5 Pengaturan Windows 11 untuk Menghemat Baterai Laptop Tanpa Mengorbankan Kenyamanan
![]() |
| Ilustrasi settingan baterai Windows 11 pada laptop agar lebih hemat namun tidak mengganggu kenyamanan pemakaian. (Dok. PEWARTA) |
PEWARTA.CO.ID — Baterai laptop yang cepat habis tidak selalu berarti kapasitas baterainya sudah menurun. Penggunaan layar yang terlalu terang, aplikasi yang terus aktif di latar belakang, serta pengaturan daya yang mengutamakan performa dapat membuat laptop mengonsumsi energi lebih banyak daripada yang dibutuhkan.
Pengguna Windows 11 bisa mengurangi konsumsi daya dengan menyesuaikan beberapa pengaturan bawaan tanpa harus membuat laptop terasa lambat atau membatasi fungsi penting. Kuncinya adalah memilih pengaturan yang sesuai dengan aktivitas, bukan mengaktifkan semua fitur hemat daya secara maksimal.
Ada lima bagian yang layak diperiksa, mulai dari mode daya, penghemat energi otomatis, pengaturan layar, waktu tidur perangkat, hingga aktivitas aplikasi di latar belakang. Penyesuaian sederhana pada bagian-bagian tersebut dapat membantu baterai bertahan lebih lama selama bekerja, belajar, atau menggunakan laptop ketika bepergian.
BACA JUGA!
Cara Update Windows 10 ke 11, Begini Langkah Upgrade Versi OS yang Benar dan Aman untuk PC dan Laptop
1. Pilih mode daya sesuai aktivitas
Mode daya atau Power mode menentukan keseimbangan antara efisiensi energi dan performa komputer. Windows 11 menyediakan pilihan seperti Best power efficiency, Balanced, dan Best performance, meskipun opsi yang tersedia dapat berbeda menurut perangkat dan konfigurasi produsennya.
Untuk penggunaan sehari-hari, seperti mengetik dokumen, membaca artikel, membuka banyak tab browser, atau membalas email, mode Balanced biasanya menjadi titik awal yang masuk akal. Laptop tetap dapat menjalankan tugas umum tanpa harus terus-menerus menggunakan pengaturan yang mengutamakan performa tertinggi.
Jika sedang bekerja menggunakan baterai dan hanya menjalankan tugas ringan, pengguna bisa beralih ke Best power efficiency. Mode ini membantu menekan konsumsi daya melalui pengelolaan aktivitas sistem, sehingga lebih sesuai untuk pekerjaan yang tidak membutuhkan tenaga komputasi tinggi.
Cara mengubah mode daya Windows 11:
- Buka Settings atau Pengaturan.
- Pilih System atau Sistem.
- Masuk ke Power & battery atau Daya & baterai.
- Cari bagian Power mode atau Mode daya.
- Pilih Balanced atau Best power efficiency sesuai kebutuhan.
Pengaturan ini tidak harus selalu berada pada mode paling hemat. Ketika mengedit video, menjalankan perangkat lunak desain, mengolah data besar, atau melakukan pekerjaan yang membutuhkan performa tinggi, pengguna dapat kembali ke mode yang lebih sesuai.
Dengan cara tersebut, laptop tetap nyaman digunakan untuk pekerjaan sehari-hari, sementara konsumsi daya bisa ditekan ketika performa tinggi belum diperlukan.
BACA JUGA!
Baterai Laptop Windows 11 Cepat Habis? Coba 7 Langkah Ini Sebelum Ganti Baterai
2. Atur Energy saver agar aktif otomatis
Energy saver merupakan salah satu fitur penting untuk menghemat baterai Windows 11. Fitur ini membantu mengelola proses sistem dan penggunaan daya, termasuk membatasi aktivitas tertentu di latar belakang ketika penghematan energi dibutuhkan.
Daripada menunggu baterai hampir habis, pengguna dapat mengatur fitur tersebut agar aktif secara otomatis ketika kapasitas baterai mencapai persentase tertentu. Dengan begitu, laptop dapat beralih ke pola penggunaan daya yang lebih hemat sebelum pengguna harus mencari stopkontak.
Untuk mengaturnya, buka Settings > System > Power & battery, kemudian cari bagian Energy saver. Jika tersedia, pilih persentase baterai yang akan memicu pengaktifan otomatis fitur tersebut.
Tidak ada satu ambang batas yang wajib digunakan semua orang. Pengguna yang sering bepergian atau mengikuti rapat panjang tanpa akses listrik dapat memilih ambang yang lebih tinggi, sedangkan pengguna yang biasanya bekerja di dekat stopkontak bisa memilih pengaturan yang lebih sesuai dengan kebiasaannya.
