Update Jumlah Korban Tewas Gempa Venezuela 21 Juli 2026 Bertambah Jadi 5.208 Jiwa, 16.740 Orang Terluka
![]() |
| Update Jumlah Korban Tewas Gempa Venezuela 21 Juli 2026 Bertambah Jadi 5.208 Jiwa, 16.740 Orang Terluka |
PEWARTA.CO.ID — Jumlah korban meninggal akibat gempa kembar yang melanda Venezuela kembali mengalami peningkatan. Berdasarkan pembaruan data resmi dari pemerintah, korban tewas kini mencapai 5.208 jiwa, sementara ribuan warga lainnya masih menjalani perawatan setelah terdampak bencana tersebut.
Laporan terbaru yang dikutip dari BNO News pada Selasa (21/7/2026) menunjukkan jumlah korban meninggal bertambah 89 orang dibandingkan laporan sehari sebelumnya. Selain itu, tercatat 16.740 orang mengalami luka-luka, sedangkan 6.462 orang berhasil diselamatkan dari lokasi terdampak.
Jumlah pasien yang dirawat terus bertambah
Pemerintah Venezuela juga melaporkan bahwa 39.935 pasien telah memperoleh penanganan medis. Angka tersebut meningkat 1.643 orang dibandingkan data yang dirilis pada Sabtu.
Di sisi lain, distribusi bantuan bagi warga terdampak terus berlangsung. Hingga laporan terbaru, bantuan telah diterima oleh 128.324 keluarga yang terkena dampak gempa.
Gempa susulan masih terus terjadi
Aktivitas seismik di wilayah terdampak belum sepenuhnya mereda. Pemerintah mencatat jumlah gempa susulan kini mencapai 1.388 kali, atau bertambah 38 kejadian dibandingkan laporan sebelumnya pada Sabtu.
Rangkaian gempa tersebut bermula pada 24 Juni ketika wilayah di dekat Montalbán diguncang dua gempa besar dalam waktu yang sangat berdekatan.
Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), peristiwa itu dikategorikan sebagai gempa kembar. Gempa pertama memiliki magnitudo 7,2, kemudian hanya berselang 39 detik disusul gempa kedua berkekuatan 7,5 magnitudo.
Masuk daftar gempa paling mematikan abad ke-21
Dengan jumlah korban yang terus bertambah, bencana di Venezuela kini tercatat sebagai gempa bumi paling mematikan ke-12 pada abad ke-21.
Korban jiwa akibat bencana ini masih berada di bawah gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tengah Myanmar pada Maret 2025. Gempa tersebut menewaskan lebih dari 5.400 orang di Myanmar serta negara tetangganya, Thailand.
| 📡 LIVE