Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Kebebasan Berekspresi di Dunia Digital, Pakar: Jaga Etika Komunikasi

Selasa, 21 Juni 2022 | 06:24 WIB Last Updated 2022-07-14T23:29:15Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA



PEWARTA.CO.ID - Kebebasan berekspresi di dunia digital merupakan bentuk demokrasi dalam bersuara, bersikap, termasuk mengontrol jalannya pemerintahan. Kebebasan itu semakin leluasa diterapkan seiring perkembangan teknologi komunikasi yang berkembang pesat.

Meski demikian, tetap perlu adanya Gerakan Literasi Digital sebagai filter agar perkembangan teknologi tidak menjadikan masyarakat salah dalam memanfaatkannya.

Hal itulah yang disampaikan dosen Ilmu Komunikasi E. Rizky Wulandari saat menjadi narasumber webinar dengan tema “Gerakan Nasional Literasi Digital” yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Selasa (21/6/2022).

Wanita yang akrab disapa Kiky itu juga meminta agar masyarakat mengetahui pilar penting dalam menjaga etika komunikasi di dunia digital.

“Adanya transformasi aktivitas sosial akibat destruktif teknologi, memudahkan masyarakat mengetahui apa yang ada di dunia ini, kita juga bisa bebas berkomunikasi dengan semua orang diseluruh penjuru dunia ini menggunakan fitur video call, dan yang paling utama kita bisa menikmati seluruh fasilitas teknologi yang sudah ada,” ujarnya.

Menurutnya, teknologi sudah seperti dua sisi koin, di mana jika dimanfaatkan untuk kebaikan maka akan menjadi baik sepenuhnya. Begitu pula sebaliknya, yang buruk akan menjadi buruk secara menyeluruh. Semua tergantung bagaimana cara menggunakannya.

Seperti diketahui, kebebasan berekspresi di media digital seperti jejaring sosial misalnya, orang akan cenderung menerapkan kebebasan yang kebablasan. Sehingga perlunya memahami batasan-batasan etika sesuai adat dan budaya dalam berkomunikasi, di mana masyarakat Indonesia dikenal selalu menerapkan adab sopan santun.

“Dunia digital adalah anugerah yang kita dapatkan, tetapi disisi lain bisa menjadi bencana jika teknologinya yang malah mengendalikan kita. Jadi sangatlah penting bagi kita mempunyai etika dalam menggunakan ruang digital, etika menjadi pengingat kita menjadi orang yang bijak,” terang Kiky.

(kmf/ses2)

Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close