Aktifkan juga opsi yang meredupkan layar ketika Energy saver bekerja apabila tersedia pada perangkat. Layar yang lebih redup dapat membantu mengurangi pemakaian daya tanpa harus menutup aplikasi yang sedang digunakan.
Meski demikian, perlu dipahami bahwa fitur ini dapat membatasi aktivitas tertentu, seperti sinkronisasi atau proses latar belakang. Jika ada aplikasi yang harus menerima pemberitahuan secara konsisten, periksa perilakunya setelah fitur penghemat energi diaktifkan.
3. Sesuaikan kecerahan dan refresh rate layar
![]() |
| Ilustrasi setting kecerahan layar laptop. (Dok. PEWARTA) |
Layar merupakan salah satu bagian laptop yang menggunakan daya ketika perangkat aktif. Karena itu, mengurangi kecerahan ke tingkat yang nyaman dapat menjadi langkah praktis untuk memperpanjang waktu penggunaan baterai.
Pengguna tidak harus membuat layar sangat gelap. Cukup sesuaikan kecerahan dengan kondisi ruangan agar tulisan tetap terbaca, warna tidak terlalu redup, dan mata tidak perlu bekerja lebih keras saat melihat layar.
Untuk mengubahnya, buka Settings > System > Display, kemudian sesuaikan penggeser Brightness. Pengguna juga dapat menggunakan pengaturan cepat di taskbar jika tersedia.
Selain kecerahan, perhatikan refresh rate, yaitu jumlah kali layar memperbarui gambar setiap detik. Layar dengan refresh rate tinggi dapat menampilkan gerakan lebih mulus, tetapi menggunakan daya lebih besar dibandingkan pengaturan yang lebih rendah pada kondisi tertentu.
Untuk mengubahnya, buka Settings > System > Display > Advanced display. Jika laptop mendukung beberapa pilihan refresh rate, pilih tingkat yang lebih rendah ketika sedang mengutamakan daya tahan baterai.
Pengguna tidak perlu langsung menurunkan refresh rate setiap saat. Bagi yang terbiasa menggunakan layar 120 Hz atau lebih tinggi, pengaturan tersebut dapat dipertahankan ketika kenyamanan visual dan kelancaran gerakan lebih penting.
Jika tersedia, fitur Dynamic refresh rate juga layak dipertimbangkan. Fitur ini memungkinkan perangkat menyesuaikan refresh rate secara dinamis sehingga layar dapat menggunakan tingkat yang lebih rendah ketika aktivitas tidak membutuhkan pembaruan gambar sesering itu.
Perlu diingat, fitur tersebut hanya tersedia pada perangkat dengan dukungan perangkat keras dan konfigurasi yang sesuai. Jika laptop tidak menyediakan opsi tersebut, pengaturan kecerahan saja tetap menjadi langkah yang bermanfaat.
4. Atur waktu layar mati dan laptop masuk mode tidur
Laptop yang dibiarkan menyala ketika tidak digunakan tetap dapat mengonsumsi energi. Layar yang terus aktif, aplikasi yang berjalan, dan sistem yang belum masuk mode tidur dapat mengurangi waktu penggunaan baterai, terutama ketika pengguna sering meninggalkan meja untuk beberapa saat.
Windows 11 menyediakan pengaturan untuk mematikan layar dan memasukkan perangkat ke mode tidur secara otomatis setelah periode tidak aktif. Kedua fungsi tersebut memiliki peran berbeda: layar mati menghentikan tampilan aktif, sedangkan mode tidur membuat aktivitas sistem berkurang lebih jauh.
Pengaturannya dapat ditemukan melalui Settings > System > Power & battery > Screen, sleep & hibernate timeouts. Pada sebagian versi Windows 11, namanya mungkin ditampilkan sebagai Screen and sleep.
Untuk penggunaan dengan baterai, pengguna dapat mencoba pengaturan awal seperti berikut:
| Pengaturan | Rekomendasi awal |
|---|---|
| Layar mati saat tidak aktif | 3–5 menit |
| Laptop masuk mode tidur | 5–10 menit |
Angka tersebut merupakan rekomendasi praktis, bukan ketentuan wajib dari Microsoft. Pengguna dapat menyesuaikannya dengan pola kerja, terutama jika sering membaca dokumen panjang, mengikuti rapat daring, atau menggunakan aplikasi yang membutuhkan tampilan tetap aktif.
Jangan pula mengatur waktu terlalu singkat jika hal itu membuat pekerjaan terganggu. Misalnya, layar yang sering mati ketika pengguna sedang membaca materi dapat mengurangi kenyamanan, sehingga durasi perlu disesuaikan dengan aktivitas nyata.
