Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

BNPT Jalin Kerja Sama Internasional Usut Aliran Dana ACT

Minggu, 24 Juli 2022 | 19:21 WIB Last Updated 2022-07-24T12:21:25Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


BNPT Jalin Kerja Sama Internasional Usut Aliran Dana ACT
Aksi Cepat Tanggap (ACT).

PEWARTA.CO.ID - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar mengungkapkan, pihaknya tengah melakukan kontak kerja sama internasional dalam upaya mengusut aliran dana Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) ke sejumlah negara.


Seperti diberitakan, beberapa waktu lalu Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) merilis temuan adanya dugaan transaksional mencurigakan dari ACT ke beberapa negara yang diduga terkait aksi terorisme.


"Karena objek penerima sumbangan ini berada di luar negeri, maka kerja sama internasional saat ini sedang dilaksanakan," ucap Boy saat ditemui di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Jakarta Utara, Minggu (23/7/2022).


Kata Boy, BNPT beserta aparat penegak hukum (APH) telah menerima laporan dugaan transaksi keuangan ACT ke luar negeri yang dianggap mencurigakan.


Oleh karena itu, pihaknya sedang berupaya untuk berkoordinasi terkait kekuatan hukum yang dimiliki Indonesia dalam mengusut perkara ini.


Boy menambahkan, BNPT saat ini masih mencari tahu pihak-pihak yang menerima aliran dana dari ACT tersebut.


"Karena ini berkaitan dengan pihak-pihak yang diduga kuat terkait dengan jaringan terorisme," jelasnya.


Penyelewengan dana kemanusiaan ACT


Yayasan penggalangan dana untuk kemanusiaan ACT belakangan menjadi pembicaraan publik, karena diduga menyelewengkan dana untuk fasilitas mewah para petingginya.


Di lain sisi, PPATK juga menemukan adanya dugaan penyelewengan dana kemanusian oleh pengurus ACT. Dana itu diduga sengaja diputar untuk kegiatan bisnis dengan sejumlah perusahaan yang terafiliasi dengan pendiri yayasan tersebut.


Bareskrim Polri juga telah memeriksa eks Presiden ACT Ahyudin sebanyak sembilan kali guna mencari tahu pemanfaatan dana kemanusiaan yang terkumpul melalui ACT selama ini.


Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close