Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Minyak Wijen, Inovasi dan Solusi Pengganti Minyak Goreng

Rabu, 30 Maret 2022 | 04:47 WIB Last Updated 2022-03-29T21:47:47Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


Inovasi Wijen sebagai pengganti minyak goreng
Ilustrasi biji wijen

PEWARTA.CO.ID - Belakangan masyarakat dibuat resah akibat kelangkaan minyak goreng di pasaran. Sekalipun dapat dijumpai, harganya yang mahal juga menjadi permasalahan yang harus dihadapi.

Melihat fenomena yang terjadi, masyarakat dituntut untuk berpikir inovatif dengan mencari solusi alternatif mengganti ketergantungan pada minyak goreng.

Salah satu yang bisa dijadikan solusi alternatif itu adalah inovasi minyak wijen.

Banyak yang belum mengetahui jika ternyata biji wijen dapat diolah sedemikian rupa untuk menjadi bahan untuk menggoreng makanan.

Wijen, yang dalam bahasa latinnya adalah Sesamum Indicum, merupakan tanaman tropis yang mudah dibudidayakan di kawasan seperti Indonesia.

Lazimnya di kalangan masyarakat, khususnya sentra pembuatan makanan atau jajanan tradisional, wijen sering dijadikan toping untuk onde-onde.

Wijen juga bisa untuk berbagai olahan kue atau roti yang disering diproduksi oleh sentra UMKM.

Biji wijen mengandung asal lemak tak jenuh mencapai 84 persen, Vitamin E, Vitamin B kompleks, Mineral, sert protein.

Inovasi Wijen untuk Minyak Goreng


Tentunya dibutuhkan proses untuk membuat inovasi pengolahan wijen menjadi minyak goreng.

Seperti dijelaskan dalam blog KhairPedia, ada beberapa metode ekstraksi dengan memanfaatkan biji wijen menjadi bahan baku minyak goreng.

1. Mechanical Expression


Merupakan proses ekstraksi minyak atau lemak, terutama untuk bahan yang berasal dari biji-bijian.

Lebih rinci, cara ini adalah dengan memisahkan minyak dari bahan yang berkadar minyak tinggi daro 30 sampai 70 persen.

Diperlukan perlakukan khusus sebagai langkah pendahuluan, yakni pembuatan serpih, perajangan, dan penggilingan sampai proses pemasakan.

2. Solvent Ekstraksi


Yaitu proses ekstraksi dengan melarutkan minyak dalam pelarut minyak dan lemak.

Proses ekstraksi ini menggunakan pelarut penguap seperti Petroleum eter, Gasoline Carbon Disulfide, Karbon Tetra Klorida, Benzene, dan n-Heksan

3. Proses Rendering


Proses yang perlu dilakukan adalah dengan penambahan air selama berlangsungnya Rendering, atau ekstraksi minyak dari bahan yang mengandung kadar air tinggi.

Pemisahan ini memerlukan alat semacam ketel dengan temperatur 40 sampai 60 pound tekanan uap (40-60 psi).

Tempatkan bahan yang hendak diekstraksi pada ketel, kemudian campurkan air, lalu panaskan perlahan sampai menyentuh suhu 50 derajat Celcius. Aduk secara berkala sampai minyak yang terekstraksi dapat naik permukaan, dan terakhir tiriskan.

Penjelasan lebih lanjut mengenai inovasi Wijen sebagai pengganti minyak goreng dapat Anda pelajari pada laman berikut.

Sumber: Khair Pedia Blogspot.

Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close