Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Sandiaga Uno Jelaskan Cara Sirkuit Mandalika Bisa Balik Modal

Rabu, 23 Maret 2022 | 00:16 WIB Last Updated 2022-03-22T17:16:14Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


Sandiaga Uno di Sirkuit Mandalika
Menparekraf, Sandiaga Uno saat mengobrol dengan perwakilan Dorna Sport, di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, NTB (Tempo).


PEWARTA.co.id, Jakarta - Biaya pembangunan Sirkuit Mandalika terbilang fantastis. Disebutkan jika Pemerintah Indonesia telah menggelontorkan dana lebih dari Rp 2 triliun untuk memiliki sirkuit kelas internasional itu.

Lantas pertanyaan pun muncul, kira-kira kapan Sirkuit Mandalika bisa balik modal setelah menelan biaya yang sangat banyak tersebut?

Menanggapi pertanyaan itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno angkat bicara.

"BEP itu tahun berapa kita bisa balik modal. Kita kan pemerintah, pemerintah mengelola uang milik masyarakat, yang kita lakukan tidak bisa menghitung (dengan cara) seperti itu. Dan kita harapkan ITDC akan menghitung dan menyampaikannya sendiri. ITDC juga mengelola KEK (Kawasan Ekonomi Kreatif) yang akan meningkatkan harga tanahnya," kata Sandiaga Uno, dikutip dari Kompas, Selasa (22/3/2022).

Ia menjelaskan jika proses balik modal tidak bisa disamakan dengan sistem menjalankan bisnis pada umumnya. Melainkan melihat prospek kedepannya setelah adanya pembangunan KEK, termasuk Sirkuit Mandalika.

Menurut Sandiaga, dengan adanya Sirkuit Mandalika, membuat terciptanya banyak lapangan kerja baru dan dampak kebangkitan ekonomi masyarakat, karena hadirnya event-event besar yang digelar di kawasan itu.

"Kalau kami menghitung, dari dampak ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Dampak ekonomi kita targetkan adalah Rp 500 miliar, dengan penciptaan lapangan kerja 35.000 sampai dengan 40.000 lapangan pekerjaan," ujarnya.

Lebih lanjut kata Sandiaga, kedepannya Kemenparekraf akan menghitung kajian dampak ekonomi dari MotoGP. Namun, sejauh ini data yang bisa disampaikan adalah dampak dari bangkitnya ekonomi Mandalika khususnya dari sektor akomodasi seperti hotel, pariwisata, agen perjalanan, dan penjualan produk UMKM yang ikut laris diburu wisatawan.

"Kedepannya, nanti akan dihitung dampak (dengan adanya) MotoGP. Kami melihat yang betul-betul menyentuh hati saya seperti pengelola penginapan Haji Salmiah, yang mana sejak dibukanya Mandalika, setelah 40 tahun lebih (sejak penginapan dibuka), belum pernah melihat bagaimana antusias masyarakat membuat persediaan kamar hotel habis terjual," ungkapnya.

Sandiaga juga menambahkan, Mandalika akan berpeluang semakin membangkitkan ekonomi masyarakat jika terus menggelar event-event besar seperti MotoGP, World Superbike (WSBK), dan lain sebagainya.

Namun pihaknya sadar, jika hal itu harus juga ditunjang dari kelayakan fasilitas umum seperti akses mobilitas yang memudahkan pengunjung wisata, mulai dari kualitas akses jalan, penerangan jalan, sampai penyediaan gerai yang menjual produk-produk UMKM yang tersebar di banyak wilayah di Mandalika.

Dengan kesuksesan Mandalika sebagai tuan rumah ajang olahraga internasional semacam MotoGP dan WSBK, kedepan Kemenparekraf berkomitmen untuk menjadikan kawasan Mandalika sebagai pusatnya Sport Tourism.

"Kami akan mengevaluasi secara intens beberapa hari kedepan, dan strategi kita untuk penggunaan sirkuit untuk event-event seperti lari, joging, sepeda, hingga test Drive untuk pecinta otomotif, dan beberapa event yang berkolaborasi dengan standar safety, dan yang diutamakan adalah bagaimana Sirkuit Mandalika menjadi hub-nya sport tourism," pungkasnya.

(ano/bst)

Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close