Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Kasus Cacar Monyet Meluas, WHO Minta Dunia Segera Ambil Sikap

Minggu, 29 Mei 2022 | 05:19 WIB Last Updated 2022-05-28T22:20:15Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


Kasus Cacar Monyet Meluas, WHO Minta Dunia Segera Ambil Sikap
Virus cacar monyet

PEWARTA.CO.ID - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta seluruh negara di dunia untuk bergerak cepat membendung laju penyebaran penyakit cacar monyet mengingat kasusnya yang semakin meluas.

Berdasarkan laporan, penularan cacar monyet begitu cepat terutama di wilayah Eropa, Afrika, dan Amerika. Penambahan kasus harian jumlahnya juga terus meningkat.

Oleh karenanya, WHO meminta negara-negara proaktif membendung penyebaran cacar monyet, serta menginformasikan tentang stok vaksin yang saat ini miliki.

Direktur WHO untuk Kesiapsiagaan Bahaya Menular Global, Sylvie Briand, dalam pertemuan tahunan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan, penting untuk menerapkan langkah cepat penanganan agar wabah dapat segera ditangani.

“Kami pikir jika kita menerapkan langkah-langkah yang tepat sekarang, kita mungkin dapat mengatasi ini dengan mudah,” kata Briand dikutip dari Antara, Minggu (29/05/2022).

Untuk diketahui, cacar monyet merupakan infeksi virus yang endemik di beberapa negara bagian Afrika Barat dan Tengah. Penyakit ini dapat menular melalui kontak fisik dari jarak dekat.

Melihat tren penambahan kasus yang masif, itulah sebabnya negara-negara di Eropa, Amerika Serikat, dan wilayah lain tengah meningkatkan kewaspadaan.

Sejauh ini sudah ditemukan sebanyak 300 kasus yang terkonfirmasi terjadi di 20 negara, di mana negara-negara tersebut sebelumnya tidak pernah melaporkan adanya sebaran kasus.

"Kami berpikir bahwa prioritas utama saat ini adalah mencoba menahan penularan ini di negara-negara non-endemik," kata Briand.

Briand menegaskan, saat ini sangat diperlukan upaya deteksi dini dan pelacakan kontak. Negara-negara di bawah pengawasan WHO juga diminta terus melapor tentang persediaan vaksin cacar generasi pertama yang dipercaya efektif melawan penyakit ini.

"Kami tidak tahu persis jumlah dosis yang tersedia di dunia dan itulah sebabnya kami mendorong negara-negara untuk datang ke WHO dan memberi tahu kami apa persediaan mereka (masih ada)," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Sekretariat Cacar WHO, Rosamund Lewis mengatakan, saat ini upaya vaksinasi hanya diprioritaskan dahulu bagi orang-orang yang telah melakukan kontak dekat dan berpotensi terinfeksi. Sehingga WHO belum akan menerapkan aturan vaksinasi secara massal.


(dng/fit)

Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close