Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
| 📡 LIVE

BREAKING NEWS: Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi Tahun 2026 di Jakarta, pada Minggu (12/7/2026).

Serangan AS ke Iran Tewaskan 7 Tentara dan 30 Warga Sipil, Ketegangan Kian Memanas

Serangan AS ke Iran menewaskan 7 tentara Iran dan lebih dari 30 warga sipil. Ketegangan AS-Iran kembali meningkat usai serangan di berbagai lokasi.

Serangan AS ke Iran Tewaskan 7 Tentara dan 30 Warga Sipil, Ketegangan Kian Memanas
Serangan AS ke Iran Tewaskan 7 Tentara dan 30 Warga Sipil, Ketegangan Kian Memanas

PEWARTA.CO.ID — Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memasuki babak baru setelah serangan rudal yang terjadi pada Rabu (15/7/2026) dilaporkan menewaskan tujuh personel militer Iran serta lebih dari 30 warga sipil di sejumlah wilayah.

Serangan tersebut menjadi sorotan karena disebut sebagai aksi langsung pertama yang menyasar tentara Iran sejak eskalasi konflik terbaru dimulai. Selain korban jiwa, beberapa anggota militer Iran lainnya juga dilaporkan mengalami luka-luka.

Serangan rudal hantam barak militer Iran

Media pemerintah Iran, IRIB, melaporkan bahwa militer AS meluncurkan 13 rudal yang menghantam kompleks perumahan dan fasilitas akomodasi di barak pasukan darat Iran di Kota Bampur, Provinsi Sistan dan Baluchestan.

Militer Iran menyatakan sebanyak tujuh personel dari Brigade ke-388 gugur dalam serangan tersebut. Sementara itu, sejumlah prajurit lain mengalami cedera dan kini menjalani perawatan medis.

Menanggapi insiden itu, pihak militer mengecam tindakan AS dan menegaskan akan memberikan "tanggapan tegas" atas apa yang mereka sebut sebagai "agresi AS."

Serangan ini berbeda dengan operasi militer sebelumnya yang dimulai Israel pada 13 Juni maupun serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari, yang dilaporkan tidak secara langsung menargetkan fasilitas militer Iran ataupun Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

Lebih dari 30 warga sipil turut menjadi korban

Di sisi lain, pemerintah Iran juga mengonfirmasi adanya korban sipil dalam serangan terbaru yang terjadi di wilayah selatan negara tersebut.

Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, menyampaikan bahwa lebih dari 30 warga sipil meninggal dunia akibat serangan AS tersebut.

"Dalam serangan baru-baru ini di bagian selatan negara itu, lebih dari 30 warga sipil kehilangan nyawa mereka," kata Mohajerani dalam sebuah unggahan di X, sebagaimana dilansir TRT.

Ia tidak mengungkap lokasi pasti serangan maupun rincian tambahan mengenai identitas para korban.

Tiga lokasi di Bushehr ikut menjadi sasaran

Secara terpisah, serangan AS juga dilaporkan menyasar tiga titik di Kota Bushehr, Iran barat daya, pada Rabu pagi.

Mengutip laporan Kantor Berita Fars, gubernur setempat menyebut belum ada laporan korban luka akibat serangan tersebut.

Pusat kontrol maritim Chabahar mengalami kerusakan

Selain sasaran militer dan wilayah lainnya, proyektil AS juga menghantam pusat kontrol lalu lintas maritim di Pelabuhan Chabahar, Provinsi Sistan dan Baluchestan.

Otoritas Pelabuhan dan Urusan Maritim setempat menyatakan serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada struktur fasilitas pengawasan maritim.

Dalam keterangannya, otoritas pelabuhan menjelaskan bahwa menara pengawasan tersebut merupakan fasilitas sipil yang berfungsi mendukung operasi pencarian dan penyelamatan nelayan di laut sekaligus menjaga keamanan aktivitas perdagangan maritim.

Hingga pernyataan itu diterbitkan, tidak ada laporan mengenai korban jiwa di lokasi tersebut.

Sebelumnya, Kantor Berita Fars juga melaporkan sebuah silo penyimpanan gandum beserta lokasi lain di Provinsi Khuzestan, Iran barat daya, terkena serangan proyektil AS pada malam sebelumnya.

Ketegangan AS dan Iran terus meningkat

Sehari sebelum serangan terbaru, tepatnya Selasa (14/7/2026), Presiden AS Donald Trump menyatakan operasi militer terhadap Iran akan terus berlanjut bahkan meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Trump juga memperingatkan bahwa AS akan mulai menargetkan pembangkit listrik dan jembatan di Iran pada pekan berikutnya apabila Teheran tidak kembali ke meja perundingan.

Dalam beberapa hari terakhir, hubungan kedua negara semakin memanas, terutama terkait situasi di Selat Hormuz. AS dan Iran terus saling melancarkan serangan meskipun sebelumnya telah ada nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik dan membuka jalan menuju perdamaian.

Di tengah perkembangan tersebut, Iran turut mengirim surat kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menuduh Amerika Serikat telah melanggar Nota Kesepahaman Islamabad.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Redaksi Pewarta.co.id
Redaksi Pewarta.co.id
Portal berita Indonesia terkini 2026, viral terbaru dan terpopuler hari ini disajikan secara update. Bagian dari ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • Serangan AS ke Iran Tewaskan 7 Tentara dan 30 Warga Sipil, Ketegangan Kian Memanas
  • Serangan AS ke Iran Tewaskan 7 Tentara dan 30 Warga Sipil, Ketegangan Kian Memanas
  • Serangan AS ke Iran Tewaskan 7 Tentara dan 30 Warga Sipil, Ketegangan Kian Memanas
  • Serangan AS ke Iran Tewaskan 7 Tentara dan 30 Warga Sipil, Ketegangan Kian Memanas
  • Serangan AS ke Iran Tewaskan 7 Tentara dan 30 Warga Sipil, Ketegangan Kian Memanas
  • Serangan AS ke Iran Tewaskan 7 Tentara dan 30 Warga Sipil, Ketegangan Kian Memanas
Advertisement
Advertisement
Advertisement