Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Dampak PMK, Stok Sapi di Bandung Barat Menipis

Kamis, 19 Mei 2022 | 01:22 WIB Last Updated 2022-05-18T18:22:51Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


Dampak PMK, Stok Sapi di Bandung Barat Menipis
Peternakan sapi di Bandung Barat. (Dok: Kompas)

PEWARTA.CO.ID - Selama ini ketersediaan sapi di wilayah Bandung Raya selalu disuplai peternak dari Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Tengah (Jateng). Tak terkecuali Bandung Barat, yang selalu bergantung pada pengiriman sapi dari dua daerah tersebut.

Namun belakangan muncul kebijakan penghentian sementara distribusi dari kedua daerah tersebut akibat merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK). Terutama Jatim yang merupakan daerah pertama ditemukannya kasus PMK.

Akibatnya, kini stok sapi di Bandung Barat kian menipis. Hal ini tentu membuat para pedagang resah, karena tidak seimbangnya antara permintaan dan ketersediaan.

Parahnya lagi, jumlah ketersediaan sapi di Bandung Barat terancam tidak dapat mencukupi kebutuhan kurban pada momentum Idul Adha mendatang.

Berdasarkan laporan dari Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB tercatat, saat ini ketersediaan sapi potong di Bandung Barat hanya tersisa sekitar 3.000 ekor saja.

Jumlah tersebut merupakan stok sisa sebelum adanya kebijakan penghentian distribusi hewan ternak akibat wabah PMK.

"Stok sapi untuk Idul Adha masih kurang karena stok (sapi) siap potong baru ada 3.000-an, minimal harus ada 5.000 ekor, apalagi kita harus suplai ke daerah Depok dan Jakarta," kata Kepala Dispernakan KBB Undang Husni Tamrin dikutip Kompas.com, Kamis (19/5/2022).

Jumlah itu berdasarkan pengalaman dari momen hari raya kurban di tahun-tahun sebelumnya, di mana Bandung Barat biasanya menghabiskan sebanyak 5.000 ekor sapi dan 10.000 ekor domba pada saat Idul Adha.

Dengan kondisi ini, Husni coba mencari alternatif dengan mengandalkan suplai dari peternak lokal yang daerahnya masih aman dari PMK.

"Kalau bisa beli ternak lokal, jadi untuk menambah stok pasokan sapi di Bandung Barat kemungkinan hanya dari wilayah Jawa Barat yang belum terdeteksi PMK," sebut Husni.

Alternatif lainnya, para pedagang diminta untuk mencari pasokan sapi dari wilayah lain untuk menutup kekurangan stok.

Pihak Dispernakan KBB sendiri membuka kesempatan bagi peternak daerah lain untuk mendistribusikan ternaknya dengan syarat tidak berasal dari daerah wabah PMK.

"Boleh mengambil dari daerah bebas PMK, misalnya dari Purwakarta dan Cianjur selama belum terkena PMK itu boleh," tegasnya.

(bto/asp)

Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close