Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Fatal, Radio di Malaysia ini Putar Adzan Maghrib Lebih Awal dari Jadwalnya

Selasa, 05 April 2022 | 06:46 WIB Last Updated 2022-04-04T23:46:30Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


Radio di Malaysia putar adzan Maghrib sebelum waktunya
Ilustrasi studio radio

PEWARTA.CO.ID - Mungkin terdengar lucu namun ini fakta, sebuah stasiun radio di wilayah Sabah, Malaysia, melakukan kesalahan fatal dengan memutar audio adzan Maghrib lebih cepat dari jadwal semestinya.

Merespon kejadian tersebut, Departemen Penyiaran Malaysia seketika menyampaikan permohonan maaf kepada publik.

Direktur Zulkefli Mohd pun buka suara. Pihaknya menyadari peran penting penanda waktu sholat melalui adzan di radio terutama saat momentum Ramadhan seperti sekarang. Namun memutar adzan empat menit lebih awal adalah kejadian yang fatal meski tidak disengaja.

"Departemen Penyiaran Malaysia Sabah menanggapi masalah ini dengan serius dan akan memastikan bahwa adzan mendapat perhatian dan prioritas karena menyangkut kepentingan umat Islam pada khususnya," ujarnya seperti dilansir dari Bernama, Selasa (5/4/2022).

Kejadian pemutaran adzan Maghrib lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan oleh radio di Malaysia ini terjadi pada Minggu (3/4/2022) lalu. Bertepatan dengan hari pertama puasa.

Dalam waktu sekejap kabar kesalahan pemutaran jadwal adzan Maghrib tersebut telah tersebar luas di media sosial dan menjadi perbincangan warganet Malaysia.

Penyiar lokal yang melakukan kesalahan tersebut, Mohd Safwan Junit melalui akun Facebook pribadinya menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan yang ia lakukan.

Ia mengaku ada kesalahan teknis mengenai penayangan audio adzan Maghrib yang sampai terputar sebanyak dua kali, yakni pada pukul 18.16 dan 18.20 petang waktu Malaysia.

Sementara itu, Mufti Sabah Datuk Bungsu Aziz Jaafar menjelaskan, bagi masyarakat yang terlanjur berbuka puasa pada waktu yang tidak semestinya hukum puasanya tetap dianggap batal sekalipun dilakukan karena tidak mengetahui jika terjadi kesalahan. Sehingga masyarakat diminta untuk menggantinya setelah bulan Ramadhan nanti.

(lkm/adn)

Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close