Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Ekspor Mobil CBU Indonesia Naik Hingga 167 Persen

Rabu, 20 Juli 2022 | 07:25 WIB Last Updated 2022-07-20T00:25:44Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


Ekspor Mobil CBU Indonesia Naik Hingga 167 Persen
Ilustrasi deretan mobil sebelum ekspor-impor.


PEWARTA.CO.ID - Meski dihantui situasi Covid-19 yang kembali meningkat, di luar dugaan kinerja industri otomotif nasional justru cukup menjanjikan. Salah satu parameternya ditandai dengan kinerja ekspor mobil buatan Indonesia pada Semester I 2022.

Selama periode Januari-Juni 2022, angka ekspor mobil nasional melesat cukup tinggi, hingga 167 persen.

Dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), ekspor mobil CBU Indonesia separuh pertama tahun ini tercatat 393.151 unit. Naik secara signifikan dibanding tahun lalu pada periode yang sama, di mana saat itu hanya 147.203 unit saja.

Kenaikan kinerja ekspor ini salah satunya dipengaruhi adanya merek baru yang mulai ikut sumbangsih mengirim mobil buatan Indonesia ke mancanegara, yaitu Hyundai.

Mengulik data yang ada, PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMID) mulai konsisten mengirmkan Creta sejak Februari hingga Juni, dengan torehan mencapai 12.552 unit. Sport utility vehicle (SUV) menengah buatan pabrik Cikarang, Bekasi, Jawa Barat ini berhasil menembus sejumlah negara dan kawasan, seperti Filipina, Vietnam, Timur Tengah, Afrika, dan Asia Pasifik.

Sepanjang semester I 2022, Toyota masih berkontribusi ekspor terbesar mobil CBU Indonesia ke pasar luar negeri. Meskipun dari segi kapasitas jumlah produksi untuk ekspor Daihatsu yang terbesar, tetapi sebagian besar mobil yang dikirim menggunakan emblem Toyota atau berdasarkan pesanan Toyota Global.

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mencatatkan, ekspor total 69.168 unit di mana porsi ekspor mobil ini cuma tercatat 1.098 unit saja. Model yang diekspor adalah Gran Max pikap dan blind van dengan tujuan ekspor Malaysia dan Jepang.

Selain itu, Daihatsu juga menerima pesanan rebadge dari Mazda yang memasarkan model yang sama dengan nama Bongo dalam wujud minibus all wheel drive (AWD) dan pikap, sebanyak 1.153 unit.

Sementara sisanya, 66.917 unit merupakan ekspor mobil CBU Indonesia berlabel Toyota, yaitu Wego, Avanza, Town Ice, Lite Ice, Rush, dan Raize.

Kemudian, ada PT Toyota Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang juga mencatatkan capaian ekspor sebanyak 64.642 unit. Fortuner tentu saja jadi adalan utama bagi pabrikan yang satu ini, selain juga Avanza, Innova, Veloz, Sienta, Yaris, dan Vios.

Sebagai catatan, kinerja ekspor mobil CBU Indonesia ini bakal berdampak signifikan terhadap neraca perdagangan Indonesia, seiring nilai tukar dollar AS terhadap rupiah terus menguat belakangan ini.

Data Ekspor Mobil CBU Indonesia Januari-Juni 2022


1. Daihatsu - 69.168 unit (17,6 persen)
2. Toyota - 64.642 unit (16,4 persen)
3. Suzuki - 24.759 unit (6,3 persen)
4. Mitsubishi - 20.319 unit (5,2 persen)
5. Hyundai - 12.552 unit (3,2 persen)
6. Honda - 2.315 unit (0,6 persen)

*data Gaikindo (diolah). Dikutip dari Kompas.com, Rabu (20/7/2022).

(Editor/Redaksi Pewarta)

Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close