Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

AHY Harap Kaum Milenial dan Generasi Z Memilih Pemimpin dengan Rasional

Selasa, 06 September 2022 | 12:14 WIB Last Updated 2022-09-06T05:14:35Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


AHY Harap Kaum Milenial dan Generasi Z Memilih Pemimpin dengan Rasional
Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono berharap kaum milenial dan kalangan generasi Z dapat memilih sosok pemimpin dengan pikiran rasional pada Pemilu 2024. (Dok. Demokrat)

PEWARTA.CO.ID - Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berharap pemilik suara pada pemilu 2024 mendatang dapat memilih pemimpin dengan pertimbangan rasional.


Utamanya, AHY menyoroti pemilik suara dari kaum milenial dan generasi Z yang notabene sebagai kalangan muda.


Karenanya AHY mengingatkan agar generasi muda tersebut tidak memilih sosok pemimpin hanya sentimen identitas belaka, apalagi karena faktor politik uang.


Oleh sebab itu AHY menganggap penting membangun kesadaran pendidikan politik sejak dini khususnya untuk kalangan muda tersebut.


"Tapi lebih penting diarahkan pada upaya untuk membangun kesadaran politik dan bisa menentukan pilihan dengan rasional," kata AHY dalam sebuah diskusi daring, pada Minggu (4/9/2022).


Baca juga: PKB Tanggapi Peluang Duet Prabowo-Puan, Waketum PKB: Biasa Saja!


Baca juga: SMRC: Survei Elektabilitas Parpol 5-13 Agustus 2022 PDIP Unggul 24,8 Persen


Hal ini ia ungkapkan mengingat pada Pemilu 2024 nanti para kaum milenial tersebut akan mendominasi sebagai calon pemilik suara.


Bukan hanya kalangan muda, tetapi juga para generasi Z, yang jika digabungkan kedua generasi ini akan mencapai 60 persen dari total pemilih.


AHY mengingatkan perlunya literasi politik yang baik agar politik identitas dan kebencian tidak terjadi pada kontestasi 2024.


"Jangan sampai banyak yang ke TPS tapi alasannya karena dapat uang. Artinya gara-gara politik uang. Jangan sampai banyak ke TPS karena merasa identitasnya, dihina," kata dia.


AHY juga menambahkan, saat ini kondisi demokrasi di Indonesia belum sepenuhnya sempurna. Ia menilai masih banyak yang harus dibenahi.


Untuk mewujudkan itu semua, kata AHY, juga diperlukan komitmen dari semua partai politik.


Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close