Perhatikan juga perbedaan antara mode tidur dan hibernasi. Mode tidur memungkinkan laptop melanjutkan aktivitas dengan cepat, sedangkan hibernasi menyimpan kondisi kerja ke penyimpanan dan mematikan sebagian besar aktivitas sistem.
Jika laptop sering ditinggalkan dalam waktu lama tanpa akses listrik, pengaturan tidur atau hibernasi dapat menjadi bagian dari strategi penghematan daya. Pilihan yang tepat bergantung pada dukungan perangkat dan kebutuhan pengguna.
5. Batasi aplikasi yang boros baterai di latar belakang
![]() |
| Ilustrasi setting pembatasan aplikasi yang boros terhadap baterai pada laptop. (Dok. PEWARTA) |
Aplikasi yang tidak sedang dibuka belum tentu berhenti bekerja. Sebagian aplikasi tetap menyinkronkan data, memeriksa pembaruan, atau mengirim pemberitahuan sehingga dapat meningkatkan penggunaan baterai.
Karena itu, pengguna sebaiknya memeriksa aplikasi yang paling banyak memakai baterai sebelum menutup program secara sembarangan. Windows 11 menyediakan informasi penggunaan baterai per aplikasi untuk membantu mengenali sumber konsumsi daya yang perlu diperhatikan.
Buka Settings > System > Power & battery, kemudian periksa bagian Battery usage. Pada tampilan yang tersedia, pengguna bisa melihat aplikasi dengan penggunaan baterai tinggi dan memeriksa apakah aktivitas latar belakangnya dapat dikelola.
Jika sebuah aplikasi menyediakan pilihan Manage background activity, pengguna dapat menyesuaikan izin aktivitasnya. Opsi Power optimized bisa menjadi pilihan awal karena Windows akan berupaya menyeimbangkan penghematan daya dengan kebutuhan pembaruan dan pemberitahuan.
Sementara itu, opsi yang sepenuhnya melarang aplikasi berjalan di latar belakang dapat mengurangi konsumsi daya lebih jauh, tetapi berpotensi menghentikan pemberitahuan atau pembaruan saat aplikasi tidak digunakan. Karena itu, opsi tersebut sebaiknya diterapkan pada aplikasi yang memang tidak perlu aktif sepanjang waktu.
Jangan membatasi semua aplikasi tanpa mempertimbangkan fungsinya. Aplikasi pesan, kalender, layanan penyimpanan awan, atau perangkat lunak kerja tertentu mungkin perlu tetap berjalan agar sinkronisasi dan pemberitahuan berlangsung sesuai kebutuhan.
Langkah yang lebih efektif adalah memulai dari aplikasi yang jarang digunakan tetapi menunjukkan konsumsi daya tinggi. Dengan begitu, pengguna bisa mengurangi aktivitas yang tidak diperlukan tanpa kehilangan fungsi yang masih penting.
BACA JUGA!
Laptop Windows Cepat Panas dan Boros Baterai? Ini Pengaturan yang Paling Banyak Memengaruhi Daya
Cara menghemat baterai tanpa membuat laptop terasa lambat
Kelima pengaturan tersebut tidak perlu diubah secara ekstrem sekaligus. Pengguna dapat memulai dari mode daya, pengaturan otomatis Energy saver, dan waktu layar mati, lalu memantau apakah perubahan itu sudah cukup membantu.
Jika baterai masih cepat terkuras, periksa kecerahan layar, refresh rate, dan aplikasi yang menunjukkan konsumsi energi tinggi. Cara ini lebih terarah dibandingkan mematikan seluruh konektivitas atau menutup aplikasi yang sebenarnya dibutuhkan.
Penghematan juga perlu disesuaikan dengan jenis pekerjaan. Pengguna yang mengandalkan panggilan video atau sinkronisasi data, misalnya, mungkin membutuhkan pengaturan yang berbeda dari orang yang sebagian besar waktunya dipakai untuk mengetik dan membaca dokumen.
Apabila baterai tetap cepat habis setelah pengaturan diperbaiki, periksa kondisi baterai dan aplikasi yang berjalan saat laptop digunakan. Kapasitas baterai lithium-ion dapat menurun seiring usia dan siklus pemakaian, sehingga pengaturan hemat daya tidak selalu mampu mengembalikan daya tahan seperti ketika perangkat masih baru.
Dengan memilih pengaturan berdasarkan kebutuhan, pengguna Windows 11 dapat memperoleh keseimbangan yang lebih baik antara daya tahan baterai, performa, dan kenyamanan. Tujuannya bukan membuat laptop selalu berada dalam mode paling hemat, melainkan memastikan setiap daya yang digunakan memang mendukung aktivitas yang sedang dilakukan.


