Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

PT MAB dan Universitas Indonesia Kolaborasi Produksi Bus Listrik

Senin, 25 Juli 2022 | 15:32 WIB Last Updated 2022-07-25T08:32:41Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


PT MAB dan Universitas Indonesia Kolaborasi Produksi Bus Listrik
Bus listrik PT MAB yang dipamerkan di JIExpo, Jakarta Utara, Jumat (22/7/2022)(Dok. Kompas/Serafina Ophelia)

PEWARTA.CO.ID - PT Mobil Anak Bangsa (MAB) dan Universitas Indonesia (UI) berkolaborasi memproduksi bus listrik bersama. Hasilnya, bus listrik buatan MAB dan UI telah dipamerkan dalam ajang Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2022.


Bus listrik buatan MAB dan UI berwarna kuning berhasil menarik perhatian pengunjung pameran. Desainnya yang kotak simetris terbilang unik.


Bus itu akan terpampang selama pameran dibuka. Sesuai rencana, pameran PEVS 2022 akan berlangsung sampai Minggu (27/7/2022).


Kolaborasi PT MAB dan UI


Kerja sama PT MAB dan UI bermula berkat adanya proyek Mobil Listrik Nasional (Molina) UI. Namun, karena sekarang sudah dibiayai Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ada syarat jika kendaraan tersebut bukan sekadar research saja.


Desain interior dalam bus listrik PT MAB yang dipamerkan di JIExpo, Jakarta Utara, Jumat (22/7/2022)
Desain interior dalam bus listrik PT MAB yang dipamerkan di JIExpo, Jakarta Utara, Jumat (22/7/2022)(Dok. Kompas/Serafina Ophelia)


Head of Business Development, Sales & After Sales Service PT MAB B. Prabowo Kartoleksono menceritakan, LPDP memberi syarat untuk kendaraan listrik yang dibuat nantinya harus sesuai standar pasar agar bisa dijual.


"Kemudian kita diminta jadi mitra UI. MAB sudah punya platform, kita desain sasis, model bodi, dan manufaktur," ujar Bowo sapaan akrabnya, saat ditemui di PEVS 2022, Jumat (22/7/2022).


Bowo menjelaskan, kerja sama pembuatan bus listrik ini sangat menguntungkan. Di mana hasil dari program kerja sama riset ini menggunakan platform MAB sebagai dasar pengembangan.


Beberapa pengembangan yang dilakukan misalnya unit pendingin udara (AC) khusus bus listrik (AI Cool), motor propulsi, dan motor controller yang kini semuanya sudah bisa direkayasa dan diproduksi di dalam negeri.


"Kita senang, (kerja sama) dengan UI artinya nanti ada kemungkinan local content-nya lebih besar. Salah satu kesepakatannya, UI boleh menggunakan platform kita, kemudian terserah mereka mendesainnya seperti apa (rancang bangun)," terangnya.


Oleh sebab itu, tampilan luar dari bus ini berbeda dengan produk asli dari PT MAB. Desain yang mengotak dipilih UI dianggap karena lebih efisien untuk memanfaatkan ruang (interior).


"Memang fungsinya sebagai city bus, yang kecepatannya di bawah 50 kpj, jadi aerodinamika enggak ada urusan, dan kotak itu bentuk yang paling efisien soal pemanfaatan ruang," pungkasnya.


Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close