopuler hari ini disajikan secara update. Bagian dari ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • Prabowo Ungkap Asal Mula Punya Ide Bentuk Koperasi Merah Putih
  • Prabowo Ungkap Asal Mula Punya Ide Bentuk Koperasi Merah Putih
  • Prabowo Ungkap Asal Mula Punya Ide Bentuk Koperasi Merah Putih
  • Prabowo Ungkap Asal Mula Punya Ide Bentuk Koperasi Merah Putih
  • Prabowo Ungkap Asal Mula Punya Ide Bentuk Koperasi Merah Putih
  • Prabowo Ungkap Asal Mula Punya Ide Bentuk Koperasi Merah Putih
Advertisement
Advertisement
Advertisement