Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kuliner yang Cocok Dicoba Saat Menjelajah Kota Lama Semarang

Kuliner Kota Lama Semarang yang cocok dicoba, dari lumpia, tahu gimbal, soto, tahu petis, hingga wingko babat untuk oleh-oleh.

kuliner kota lama semarang
Ilustrasi deretan kuliner yang bisa dinikmati saat berada di Kota Lama Semarang. (Dok. Gen AI/PEWARTA)

PEWARTA.CO.ID — Menjelajah Kota Lama Semarang tidak harus berhenti pada bangunan kolonial, Gereja Blenduk, atau aktivitas berfoto di kawasan pedestrian. Setelah berjalan menyusuri deretan bangunan bersejarah, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan dengan mencicipi kuliner khas Semarang yang tersedia di Kota Lama dan kawasan sekitarnya.

Pilihan kuliner di sekitar Kota Lama cukup beragam, mulai dari lumpia, tahu gimbal, soto Semarang, tahu petis, hingga wingko babat yang lebih cocok dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Pemerintah Kota Semarang sendiri memasukkan lumpia, soto Semarang, bandeng presto, nasi ayam, dan tahu petis sebagai lima kuliner yang paling banyak dipilih wisatawan dalam survei pasar wisata 2023.

Yang perlu diperhatikan, tidak semua makanan khas Semarang berada persis di dalam kawasan Kota Lama. Beberapa pilihan yang relevan untuk wisatawan justru berada di kawasan Pecinan dan pusat kota yang dapat dijangkau dari Kota Lama, sehingga rute kuliner dapat disusun mengikuti arah perjalanan.

Lumpia Semarang untuk camilan wajib

Jika berbicara mengenai makanan yang paling identik dengan Semarang, lumpia menjadi salah satu pilihan yang sulit dilewatkan. Kuliner ini bahkan disebut sebagai makanan khas Kota Semarang dalam dokumen Pemerintah Kota Semarang.

Lumpia pada dasarnya menggunakan kulit tipis dengan isian yang dapat berupa rebung, telur, dan bahan pelengkap lainnya. Seiring perkembangan usaha kuliner, tersedia pula variasi isian seperti ayam, udang, hingga kepiting.

Bagi wisatawan yang sedang menjelajah Kota Lama, lumpia cocok dijadikan makanan selingan karena bentuknya praktis untuk disantap setelah berjalan kaki. Pilihan ini juga dapat ditempatkan di awal atau akhir rute, tergantung lokasi penjual yang ingin didatangi.

Kawasan Pecinan menjadi salah satu tujuan yang mudah dipadukan dengan perjalanan dari Kota Lama. Indonesia Travel juga menyebut Gang Lombok sebagai salah satu kawasan yang dikenal dengan kuliner lumpia Semarang.

Tahu gimbal untuk makan yang lebih mengenyangkan

Jika lumpia lebih cocok sebagai camilan, tahu gimbal dapat menjadi pilihan ketika wisatawan membutuhkan makanan yang lebih mengenyangkan.

Tahu gimbal merupakan makanan khas Semarang yang terdiri atas tahu goreng, sayuran, bakwan udang atau gimbal, serta saus kacang. Dalam penyajiannya, hidangan ini dapat dilengkapi lontong dan telur.

Nama “gimbal” dalam hidangan tersebut tidak merujuk pada rambut, melainkan olahan udang berbalut tepung yang menyerupai bakwan. Unsur ini menjadi salah satu ciri yang membedakan tahu gimbal dari sajian tahu dengan saus kacang lainnya.

Wisatawan dapat memasukkan tahu gimbal dalam agenda makan siang sebelum kembali berjalan menyusuri kawasan heritage. Rasanya yang gurih dan saus kacang yang kuat juga memberikan pengalaman kuliner yang berbeda dari jajanan ringan seperti lumpia.

Soto Semarang untuk jeda makan siang

Soto Semarang
Soto Semarang

Soto Semarang merupakan pilihan lain yang tercatat sebagai salah satu kuliner favorit wisatawan. Survei Pemerintah Kota Semarang pada 2023 menempatkan soto Semarang di posisi kedua dalam lima besar kuliner yang paling banyak dipilih wisatawan nusantara, setelah lumpia.

Karakter soto Semarang umumnya lebih ringan dibandingkan beberapa jenis soto dengan kuah yang lebih pekat. Sajian ini dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin makan lengkap tetapi tidak terlalu berat sebelum melanjutkan perjalanan.

Karena Kota Lama Semarang lebih tepat dinikmati dengan berjalan kaki, waktu makan juga perlu diperhitungkan. Memilih makanan utama di tengah perjalanan dapat menjadi jeda untuk beristirahat sebelum melanjutkan rute menuju bangunan, galeri, kafe, atau kawasan Pecinan.

Tahu petis untuk mengenal cita rasa lokal

Bagi wisatawan yang ingin mencoba makanan sederhana dengan karakter rasa khas Semarang, tahu petis dapat masuk dalam daftar. Pemerintah Kota Semarang memasukkan tahu petis sebagai salah satu dari lima kuliner favorit wisatawan berdasarkan survei 2023.

