Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Fakta Unik, Jokowi Reshuffle Menteri Selalu Bertepatan Rabu Pon dan Pahing

Kamis, 24 Maret 2022 | 14:03 WIB Last Updated 2022-03-24T07:03:13Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


Foto Jokowi Tersenyum
Presiden RI Ir. H. Joko Widodo


PEWARTA.CO.ID - Fakta unik selama masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo, di mana ia selalu melakukan pergantian posisi menteri (reshuffle) bertepatan dengan hari Rabu Pon dan Rabu Pahing.

Begitu pula isu yang belakangan beredar. Banyak kalangan memperkirakan Jokowi akan kembali melakukan reshuffle pada sejumlah menteri.

Namun, melalui Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Faldo Maldini, pihaknya menyangkal berita terbaru. Ia mengatakan, hal tersebut terkait fakta unik yang terjadi selama ini, di mana pergantian menteri selalu tepat pada hari Jawa, yakni Rabu Pon dan Rabu Pahing. Sehingga ketika memasuki periode kalender yang sama banyak yang kemudian memunculkan isu lagi.

Artinya, kabar soal reshuffle dipastikan tidak benar, alias yang menganut paham 'cocokologi' seperti yang digunakan warganet untuk menggambarkan suatu peristiwa yang terlalu dicocok-cocokan maknanya.

"Soal bongkar pasang kabinet ini, kalau gosip politik selalu ada jelang Rabu Pon. Memang begitu kan imannya orang-orang politik, jadi ya sudah biasalah," ujarnya dikutip dari Kompas, Kamis (24/3/2022).

Keterkaitan isu reshuffle dengan hari Jawa Rabu Pon dan Rabu Pahing tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, jika mengacu pada historis, memang setiap kali pergantian menteri Jokowi selalu melakukannya di hari tersebut. Entah apa alasannya?

Histori Reshuffle yang Dilakukan Jokowi


Selama memimpin negara, Presiden Jokowi sudah melakukan penggantian menteri masing-masing dua kali pada Rabu Pon dan Rabu Pahing.

Reshuffle pertama, dilakukan pada 12 Agustus 2015 yang bertepatan dengan Rabu Pon. Kala itu Jokowi mengganti enam posisi kementerian sekaligus, yakni Luhur Binsar Pandjaitan sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Hukum, Rizal Ramli sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, dan Darmin Nasution sebagai Menteri Koordinator Perekonomian.

Dalam rentang waktu satu tahun, Jokowi kembali melakukan penggantian posisi menteri. Kali ini jumlahnya tak tanggung-tanggung, ada 13 posisi menteri yang diubah. Saat itu presiden memanggil sosok Sri Mulyani untuk ditugaskan sebagai Menteri Keuangan, padahal saat itu ia masih bertugas sebagai Direktur Bank Dunia.

Lalu presiden juga mengangkat Muhadjir Effendy untuk menggantikan Anies Baswedan di posisi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Pergantian kedua itu juga dilakukan pada Rabu Pon, atau bertepatan kalender Masehi 27 Juli 2016.

Perombakan menteri kembali dilakukan pada 17 Januari 2018, kali ini bertepatan dengan Rabu Pahing. Saat itu Jokowi menunjuk Idrus Marham sebagai Menteri Sosial menggantikan Kofifah Indar Parawansa yang mengundurkan diri karena maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur.

Di waktu yang sama, Jokowi juga mengangkat Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko sebagai Kepala Staff Kepresidenan menggantikan Teten Masduki.

Berikutnya, presiden kembali melakukan perombakan pada 15 Agustus 2018, yang lagi-lagi bertepatan dengan Rabu Pahing. Di hari itu Jokowi mendapuk Wakapolri Syafruddin sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk menggantikan Asman Abnur.

Demikianlah fakta unik terkait momentum pergantian menteri yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo, yang selalu bertepatan dengan Rabu Pon dan Rabu Pahing. Maka tak heran jika pada periode tersebut selalu dimunculkan isu-isu terkait reshuffle.

(mrd/glh)

Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close