Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Waspadai PMK, Polres Batu Sementara Batasi Mobilitas Pengiriman Hewan Ternak

Minggu, 15 Mei 2022 | 19:43 WIB Last Updated 2022-05-15T12:43:11Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


Polres Batu batasi mobiltas pengiriman hewan ternak
Petugas mengecek kondisi hewan ternak

PEWARTA.CO.ID - Ancaman wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap hewan ternak benar-benar meresahkan semua pihak, terutama para peternak hewan.

Segala upaya turut dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan virus tersebut agar tidak menyebar luas. Salah satunya seperti yang dilakukan Polres Batu.

Belakangan Polisi begitu intens melakukan pengecekan hewan ternak milik warga guna mengetahui kondisinya. Bahkan Polres Batu juga telah menyiapkan posko aduan yang bisa dimanfaatkan masyarakat jika sewaktu-waktu butuh bantuan terkait keluhan PMK.

Dalam sepekan terakhir, beragam kegiatan telah dilakukan jajaran personel Polres Batu, seperti mendatangi kandang Komunal yang ada di Kota Batu, sampai melakukan penyekatan untuk batasi mobilitas pengiriman hewan ternak.

Tujuan Polres Batu batasi lalu lintas hewan ternak agar dampak yang disebabkan dari penularan virus tidak terjadi di wilayah hukumnya.

“Kami lakukan pembatasan sementara mobilitas lalu lintas hewan ternak guna antisipasi penyebaran penyakit PMK,” ucap Kapolsek Ngantang AKP Hanis Siswanto saat memimpin penyekatan, Minggu (15/5/2022).

Hanis menegaskan kegiatan pembatasan lalu lintas pengiriman hewan ternak hanya bersifat sementara, sampai kondisi laju penyebaran virus PMK dapat terkendali.

“Pembatasan lalu lintas hewan ternak ini bersifat sementara dan berlaku untuk hewan ternak yang akan keluar atau masuk di wilayah Kecamatan Ngantang,” terangnya.

Petugas melakukan penyekatan di pos pertigaan Ngantang, Kabupaten Malang
Petugas melakukan penyekatan di pos pertigaan Ngantang, Kabupaten Malang, Minggu (12/5)

Untuk memaksimalkan kegiatan, Hanis mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait seperti Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, stakeholder terkait, serta personel dari Koramil Ngantang.

“Kami juga telah mendirikan posko yang dikandung maksud sebagai tempat koordinasi dan bersinergi dengan semua pihak terkait untuk tanggap bencana wabah Penyakit Mulut-Kuku serta penanganannya, sehingga segera melakukan upaya-upaya untuk mencegah penyebaran penyakit PMK tersebut,” pungkasnya.

Dapatkan informasi terbaru terkait wabah PMK yang terjadi di beberapa daerah lain di Indonesia dengan cara klik link ini.

(aep)

Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close