Tahu petis menggunakan tahu goreng yang dipadukan dengan petis sebagai elemen utama rasanya. Cita rasa petis yang gurih dan kuat membuat makanan ini lebih cocok bagi wisatawan yang ingin mencoba jajanan lokal dengan karakter berbeda.

Kuliner seperti ini juga dapat menjadi pilihan ketika tujuan utama bukan mencari restoran besar. Wisatawan dapat menjadikannya sebagai camilan di sela-sela perjalanan sambil mengeksplorasi kawasan kota lama dan pusat kota.

Wingko babat untuk oleh-oleh

Tidak semua kuliner harus langsung dimakan ketika menjelajah Kota Lama. Wingko babat lebih tepat dimasukkan dalam agenda oleh-oleh karena dapat dibawa pulang setelah perjalanan.

Wingko babat dibuat dari kelapa dan beras ketan, dengan sejumlah variasi rasa seperti durian, cokelat, nangka, dan pandan. Informasi pariwisata Jawa Tengah mencatat wingko babat dapat ditemukan di beberapa pusat penjualan, termasuk Jalan Cendrawasih di kawasan Kota Lama serta Stasiun Tawang dan Stasiun Poncol.

Keberadaan penjual di Jalan Cendrawasih membuat wingko babat cukup relevan bagi wisatawan yang memang sedang berada di sekitar Kota Lama. Artinya, agenda membeli oleh-oleh tidak selalu membutuhkan perjalanan khusus menuju kawasan lain.

Untuk wisatawan yang menggunakan kereta api, pilihan ini juga praktis karena Stasiun Tawang berada tidak jauh dari Kota Lama. Pembelian oleh-oleh dapat sekaligus dilakukan menjelang perjalanan pulang.

Bandeng presto jika ingin membawa makanan khas

Bandeng Presto Semarang
Bandeng Presto Semarang. (Dok. Ist)

Bandeng presto juga termasuk kuliner penting dalam daftar makanan khas Semarang. Pemerintah Kota Semarang mencatat bandeng presto sebagai salah satu dari lima kuliner favorit wisatawan dalam survei 2023, sementara dokumen Pemkot juga menyebut bandeng sebagai salah satu produk pangan khas kota tersebut.

Teknik presto membuat duri ikan bandeng menjadi lebih lunak sehingga lebih mudah disantap. Karakter tersebut membuat bandeng presto berbeda dari olahan bandeng biasa yang membutuhkan perhatian lebih ketika memisahkan durinya.

Untuk wisatawan, bandeng presto lebih cocok dijadikan pilihan makan atau oleh-oleh. Jika ingin membawanya keluar kota, perhatikan jenis kemasan dan ketahanan produk sesuai durasi perjalanan.

Jajanan lain yang bisa masuk daftar

Selain makanan utama, Semarang memiliki cukup banyak jajanan yang dapat dipertimbangkan ketika wisatawan memperpanjang perjalanan dari Kota Lama menuju pusat kota.

Data Pemerintah Kota Semarang mencatat sejumlah kuliner lain yang layak dicoba, antara lain nasi ayam, babat gongso, serabi, tahu pong, mi kopyok, tahu bakso, wingko babat, roti gembong, dan wedang tahu.

Tidak semuanya harus dimasukkan dalam satu kunjungan. Justru lebih efisien memilih dua atau tiga makanan sesuai waktu, selera, dan arah perjalanan agar pengalaman kuliner tidak berubah menjadi agenda berburu makanan sepanjang hari.

Bagi pengunjung yang baru pertama kali datang, kombinasi makanan utama, camilan, dan oleh-oleh biasanya sudah cukup untuk mengenal karakter kuliner Semarang tanpa membuat itinerary terlalu padat.

BACA JUGA!
Panduan Berkunjung ke Kota Lama Semarang Saat Festival: Akses dan Aktivitas

Pasar Semawis bisa menjadi tujuan lanjutan

Wisatawan yang ingin memperluas eksplorasi kuliner dapat melanjutkan perjalanan ke kawasan Pecinan dan Pasar Semawis. Indonesia Travel mencatat Pasar Semawis di Gang Warung sebagai salah satu pusat kuliner yang dapat dikunjungi di Semarang.

Pasar Semawis juga memberi pengalaman yang berbeda dari restoran atau kafe di Kota Lama karena suasananya lebih dekat dengan konsep sentra kuliner malam. Pilihan makanan di kawasan ini beragam, sehingga pengunjung dapat mencicipi beberapa hidangan dalam satu perjalanan.

Namun, Pasar Semawis bukan bagian dari Kota Lama secara administratif. Karena itu, lebih tepat menganggapnya sebagai destinasi kuliner lanjutan yang dapat dimasukkan setelah selesai menjelajah kawasan heritage.

Rute semacam ini membuat perjalanan lebih efisien: pagi atau sore digunakan untuk menikmati Kota Lama, kemudian perjalanan dapat diteruskan ke Pecinan untuk mencari makanan ketika memasuki waktu makan malam.

