Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Gatot Nurmantyo Tolak Ajakan Partai Pelita untuk Gabung

Senin, 16 Mei 2022 | 22:18 WIB Last Updated 2022-05-16T15:18:26Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


Gatot Nurmantyo tolak gabung Partai Pelita
Gatot Nurmantyo usai menghadiri Rakernas I Partai Pelita, Senin (16/5)

PEWARTA.CO.ID - Gatot Nurmantyo menolak ajakan Partai Pelita untuk bergabung, sekaligus menegaskan dirinya tidak ingin berpartai.

Hal itu ia sampaikan usai menghadiri Rakernas I Partai Pelita yang digelar Senin (16/5/2022), di Mercure Ancol, Jakarta Utara.

"Pak Din mengajak saya tetapi biar Pak Din berjuang di partai saya tidak di partai, sama-sama aja tujuannya," ujarnya saat diwawancarai media.

Meski begitu, Mantan Panglima TNI itu juga memuji Partai Pelita sebagai partai yang bagus.

"Saya pikir Partai Pelita diawaki oleh seperti bang Din Syamsudin bang Beni dan yang lainnya berpeluang untuk maju," tuturnya.

"Saya tidak berpartai ya, partai ini bagus," lanjutnya.

Gatot menegaskan dirinya ingin tetap di Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), dan kembali menyatakan tidak ingin berpartai.

"Saya tidak berpartai ya, terima kasih, saya tidak berpartai biar saya di KAMI saja," kata Gatot seperti dikutip dari detikNews.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Pelita, Beni Pramula sempat mengajak Gatot Nurmantyo untuk bergabung. Beni merayu Gatot di hadapan peserta Rakernas lain dengan nada sedikit bercanda.

"Ya, kalau berminat masuklah, Pak, ke Partai Pelita. Kita berjuang bersama-sama membangun partai ini," kata Beni.

Untuk diketahui, Partai Pelita dideklarasikan oleh mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, yang kini menjabat sebagai Majelis Pertimbangan Partai (MPP).

Dalam kesempatan yang sama, Din Syamsuddin menyatakan tujuannya mendirikan partai bukan untuk maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 2024 mendatang.

Din Syamsuddin membantah dirinya mencalonkan diri sebagai Presiden lantaran mendirikan Partai Pelita tersebut.

"Jadi bukan partai ini sebagai alat ya untuk tujuan-tujuan seperti itu, karena kami ingin menerapkan politik bukan untuk politik. Politik tidak sekadar untuk kekuasaan bahwa dengan perjuangan kemudian didukung oleh rakyat kita mendapat kesempatan untuk memimpin," ucap Din.

(dhw/ytn)

Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close