Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
| 📡 LIVE

BREAKING NEWS: Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi Tahun 2026 di Jakarta, pada Minggu (12/7/2026).

Trump Tuntut Tarif Rp480 Miliar per Kapal Supertanker yang Lewat Selat Hormuz

Trump tuntut tarif Selat Hormuz hingga Rp480 miliar per kapal supertanker minyak, setelah AS mengklaim menjadi penjaga jalur strategis tersebut.

Trump Tuntut Tarif Rp480 Miliar per Kapal Supertanker yang Lewat Selat Hormuz
Trump Tuntut Tarif Rp480 Miliar per Kapal Supertanker yang Lewat Selat Hormuz

PEWARTA.CO.ID — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat pernyataan yang menarik perhatian dunia setelah mengusulkan adanya tarif bagi kapal yang membawa kargo melalui Selat Hormuz. Kebijakan tersebut disebut sebagai bentuk penggantian biaya karena AS mengklaim akan berperan sebagai penjaga jalur pelayaran strategis itu.

Trump mengajukan biaya sebesar 20 persen dari nilai kargo yang dikirim melalui Selat Hormuz. Jika dihitung berdasarkan harga minyak saat ini sekitar USD 80 per barel, tarif tersebut bisa mencapai sekitar USD 30 juta atau setara Rp480 miliar untuk satu kapal supertanker yang membawa muatan penuh.

AS klaim menjadi penjaga Selat Hormuz

Pada Senin (13/7/2026), Trump kembali memberlakukan blokade Amerika Serikat terhadap kapal-kapal Iran yang melintasi Selat Hormuz. Dalam pernyataannya, ia menyebut AS akan menjadi pihak yang menjaga jalur air penting tersebut.

Trump mengatakan langkah itu dilakukan dengan alasan keadilan, sehingga AS akan meminta penggantian biaya melalui tarif sebesar 20 persen dari seluruh kargo yang melewati kawasan tersebut.

Namun, hingga kini Gedung Putih belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai mekanisme penerapan tarif tersebut. Belum diketahui bagaimana pungutan itu akan dikelola maupun apakah rencana tersebut telah dibahas dengan negara-negara sekutu AS di kawasan Teluk.

Sementara itu, sebelumnya Iran juga diketahui pernah mengenakan biaya hingga USD 2 juta untuk setiap perjalanan kapal secara tidak tetap. Hal tersebut disampaikan oleh sejumlah pihak yang memahami kondisi terkait aktivitas pelayaran di kawasan tersebut.

Industri pelayaran pertanyakan rencana tarif Trump

Rencana tarif Selat Hormuz yang disampaikan Trump langsung mendapat perhatian dari industri pelayaran internasional. Sejumlah pelaku pasar mempertanyakan bagaimana aturan tersebut akan diterapkan di lapangan.

Mengutip Bloomberg, hampir selusin pihak yang terlibat dalam sektor perkapalan, termasuk beberapa operator kapal tanker yang baru-baru ini melintasi Selat Hormuz, menyebut belum menerima pemberitahuan mengenai potensi biaya tambahan tersebut.

Mereka menilai masih terlalu dini untuk menentukan dampak kebijakan itu terhadap keputusan pelayaran karena detail aturan belum tersedia secara jelas.

Salah seorang kapten kapal yang meminta identitasnya dirahasiakan bahkan menggambarkan rencana biaya tersebut sebagai tindakan yang menyerupai perampokan terbuka.

Selat Hormuz menjadi jalur energi dunia

Persaingan pengaruh antara Amerika Serikat dan Iran terhadap Selat Hormuz menjadi perhatian besar karena kawasan tersebut memiliki peran penting dalam distribusi energi global.

Selat yang berada di antara Teluk Persia dan Teluk Oman itu selama ini menjadi jalur utama pengiriman minyak serta gas dunia. Diperkirakan sekitar seperlima aliran minyak dan gas global melewati kawasan tersebut.

Ketegangan semakin meningkat setelah upaya gencatan senjata yang sebelumnya berlangsung mengalami kegagalan. Kondisi itu membuat keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz kembali menjadi isu utama bagi berbagai negara.

Iran tanggapi rencana tarif 20 persen Trump

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi turut memberikan tanggapan terkait rencana tarif yang diajukan Trump. Melalui unggahan di media sosial, ia menilai pihak yang memberikan keamanan bagi kapal komersial di Selat Hormuz memang dapat memperoleh kompensasi.

“Benar sekali. Siapa pun yang menyediakan jalur aman dan terjamin bagi kapal-kapal komersial melalui Selat Hormuz harus diberi kompensasi atas layanan ini.”

Namun, Araghchi menilai besaran tarif yang diajukan Trump terlalu tinggi.

“20 persen tentu saja terlalu banyak,” ujarnya, sebelum menambahkan, “Kami akan bersikap adil.”

Pernyataan tersebut menambah dinamika baru dalam ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terkait pengelolaan jalur pelayaran yang menjadi salah satu titik paling strategis bagi perdagangan energi dunia.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Redaksi Pewarta.co.id
Redaksi Pewarta.co.id
Portal berita Indonesia terkini 2026, viral terbaru dan terpopuler hari ini disajikan secara update. Bagian dari ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • Trump Tuntut Tarif Rp480 Miliar per Kapal Supertanker yang Lewat Selat Hormuz
  • Trump Tuntut Tarif Rp480 Miliar per Kapal Supertanker yang Lewat Selat Hormuz
  • Trump Tuntut Tarif Rp480 Miliar per Kapal Supertanker yang Lewat Selat Hormuz
  • Trump Tuntut Tarif Rp480 Miliar per Kapal Supertanker yang Lewat Selat Hormuz
  • Trump Tuntut Tarif Rp480 Miliar per Kapal Supertanker yang Lewat Selat Hormuz
  • Trump Tuntut Tarif Rp480 Miliar per Kapal Supertanker yang Lewat Selat Hormuz
Advertisement
Advertisement
Advertisement