Kafe dan restoran memberi pilihan berbeda

Kota Lama tidak hanya menawarkan makanan tradisional. Setelah revitalisasi, kawasan tersebut berkembang dengan kafe, restoran, dan berbagai usaha kuliner yang menempati atau berada di sekitar bangunan bersejarah.

Pilihan ini cocok bagi wisatawan yang ingin menjadikan waktu makan sekaligus sebagai waktu istirahat. Duduk di dalam atau sekitar bangunan lama memberikan pengalaman yang berbeda dari sekadar makan di pusat perbelanjaan modern.

Namun, keberadaan kafe modern tidak berarti makanan yang disajikan semuanya merupakan kuliner khas Semarang. Wisatawan sebaiknya melihat menu dan memilih sesuai tujuan kunjungan, terutama jika ingin mencari makanan tradisional.

Perbedaan tersebut penting karena istilah “kuliner Kota Lama Semarang” dapat merujuk pada dua hal: tempat makan yang berada di kawasan Kota Lama dan makanan khas Semarang yang dapat ditemukan ketika menjelajah kawasan tersebut.

Susun rute kuliner berdasarkan waktu

Cara paling nyaman menikmati kuliner saat menjelajah Kota Lama adalah menggabungkan makanan dengan rute wisata, bukan membuat daftar tempat makan yang terlalu panjang.

Pagi atau menjelang siang dapat digunakan untuk berjalan kaki mengelilingi kawasan Gereja Blenduk, Taman Srigunting, Gedung Marba, dan bangunan bersejarah lainnya. Setelah cukup berjalan, wisatawan dapat mengambil jeda untuk makan siang.

Jika ingin mencoba makanan khas yang lebih ringan, lumpia atau tahu petis dapat menjadi pilihan. Untuk makan utama, tahu gimbal atau soto Semarang lebih sesuai.

Sore hari dapat digunakan untuk kembali menikmati kawasan heritage, masuk ke kafe atau galeri, lalu melanjutkan perjalanan ke Pecinan jika ingin berburu kuliner malam. Pilihan ini membuat wisatawan tidak perlu bolak-balik ke lokasi yang sama.

Pilih makanan sesuai tujuan perjalanan

Wisatawan dengan waktu singkat tidak harus mencicipi seluruh makanan khas Semarang. Beberapa pilihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan.

Jika ingin camilan: lumpia Semarang dan tahu petis dapat diprioritaskan.

Jika ingin makan utama: tahu gimbal atau soto Semarang dapat dipertimbangkan.

Jika ingin mencoba makanan khas untuk dibawa pulang: wingko babat dan bandeng presto menjadi pilihan yang lebih relevan.

Jika ingin kuliner malam: perjalanan dapat dilanjutkan ke kawasan Pecinan dan Pasar Semawis.

Pembagian sederhana ini membuat pencarian makanan lebih terarah. Wisatawan juga dapat menyisakan waktu untuk menikmati Kota Lama sebagai kawasan heritage, karena daya tarik utamanya tetap berada pada perpaduan bangunan bersejarah, ruang publik, seni, dan kehidupan kota.

Kuliner menjadi bagian dari pengalaman Kota Lama

Menjelajah Kota Lama Semarang akan terasa lebih lengkap ketika perjalanan tidak hanya berfokus pada bangunan dan foto. Makanan memberikan cara lain untuk memahami karakter kota, terutama ketika wisatawan mencoba hidangan yang memang tumbuh dalam tradisi kuliner Semarang.

Sahabat Pewarta juga tidak perlu mengejar semua kuliner dalam satu hari. Memilih beberapa makanan berdasarkan rute, waktu kunjungan, dan tujuan perjalanan justru membuat pengalaman lebih nyaman.

Kombinasi berjalan kaki di kawasan heritage, menikmati satu makanan khas, berhenti sejenak di kafe, lalu melanjutkan perjalanan ke kawasan Pecinan atau pusat oleh-oleh dapat menjadi pola yang lebih masuk akal.

Dengan cara tersebut, kuliner Kota Lama Semarang bukan sekadar agenda makan di sela perjalanan. Makanan menjadi bagian dari perjalanan untuk mengenal Semarang melalui rasa, ruang kota, dan kehidupan masyarakat yang terus berlangsung di sekitar kawasan bersejarah tersebut.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Redaksi PEWARTA
Redaksi PEWARTA
Portal berita Indonesia terkini 2026, viral terbaru dan terpopuler hari ini disajikan secara update. Bagian dari ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • Kuliner yang Cocok Dicoba Saat Menjelajah Kota Lama Semarang
  • Kuliner yang Cocok Dicoba Saat Menjelajah Kota Lama Semarang
  • Kuliner yang Cocok Dicoba Saat Menjelajah Kota Lama Semarang
  • Kuliner yang Cocok Dicoba Saat Menjelajah Kota Lama Semarang
  • Kuliner yang Cocok Dicoba Saat Menjelajah Kota Lama Semarang
  • Kuliner yang Cocok Dicoba Saat Menjelajah Kota Lama Semarang