Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Din Syamsuddin Bantah Dirikan Partai Pelita Karena Ingin Maju Nyapres

Senin, 16 Mei 2022 | 21:26 WIB Last Updated 2022-08-29T09:19:03Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


Din Syamsuddin bantah niat mencalonkan diri sebagai presiden
Din Syamsuddin usai menghadiri Rakernas I Partai Pelita, Senin (16/5)

PEWARTA.CO.ID - Pendiri Partai Pelita yang juga mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin membantah tujuannya mendirikan Partai Pelita sebagai kendaraan maju 'nyapres'.

Alih-alih mencalonkan diri sebagai presiden, Din Syamsuddin justru menyebut dirinya lebih pantas menjadi penasehat presiden.

"Saya niatkan untuk ikut mendirikan, menggerakan Partai Pelita ini bukan untuk target jadi presiden," ucapnya usai menghadiri Rakernas I Partai Pelita yang digelar hari ini (16/5/2022).

"Saya kira, saya ini lebih tepat mungkin jadi penasehat presiden siapapun presidennya," imbuhnya.

Baca juga: Ditanya soal Cawapres Gerindra, Prabowo Jawab Santai


Baca juga: Orasi Ilmiah di UB, Surya Paloh: Lebih Baik Tidak Ada Pemilu Jika...


Din Syamsuddin juga menegaskan jika Partai Pelita yang ia dirikan semata sebagai wadah perjuangan bersama rakyat.

"Jadi bukan partai ini sebagai alat ya untuk tujuan-tujuan seperti itu, karena kami ingin menerapkan politik bukan untuk politik. Politik tidak sekadar untuk kekuasaan bahwa dengan perjuangan kemudian didukung oleh rakyat kita mendapat kesempatan untuk memimpin," ujarnya.

Selain itu menurutnya, Partai Pelita bisa menjadi fasilitator anak muda yang ingin berkarir di kancah politik.

"Anak muda ingin menjadi anggota DPR, DPRD, eksekutif, bupati, walikota, gubernur, bila perlu menteri ataupun presiden ini nanti kita dorong biarlah diisi oleh kaum muda," tuturnya.

Di hadapan awak media Din Syamsuddin menegaskan tidak akan mencalonkan diri sebagai presiden dalam Pemilu 2024 nanti.

"Tolong catat ungkapan saya ini, per hari ini sekarang ini dan dengan mendirikan ini tidak untuk saya pribadi menjadi calon presiden atau calon wakil presiden," kata Din Syamsuddin seperti dikutip dari detiknews, Senin (16/5).

Baca juga: Panglima TNI Akan Laporkan Data Anggota yang Pensiun pada Saat Pemilu 2024


Baca juga: Pemkot Batu Kucurkan Rp 1,5 miliar Dana Hibah non-Tahapan Pemilu


Partai Pelita Menggelar Rakernas I


Diberitakan sebelumnya, Partai Pelita menggelar Rakernas I di Mercure Ancol, Jakarta Utara, Senin (16/5/2022). Turut hadir dalam acara itu Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Riza Patria, Ketua Partai PRIMA Agus Jabo Priyono, dan Waketum Parta Ummat Buni Yani.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Partai Pelita Beni Pramula juga memberikan sambutan pidato di hadapan peserta Rakernas.

Dalam sambutannya, secara khusus Beni sempat mengutarakan keinginannya merekrut Gatot Nurmantyo sebagai anggota sembari diselipkan nada guyonan.

Partai Pelita mengajak Gatot Nurmantyo bergabung karena dianggap sebagai sosok prajurit yang berjiwa aktivis.

"Karena jarang sekali seorang Panglima TNI mau berada di tengah-tengah masa untuk mendengarkan aspirasi, tidak takut untuk dikritik, bahkan dihujat di tengah masa. Saya pikir beliau merupakan prajurit yang aktivis. Terima kasih Pak Gatot," ucap Beni memuji Gatot Nurmantyo.

"Jangan ke (Partai) Ummat," ucap Beni seraya disambut suara riuh dan tepuk tangan peserta Rakernas.

(dhw/ytn)

Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close